Jbnews.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerima replika rumah pohon khas suku Korowai dari pedalaman Papua usai menghadiri Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura. Benda itu bukan sekadar cenderamata, melainkan simbol penghormatan sekaligus pesan keras tentang pentingnya menjaga hutan dan keberlangsungan hidup masyarakat adat.
Replika rumah pohon itu diserahkan melalui perwakilan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel sebagai titipan masyarakat adat Korowai yang masih bergantung pada hutan di wilayah pedalaman Papua. Perwakilan Pemkab Boven Digoel, Franky, mengatakan masyarakat adat berharap pesan yang mereka sampaikan dapat diteruskan kepada para pemimpin di Indonesia, terutama terkait perlindungan lingkungan dan penghormatan terhadap kearifan lokal.
“Mereka berdoa mudah-mudahan ada pemimpin yang amanah, yang baik, yang menghargai pemberian alam yang Tuhan kasih. Tuhan menciptakan tanah, air, pohon, dan semua kekayaan alam yang hari ini masih dijaga oleh masyarakat Papua,” ujarnya.
Menurut Franky, bagi masyarakat Korowai, hutan bukan hanya ruang hidup, tetapi juga sumber pangan, tempat tinggal, serta bagian dari identitas budaya yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Pesan ini menjadi pengingat bagi para pemimpin daerah, termasuk Dedi Mulyadi, untuk terus mengedepankan kebijakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Penyerahan replika ini terjadi di tengah berbagai tantangan lingkungan di Jawa Barat, seperti banjir dan longsor akibat alih fungsi lahan. Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga telah menegaskan prioritas penataan daerah aliran sungai (DAS), jalan, dan gerbang tol di Jawa Barat. Langkah ini sejalan dengan pesan dari masyarakat adat Papua tentang pentingnya menjaga alam.
Dalam konteks yang lebih luas, pesan dari suku Korowai ini relevan dengan berbagai program lingkungan yang tengah digalakkan di Jawa Barat. Misalnya, ajakan kepada warga untuk beralih ke biogas sebagai alternatif energi yang lebih ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan keberlanjutan lingkungan menjadi isu lintas daerah.
Baca Juga:
Replika rumah pohon ini juga menjadi simbol bahwa kearifan lokal, seperti yang dipegang oleh suku Korowai, dapat menjadi inspirasi dalam pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Dedi Mulyadi, yang dikenal dengan program-program peduli lingkungan, diharapkan dapat meneruskan pesan ini dalam kebijakan di Jawa Barat.
Ke depannya, pesan dari masyarakat adat Papua ini diharapkan dapat mengingatkan semua pihak bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian alam. Seperti yang disampaikan oleh Franky, alam adalah anugerah yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Penerimaan replika ini juga menjadi momen penting bagi Dedi Mulyadi untuk memperkuat komitmennya dalam pelestarian lingkungan. Sebagai pemimpin daerah dengan populasi besar, Jawa Barat memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
Selain itu, pesan dari suku Korowai ini juga relevan dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan di berbagai daerah. Di Jawa Barat sendiri, berbagai lokakarya budaya kerap digelar untuk merawat kearifan lokal, seperti yang terlihat dalam perayaan Hari Lahir Pancasila.

Dengan diterimanya replika rumah pohon ini, Dedi Mulyadi diharapkan dapat menjadi jembatan antara pesan masyarakat adat Papua dengan kebijakan di Jawa Barat. Ini adalah langkah kecil namun bermakna dalam upaya pelestarian lingkungan dan penghormatan terhadap kearifan lokal.



