NASA Cari Relawan Tinggal Setahun di Simulasi Mars

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Simulasi Planet Mars buatan NASA di Johnson Space Center Houston Texas
  • NASA membuka pendaftaran untuk 4 relawan program MMEA
  • Program simulasi tinggal setahun di Mars dan Bulan
  • Misi dimulai Agustus 2027 di Johnson Space Center Houston
  • Tiga fase misi: perjalanan, kehidupan planet, dan kembali ke Bumi
  • Persyaratan: gelar sarjana STEM, lolos tes fisik dan psikologis
  • Satu hari di Mars (sol) 40 menit lebih lama dari Bumi
  • Total komitmen 14 bulan termasuk pelatihan

JBNews.id — Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) membuka pendaftaran bagi empat relawan untuk tinggal selama satu tahun di simulasi Bulan dan Mars. Program bertajuk Moon and Mars Exploration Analog (MMEA) ini akan berlangsung di fasilitas Johnson Space Center, Houston, Texas, mulai Agustus 2027.

Program MMEA dirancang untuk meniru perjalanan dan kehidupan di luar angkasa. Meski seluruh aktivitas dilakukan di Bumi, para relawan akan tinggal di habitat sempit yang menyerupai kondisi di Bulan dan Mars. Mereka juga akan menjalankan tugas-tugas astronaut, seperti bercocok tanam, menjaga kesehatan, dan melakukan simulasi spacewalk.

Menurut juru bicara NASA, proyek ini bertujuan mempelajari bagaimana anggota awak beradaptasi dengan kehidupan di Mars. Satu hari di Mars, yang disebut sol, berdurasi sekitar 40 menit lebih lama dibandingkan satu hari di Bumi. Perbedaan ini dapat mempengaruhi pola tidur serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan kinerja lainnya.

Simulasi Planet Mars buatan NASA

“Para peserta penelitian sukarelawan memberikan kontribusi besar pada basis pengetahuan dengan membantu NASA mengkarakterisasi risiko dan menguji tindakan penanggulangan untuk meningkatkan kinerja manusia selama misi eksplorasi luar angkasa jangka panjang,” kata juru bicara NASA, seperti dikutip dari CNN, Senin (13/7/2026).

Calon peserta harus siap mengikuti program selama total 14 bulan di Johnson Space Center. Rinciannya, 12 bulan untuk misi di dalam dua habitat sempit, dan dua bulan tambahan untuk pelatihan sebelum dan sesudah misi.

Misi ini akan dibagi dalam tiga fase yang melibatkan dua habitat berbeda. Segmen pertama dilakukan di dalam replika pesawat ruang angkasa seluas 60 meter persegi. Di fase ini, relawan seolah-olah sedang menempuh perjalanan dari Bumi ke Bulan.

Fase kedua beralih ke kehidupan di planet lain. Relawan akan pindah ke fasilitas seluas 84 meter persegi. Di sana mereka akan bercocok tanam, menjaga kesehatan, serta berlatih berjalan di kotak pasir yang dirancang meniru permukaan planet lain. Fase ketiga adalah perjalanan kembali ke Bumi menggunakan pesawat luar angkasa yang sama dengan fase pertama.

Kedua habitat tersebut sudah pernah digunakan untuk misi riset sebelumnya. Ukurannya sengaja dibuat lebih kecil untuk meniru kondisi misi yang berbeda.

Persyaratan Calon Relawan

NASA menetapkan persyaratan ketat bagi para pendaftar. Calon relawan harus lolos pemeriksaan fisik dan psikologis. Mereka tidak boleh memiliki batasan diet, dan tidak boleh memiliki riwayat berjalan dalam tidur atau mengonsumsi obat tidur.

Dari segi pendidikan, pelamar harus memiliki kualifikasi setingkat astronaut. Syaratnya adalah gelar sarjana di bidang teknik, ilmu biologi, ilmu fisika, atau matematika. Mereka yang memiliki gelar lebih lanjut di bidang STEM juga dapat mendaftar. Pengalaman militer juga akan dipertimbangkan.

Program simulasi semacam ini menjadi langkah penting dalam persiapan misi berawak ke Mars di masa depan. Dengan memahami bagaimana manusia beradaptasi dengan isolasi, ruang terbatas, dan perbedaan waktu, NASA berharap dapat meminimalkan risiko bagi astronaut sungguhan.

Bagi masyarakat yang bosan dengan kehidupan di Bumi, program ini menawarkan pengalaman unik. Namun, persaingan dipastikan ketat mengingat hanya empat orang yang akan terpilih dari seluruh pendaftar di dunia.

Ketertarikan pada eksplorasi luar angkasa terus meningkat seiring kemajuan teknologi. Inovasi seperti Quantum-AI Hibrid yang menciptakan peptida untuk vaksin masa depan hingga Matahari Buatan China yang mendekati kenyataan menunjukkan betapa pesatnya riset di bidang sains dan teknologi.

Program MMEA menjadi bukti komitmen NASA dalam mempersiapkan misi luar angkasa jangka panjang. Dengan data yang dikumpulkan dari simulasi ini, badan antariksa tersebut berharap dapat mengirim manusia ke Mars dalam beberapa dekade mendatang.

Bagi para profesional di bidang STEM, kesempatan ini bisa menjadi batu loncatan karier yang luar biasa. Selain berkontribusi pada sains, pengalaman tinggal di simulasi Mars akan menjadi nilai tambah yang tak ternilai.

NASA membuka pendaftaran secara online melalui situs resminya. Proses seleksi diperkirakan berlangsung beberapa bulan ke depan sebelum empat relawan terpilih memulai pelatihan pada pertengahan 2027.