JBNews.id — Konsol generasi berikutnya dari Microsoft, Project Helix, berpotensi memiliki pustaka game terbesar dibandingkan konsol rumahan mana pun. Berdasarkan memo internal yang bocor dan diperoleh The Verge, konsol ini tidak hanya akan memainkan game PC, tetapi juga seluruh game dari setiap generasi Xbox: Xbox orisinal 2001, Xbox 360 2005, Xbox One 2013, dan Xbox Series 2020, serta judul-judul baru Helix.
Kabar ini melengkapi informasi sebelumnya bahwa Microsoft tengah menyiapkan cara untuk mendigitalisasi cakram Xbox One dan Xbox Series. Kini, memo tersebut mengonfirmasi bahwa game Xbox 360 juga akan dibawa ke PC dan secara eksplisit dinyatakan dapat berjalan di Helix. Dokumen itu juga menegaskan bahwa cakram digitalisasi dari Xbox One dan Xbox Series dapat mengikuti pengguna ke “perangkat Xbox mana pun.” Artinya, lima generasi game Xbox akan tersedia dalam satu atap.
Kendala Penerbit dan Lisensi
Namun, perlu dipahami bahwa kompatibilitas mundur ini tidak sama dengan memasukkan cakram PS4 ke PS5 atau kartrid Switch ke Switch 2 lalu langsung memainkannya. Pertama, Helix mungkin tidak memiliki drive cakram sama sekali — Microsoft masih memutuskannya. Kedua, bentuk kompatibilitas ini sepenuhnya bergantung pada izin penerbit game.
Memo yang bocor tersebut pada dasarnya adalah presentasi penjualan yang ditujukan kepada penerbit. Salah satu bagiannya bahkan berjudul “Mengapa penerbit menang.” Intinya, penerbit diuntungkan karena dapat menjual game lama seolah-olah baru kembali. Microsoft juga menawarkan insentif untuk konversi cakram-ke-digital: “Ubah pemilik cakram fisik menjadi pelanggan digital.”
Menariknya, Microsoft menyatakan penerbit tidak perlu melakukan apa pun untuk konversi cakram-ke-digital — “Tindakan penerbit: tidak diperlukan.” Namun, kedua program pelestarian game baru ini memerlukan persetujuan (opt-in) dari penerbit. Untuk game Xbox orisinal dan Xbox 360, penerbit harus memberikan izin untuk setiap judul, menentukan harga, dan memutuskan apakah game tersebut masuk dalam Xbox Game Pass atau hanya tersedia untuk pembelian mandiri.
Baca Juga:
Pelajaran dari GeForce Now
Kebutuhan izin ini bukan hal baru. Layanan cloud gaming Nvidia GeForce Now sempat mencoba memungkinkan pengguna streaming game PC yang sudah dibeli tanpa izin penerbit, namun akhirnya mendapat masalah dan beralih ke sistem opt-in. Kasus ini menunjukkan bahwa izin tersebut tidak selamanya bertahan — sebagian akan hilang ketika penerbit mencabut izin atau muncul masalah hak lainnya.
Microsoft sendiri adalah penerbit game raksasa, meskipun jumlah studionya berkurang setelah “reset” besar-besaran yang memutus ribuan karyawan. Namun, kapasitas Microsoft untuk membuat game lama berjalan mulus juga terbatas. Antara 2015 dan 2021, Microsoft hanya berhasil membuat sekitar seperempat pustaka Xbox 360 dan sekitar 6 persen pustaka Xbox orisinal dapat dimainkan di Xbox One dan Xbox Series.
Kepemilikan Microsoft pun bukan jaminan ketersediaan salinan digital. Beberapa game Forza Horizon telah dihapus dari peredaran, termasuk versi kompatibilitas mundur game orisinalnya, karena pengembangnya hanya memiliki lisensi sementara untuk konten di dalamnya — lisensi mobil dan musik yang dapat kedaluwarsa.
Harapannya, program ini berhasil — termasuk game Xbox 360 dengan cloud saves yang direncanakan mulai 2027 — karena Xbox dan PlayStation akan sangat membutuhkan pembenaran harga di era pasca-cakram. Dengan Sony, jawabannya mungkin perangkat genggam. Dengan Microsoft, mungkin satu Xbox untuk memainkan semuanya — asalkan penerbit bisa diyakinkan.
Perkembangan industri game ini menarik untuk diikuti, terutama dengan perubahan kebiasaan belanja gamer yang semakin dinamis. Sementara itu, persaingan platform terus memanas seiring hadirnya perangkat-perangkat baru seperti yang dipamerkan berbagai vendor di ajang teknologi tahunan.




