Jbnews.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur memulai proyek perbaikan jalan berlubang di ruas Ciherang-Kadupandak. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keluhan masyarakat yang kerap mengalami kesulitan melintasi jalur tersebut, terutama saat musim hujan yang memperparah kondisi aspal.
Kepala Dinas PUPR Cianjur, Iwan Setiawan, menyatakan bahwa perbaikan difokuskan pada titik-titik kritis yang dianggap paling membahayakan pengendara. “Kami memprioritaskan segmen jalan yang mengalami kerusakan berat agar mobilitas warga kembali lancar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/2026). Proyek ini menargetkan selesai dalam waktu dua minggu dengan menggunakan anggaran pemeliharaan rutin tahun 2026.
Ruas Ciherang-Kadupandak merupakan jalur penghubung utama antara Kecamatan Cianjur Kota dengan beberapa desa di selatan. Kerusakan jalan berupa lubang dengan diameter hingga 50 sentimeter dan kedalaman 10 sentimeter sempat memicu kecelakaan lalu lintas ringan. Data dari Satlantas Polres Cianjur mencatat setidaknya lima insiden dalam sebulan terakhir akibat kondisi jalan yang buruk.
Proses perbaikan menggunakan metode tambal sulam dengan material hotmix. Petugas lapangan menyiapkan alat berat seperti vibrator roller dan mesin pengaduk aspal. Material diangkut dari base camp Dinas PUPR di kawasan Mande. Setiap lubang dibersihkan terlebih dahulu dari puing dan genangan air sebelum diisi aspal panas.
Warga setempat menyambut positif langkah ini. “Kami sudah lama menunggu perbaikan. Setiap hujan, jalan ini seperti kolam. Sekarang lebih aman,” kata Asep, seorang pengendara motor yang rutin melintas. Namun, ia berharap perbaikan bersifat permanen, bukan sekadar tambalan sementara yang mudah rusak.
Dinas PUPR mengakui bahwa penanganan jalan berlubang bersifat situasional. Faktor cuaca dan volume kendaraan berat kerap mempercepat kerusakan. “Kami berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk solusi jangka panjang, termasuk peningkatan kapasitas drainase,” tambah Iwan.
Proyek perbaikan ini tidak mengganggu arus lalu lintas secara total. Petugas menerapkan sistem buka-tutup satu lajur dengan bantuan pengatur lalu lintas. Pengendara diimbau tetap waspada saat melintasi area proyek, terutama pada malam hari minim penerangan.
Anggaran pemeliharaan jalan tahun 2026 di Cianjur mencapai Rp 85 miliar. Sebagian besar dialokasikan untuk perbaikan ruas strategis seperti Ciherang-Kadupandak dan Cianjur-Cipanas. Dinas PUPR menargetkan 70 persen jalan kabupaten dalam kondisi mantap pada akhir tahun.
Langkah perbaikan ini juga menjadi perhatian Komisi III DPRD Cianjur. Ketua komisi, Dedi Mulyadi, mendorong optimalisasi pengawasan agar hasil pekerjaan tidak cepat rusak. “Jangan sampai anggaran besar tapi kualitas rendah. Kami akan pantau langsung progresnya,” tegasnya.
Sementara itu, pengamat transportasi dari Universitas Suryakancana, Agus Hidayat, menilai perbaikan tambalan hanya solusi jangka pendek. “Butuh kajian lebih dalam soal beban kendaraan dan sistem drainase. Jika tidak, lubang akan kembali muncul,” katanya. Ia merekomendasikan penggunaan teknologi aspal modifikasi yang lebih tahan cuaca ekstrem.
Dinas PUPR berjanji akan melakukan evaluasi berkala setiap pekan. Jika ditemukan kerusakan baru setelah perbaikan, tim akan segera turun ke lapangan. Informasi terkini dapat diakses melalui kanal media sosial resmi Dinas PUPR Cianjur.
Perbaikan jalan berlubang di Ciherang-Kadupandak diharapkan selesai tepat waktu untuk mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026. Jalur ini kerap digunakan pemudik dari Jakarta menuju kawasan selatan Cianjur seperti Sindangbarang dan Agrabinta.




