Pria Florida Ditangkap karena Curi Kripto Lewat Game Steam

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi penangkapan pria Florida terkait pencurian kripto melalui game Steam
  • Otoritas federal AS menangkap Zyaire Wilkins (21 tahun) asal Florida karena mencuri US$220.000 dalam bentuk kripto melalui game Steam yang mengandung malware.
  • Tersangka dan kaki tangannya meluncurkan delapan game berisi malware dari Mei 2024 hingga Februari 2026, menginfeksi 8.000 perangkat dan mengakses 80 dompet kripto.
  • Game-game tersebut dipasarkan melalui Discord, Telegram, X/Twitter, dan LinkedIn untuk mendorong unduhan.
  • FBI melacak tersangka melalui alamat dompet kripto yang terhubung ke akun Bitrefill, yang digunakan untuk membeli kartu hadiah Uber Eats.
  • Salah satu game, BlockBlasters, mencuri lebih dari US$150.000 dari seorang streamer yang menggalang dana untuk pengobatan kanker.
  • Wilkins ditangkap pada 14 Juli dan didakwa dengan konspirasi untuk memperoleh informasi melalui komputer untuk keuntungan finansial pribadi.

JBNews.id — Otoritas federal Amerika Serikat menangkap seorang pria asal Florida yang diduga mencuri setidaknya US$220.000 dalam bentuk mata uang kripto melalui game Steam yang mengandung malware. Tersangka, Zyaire Wilkins (21 tahun), bersama dengan kaki tangannya dituduh meluncurkan delapan game berisi malware sejak sekitar Mei 2024 hingga Februari 2026, menginfeksi sekitar 8.000 perangkat dan mengakses 80 dompet kripto.

Keluhan resmi yang diajukan di pengadilan Washington, tempat Valve (pemilik platform Steam) berbasis, mengungkapkan bahwa Wilkins dan para konspirator memasarkan game-game tersebut di platform media sosial dan pesan instan. Mereka menggunakan Discord, Telegram, X/Twitter, dan LinkedIn untuk mendorong orang lain mengunduh game yang telah disusupi malware tersebut. Dari sana, otoritas menduga para konspirator menggunakan malware untuk mencuri informasi pribadi korban dan menguras dompet kripto mereka.

Meskipun keluhan tersebut tidak secara spesifik menyebutkan bahwa game-game itu diunggah ke Steam, hal ini kemungkinan merujuk pada platform game milik Valve. Seperti dilaporkan oleh media lokal Local10, FBI telah mengeluarkan panggilan untuk informasi korban dalam “penyelidikan malware Steam” yang mencakup game-game yang tercantum dalam gugatan. Game-game tersebut antara lain BlockBlasters, Chemia, Dashverse/DashFPS, Lampy, Lunara, PirateFi, dan Tokenova. Tahun lalu, beberapa outlet berita juga melaporkan tentang penghapusan beberapa game pencuri kripto ini oleh Steam, seperti Blockblasters, yang mengambil lebih dari US$150.000 dari korban, termasuk seorang streamer yang menggalang dana untuk pengobatan kanker mereka.

Valve sendiri belum memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar. Agen federal berhasil menghubungkan Wilkins dengan kasus ini setelah mendapatkan alamat dompet kriptonya dalam pesan dengan seorang tersangka konspirator. Mereka melacak alamat kripto tersebut ke akun di Bitrefill, sebuah situs di mana pengguna dapat membeli kartu hadiah dengan kripto. Akun yang terkait dengan Wilkins telah membeli lebih dari 150 kartu hadiah, termasuk untuk Uber Eats, yang digunakan otoritas untuk mengungkap nomor teleponnya, dan akhirnya, alamat rumahnya. Wilkins ditangkap pada 14 Juli dan didakwa dengan konspirasi untuk memperoleh informasi melalui komputer untuk keuntungan finansial pribadi.

Modus Operandi dan Dampak

Kasus ini menyoroti kerentanan platform game besar seperti Steam terhadap serangan siber yang canggih. Para pelaku tidak hanya menargetkan gamer biasa, tetapi juga figur publik seperti streamer yang sedang menggalang dana untuk amal. BlockBlasters, salah satu game yang disebutkan, berhasil mencuri lebih dari US$150.000 dari seorang streamer yang sedang berjuang melawan kanker. Ini menunjukkan bahwa penjahat siber tidak pandang bulu dalam memilih korban.

Dengan menginfeksi sekitar 8.000 perangkat, skema ini memiliki jangkauan yang luas. Setiap perangkat yang terinfeksi menjadi pintu masuk bagi para peretas untuk mengakses informasi sensitif dan dompet kripto. Metode yang digunakan para pelaku adalah dengan menyembunyikan malware di dalam game yang tampak tidak berbahaya. Setelah diunduh dan dijalankan, malware tersebut diam-diam mengumpulkan data pribadi dan kredensial dompet kripto korban.

Proses investigasi yang dilakukan oleh FBI menunjukkan betapa rumitnya melacak kejahatan siber. Dimulai dari alamat dompet kripto yang ditemukan dalam pesan, penyidik kemudian melacaknya ke akun Bitrefill. Dari sana, pembelian kartu hadiah Uber Eats menjadi petunjuk kunci untuk mengidentifikasi nomor telepon dan alamat fisik tersangka. Ini adalah contoh nyata bagaimana penegak hukum menggunakan jejak digital untuk menangkap pelaku kejahatan siber.

Implikasi untuk Pengguna dan Platform

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi para pengguna platform game, terutama mereka yang memiliki aset kripto. Penting untuk selalu waspada terhadap game atau aplikasi yang tidak dikenal, meskipun tersedia di platform resmi seperti Steam. Para pengguna disarankan untuk memeriksa ulasan, reputasi pengembang, dan izin yang diminta oleh suatu game sebelum mengunduhnya. Selain itu, penggunaan dompet kripto yang terpisah dan keamanan dua faktor (2FA) dapat membantu mengurangi risiko pencurian.

Bagi platform seperti Steam, insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang proses kurasi dan keamanan mereka. Meskipun Valve belum memberikan komentar, kasus ini dapat mendorong platform untuk memperketat pemeriksaan terhadap game yang diunggah. Langkah-langkah seperti verifikasi pengembang yang lebih ketat dan pemindaian malware otomatis mungkin perlu ditingkatkan. Ini bukan pertama kalinya Steam menghadapi masalah serupa, dan respons mereka akan diawasi ketat oleh komunitas gamer dan regulator.

Kasus ini juga menunjukkan bahwa keamanan siber tetap menjadi isu kritis di era digital. Penjahat siber terus berinovasi dalam metode mereka, menargetkan platform yang memiliki basis pengguna besar. Untuk informasi lebih lanjut tentang isu keamanan dan privasi, Anda dapat membaca gugatan Apple terhadap OpenAI yang juga berdampak pada industri teknologi.

Penangkapan Wilkins adalah langkah maju dalam penegakan hukum siber, tetapi masih banyak korban yang mungkin belum melapor. FBI terus meminta informasi dari siapa pun yang mungkin menjadi korban dari game-game yang disebutkan. Dengan semakin populernya mata uang kripto dan game online, kasus seperti ini kemungkinan akan semakin sering terjadi di masa depan.

Bagi para pengguna, pelajaran utama dari kasus ini adalah pentingnya kewaspadaan. Jangan pernah mengunduh game atau perangkat lunak dari sumber yang tidak terpercaya, bahkan jika tampaknya tersedia di platform resmi. Selalu periksa izin yang diminta oleh aplikasi dan waspadai tanda-tanda mencurigakan seperti kinerja perangkat yang menurun atau munculnya pop-up yang tidak biasa. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko menjadi korban pencurian kripto dapat diminimalkan secara signifikan.