Tianwen-2 China Dekati Asteroid Kamo’oalewa, Pecahkan Rekor

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Foto asteroid Kamo'oalewa yang diambil wahana Tianwen-2 China
  • Wahana Tianwen-2 China kini berada dalam jarak 12,5 mil dari asteroid Kamo'oalewa
  • Ini adalah negara pertama yang mendekati quasi-bulan Bumi tersebut
  • Tianwen-2 diluncurkan Mei 2025 dan membutuhkan 400 hari perjalanan menempuh 620 juta mil
  • Asteroid Kamo'oalewa pertama diidentifikasi April 2016, salah satu dari tujuh quasi-bulan
  • Wahana akan menggunakan metode anchor-and-attach dan touch-and-go untuk ambil sampel
  • Jika berhasil, China jadi negara ketiga yang ambil sampel asteroid
  • Tantangan utama: ukuran kecil dan rotasi cepat asteroid (setiap 30 menit)
  • Misi ini menunjukkan kemampuan China dalam eksplorasi antariksa

JBNews.id — Wahana antariksa China, Tianwen-2, kini berada dalam jarak 12,5 mil dari permukaan asteroid Kamo’oalewa, menjadikannya negara pertama yang mendekati objek misterius yang dikenal sebagai quasi-bulan Bumi tersebut. Pencapaian ini menandai tonggak baru dalam eksplorasi luar angkasa China.

Diluncurkan pada Mei 2025, Tianwen-2 membutuhkan waktu 400 hari perjalanan untuk mencapai asteroid yang hanya berdiameter beberapa puluh kaki itu. Setelah menempuh jarak sekitar 620 juta mil, wahana ini akan menghabiskan hampir satu tahun untuk mengiringi batu antariksa tersebut, mengumpulkan data tentang komposisi dan strukturnya.

Menurut laporan dari Xinhua, badan antariksa China, Tianwen-2 telah mengirimkan foto pertama yang jelas dari Kamo’oalewa. Asteroid ini pertama kali diidentifikasi oleh teleskop survei Hawaii pada April 2016 dan merupakan salah satu dari tujuh quasi-bulan yang diketahui, yaitu objek yang mengelilingi Bumi tetapi terlalu jauh untuk dianggap sebagai Bulan.

Tantangan Misi Pengambilan Sampel

Salah satu tantangan terbesar misi ini adalah ukuran Kamo’oalewa yang relatif kecil. Cristina Thomas, ilmuwan planet di Northern Arizona University, mengatakan kepada New York Times bahwa “Kamo’oalewa adalah objek terkecil yang pernah dikunjungi manusia dengan wahana antariksa.”

Batu antariksa ini berputar dengan cepat saat melayang di kosmos, berotasi sekali setiap sekitar setengah jam waktu Bumi. Hal ini membuat jendela target yang sudah kecil menjadi semakin sempit, dan menambah elemen ketepatan waktu dalam setiap upaya pengumpulan sampel.

Tianwen-2, dengan berat hampir dua ton, harus sangat hati-hati dalam pendekatannya agar tidak mengubah jalur orbit Kamo’oalewa. Wahana ini akan menggunakan metode “anchor-and-attach” dan “touch-and-go” untuk mengumpulkan sampel permukaan.

Metode Anchor-and-Attach yang Inovatif

Jika berhasil, China akan menjadi negara ketiga yang berhasil mengambil sampel dari asteroid, dan bisa menjadi yang pertama menggunakan metode anchor-and-attach. Metode ini melibatkan wahana yang mengamankan dirinya ke quasi-bulan sebelum menggunakan bor ultrasonik untuk mengebor permukaannya.

Keberhasilan metode ini akan menunjukkan ketangkasan teknologi antariksa China. Proses pengambilan sampel diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan dengan perhitungan yang cermat dan langkah-langkah yang hati-hati.

Misi Tianwen-2 merupakan bagian dari ambisi besar China dalam eksplorasi luar angkasa. Selain proyek-proyek unggulan seperti stasiun luar angkasa orbital miliknya sendiri dan pengembangan roket yang dapat digunakan kembali, China juga memelopori sejumlah inisiatif antariksa yang jauh jangkauannya.

Implikasi bagi Eksplorasi Antariksa Global

Keberhasilan Tianwen-2 mendekati Kamo’oalewa menunjukkan kemampuan China dalam mencapai target antariksa yang sangat kecil dan menantang. Data yang dikumpulkan dari misi ini akan memberikan wawasan berharga tentang komposisi dan struktur quasi-bulan, yang dapat membantu pemahaman kita tentang tata surya.

Bagi para pengamat industri antariksa, misi ini menegaskan posisi China sebagai pemain kunci di orbit Bumi dan sekitarnya. Dengan pendekatan yang metodis dan inovatif, program antariksa China terus menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Meskipun berat pasti batuan ini belum diketahui — sesuatu yang akan dipecahkan oleh Tianwen-2 — ukurannya yang relatif kecil menghadirkan tantangan besar bagi para pengembang proyek. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh sejarah terkini, jika ada negara yang program antariksanya mampu menghadapi tugas besar ini, itu adalah China.

Ke depannya, data dari Tianwen-2 akan sangat penting untuk memahami asal-usul dan evolusi quasi-bulan. Misi ini tidak hanya menjadi prestasi teknis tetapi juga langkah maju dalam eksplorasi ilmiah antariksa.

Untuk informasi lebih lanjut tentang inovasi teknologi China, Anda dapat membaca artikel tentang Misteri Sinyal Radio yang terpecahkan baru-baru ini.

Dengan pencapaian ini, China semakin memperkuat posisinya sebagai kekuatan antariksa dunia. Misi Tianwen-2 adalah bukti nyata dari ambisi dan kemampuan teknologi China dalam menjelajahi batas-batas baru di luar angkasa.