Dedi Mulyadi Targetkan 100 Siswa Beasiswa Industri Ciptakan Kelas Menengah Baru

Penulis:Boy Ahmad
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menghadiri Forum Industri Jawa Barat di Bandung pada 23 April 2026

Jbnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gubernur Dedi Mulyadi memulai program beasiswa penuh bagi 100 siswa dari keluarga tidak mampu untuk masuk ke sekolah unggulan berbasis industri. Langkah ini merupakan strategi untuk menciptakan kelas menengah baru dan mendorong mobilitas sosial di wilayah tersebut.

Program ini diumumkan Dedi usai menghadiri Forum Industri Jawa Barat di Bandung, Kamis (23/4/2026). Ia menegaskan kebijakan ini dirancang agar kelompok ekonomi bawah memiliki akses setara ke institusi pendidikan dengan tingkat serapan kerja tinggi, yang selama ini sulit dijangkau.

“Semangatnya adalah harus lahir kelas menengah baru dari Jawa Barat dari sekolah-sekolah industri unggulan. Selama ini jarang sekali masyarakat ekonomi menengah ke bawah bisa sekolah di situ,” ujar Dedi dalam forum tersebut.

Pada tahap awal, program beasiswa menyasar 100 siswa. Pemerintah provinsi menargetkan jumlah penerima meningkat hingga 800 orang ke depan untuk memperluas dampak sosial dan ekonomi. Akses ke sekolah unggulan tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga jalur karier jangka panjang bagi penerima beasiswa.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jabar untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan vokasi. Sekolah berbasis industri dipilih karena lulusannya memiliki kompetensi yang langsung dibutuhkan pasar kerja, terutama di sektor manufaktur dan teknologi.

Dedi Mulyadi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam mendesain kurikulum. Hal ini agar lulusan benar-benar siap kerja dan mampu bersaing di era industri 4.0. Program beasiswa ini juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses pendidikan antara kelompok kaya dan miskin.

Data dari Dinas Pendidikan Jawa Barat menunjukkan bahwa angka partisipasi sekolah di jenjang menengah kejuruan masih timpang. Banyak siswa dari keluarga prasejahtera yang tidak mampu melanjutkan ke sekolah unggulan karena biaya tinggi. Beasiswa ini diharapkan menjadi solusi konkret.

Langkah serupa sebelumnya telah dilakukan melalui program Sekolah Maung Jabar yang siap dibuka tahun ajaran ini. Inisiatif tersebut juga menyasar siswa dari keluarga kurang mampu dengan pendekatan pendidikan berbasis karakter dan keterampilan.

Forum Industri Jawa Barat yang dihadiri Dedi Mulyadi juga membahas kesiapan tenaga kerja lokal dalam menghadapi investasi baru. Gubernur menegaskan bahwa ketersediaan SDM terampil menjadi kunci agar investasi tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga masyarakat setempat.

Program beasiswa ini mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi dan pengamat pendidikan. Mereka menilai kebijakan ini tepat sasaran karena menyasar sekolah dengan tingkat serapan kerja tinggi, sehingga lulusan langsung terserap pasar.

Ke depan, Pemprov Jabar akan terus memonitor pelaksanaan program dan mengevaluasi dampaknya terhadap penurunan angka kemiskinan. Target 800 penerima beasiswa diharapkan tercapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Selain beasiswa, pemerintah juga tengah memperbaiki infrastruktur pendidikan di berbagai daerah. Contohnya, Dinas PUPR Cianjur mulai perbaiki jalan berlubang di kawasan Ciherang-Kadupandak untuk mendukung akses transportasi siswa ke sekolah.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dengan memberikan akses ke sekolah unggulan, ia yakin lahir kelas menengah baru yang mandiri dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Program ini juga menjadi bagian dari visi besar Pemprov Jabar untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Semua anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, berhak mendapatkan pendidikan berkualitas.

Langkah konkret ini diharapkan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mengatasi kesenjangan akses pendidikan. Dengan fokus pada sekolah industri, Pemprov Jabar optimistis dapat mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa ini dapat diakses melalui kanal resmi Pemprov Jawa Barat. Masyarakat juga diimbau untuk memantau perkembangan program melalui media massa dan media sosial pemerintah.