Bethesda Konfirmasi Fallout 5, Xbox Lakukan Damage Control

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi logo Fallout 5 dengan latar belakang pasca-apokaliptik
  • Bethesda Game Studios mengkonfirmasi Fallout 5 dalam tahap praproduksi
  • Pengumuman muncul di tengah PHK 3.200 karyawan Xbox di berbagai studio
  • Todd Howard sebut Fallout sebagai prioritas terbesar saat ini
  • Obsidian juga kembangkan game Fallout baru, remaster Fallout 3 dan New Vegas
  • The Elder Scrolls VI jadi fokus utama pengembangan, gunakan teknologi sama dengan Fallout 5
  • Starfield tetap jadi bagian penting masa depan Bethesda
  • Pengumuman dinilai sebagai bentuk damage control setelah PHK massal
  • Karyawan ZeniMax gelar unjuk rasa di Maryland protes PHK

JBNews.id — Bethesda Game Studios secara resmi mengonfirmasi bahwa Fallout 5 sedang dalam tahap pengembangan awal, di tengah periode restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan oleh Xbox. Pengumuman ini muncul setelah Microsoft mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 3.200 karyawan di berbagai studio, termasuk id Software dan Obsidian Entertainment.

Direktur Bethesda, Todd Howard, dalam sebuah pernyataan resmi mengatakan bahwa perusahaan sedang berinvestasi lebih dalam pada dunia yang dicintai para pemain. “Kami memberikan peran yang lebih besar kepada para kreator dalam membentuk pengalaman bermain, dan menyatukan tim kami agar game dapat dirilis lebih cepat, didukung lebih lama, dan terus dikembangkan bersama Anda selama beberapa dekade mendatang,” ujar Howard.

Konfirmasi ini menjadi angin segar bagi para penggemar seri Fallout yang telah menanti lebih dari satu dekade sejak perilisan Fallout 4, yang merupakan seri utama terakhir dalam franchise tersebut. Sejak saat itu, waralaba ini hanya diperluas melalui spin-off online Fallout 76 dan serial televisi live-action.

Detail Proyek Fallout 5 dan Proyek Lainnya

Meskipun telah dikonfirmasi, Howard mengakui bahwa Fallout 5 masih dalam fase praproduksi dan belum memiliki detail lebih lanjut. Ia menyebutkan bahwa “Fallout adalah salah satu prioritas terbesar kami saat ini” dan “Fallout 5 tetap menjadi tujuan jangka panjang kami.” Proyek ini digambarkan masih jauh dari tahap perilisan.

Selain Fallout 5, Howard juga mengungkapkan bahwa studio Obsidian Entertainment tengah mengembangkan game Fallout baru. Obsidian dikenal sebagai pengembang Fallout: New Vegas yang dirilis pada 2010. “Kami akan membagikan informasi lebih lanjut di masa depan,” kata Howard.

Tak hanya itu, remaster untuk Fallout 3 dan Fallout: New Vegas juga dikonfirmasi sedang dalam pengembangan, meskipun belum ada tanggal rilis yang diumumkan. Langkah ini menunjukkan komitmen Bethesda untuk menghidupkan kembali warisan klasik dari franchise tersebut.

Nasib The Elder Scrolls VI dan Starfield

Howard juga memberikan pembaruan mengenai The Elder Scrolls VI yang diumumkan pada 2018. Ia mengatakan bahwa game tersebut akan menggunakan platform teknologi yang sama dengan Fallout 5. “Ini adalah fokus pengembangan utama kami saat ini, dengan sebagian besar tim kami saat ini mengerjakan babak berikutnya dari franchise ini,” jelas Howard. Ia menambahkan bahwa tim berada “di mana yang kami rencanakan, menyukai tampilannya, dan memainkannya setiap hari.”

Sementara itu, mengenai Starfield, Howard menegaskan bahwa franchise tersebut “tetap menjadi bagian penting dari masa depan kami.” Hal ini memberikan kepastian bagi penggemar game ruang angkasa tersebut bahwa Bethesda belum meninggalkan proyek ambisiusnya.

Damage Control di Tengah Restrukturisasi

Rentetan pengumuman ini terjadi di tengah gejolak internal di Xbox. CEO Xbox, Asha Sharma, sebelumnya menyatakan bahwa sebagai bagian dari perubahan besar, merek tersebut akan lebih fokus pada franchise yang paling menguntungkan. Tujuannya adalah menjadi “salah satu dari sedikit perusahaan yang menghibur lebih dari satu miliar orang setiap hari,” sebuah target yang dianggap ambisius oleh banyak pengamat industri.

Bethesda, yang diakuisisi Xbox bersama perusahaan induknya ZeniMax sebesar $7,5 miliar pada 2021, kini menjadi ujung tombak strategi tersebut. Namun, waktu pengumuman ini — hanya beberapa minggu setelah ajang showcase besar Xbox pada Juni — menimbulkan spekulasi bahwa ini adalah bentuk damage control. Perusahaan tampaknya berusaha menunjukkan bahwa masa depan tidaklah suram seperti yang terlihat setelah pemotongan besar-besaran tersebut.

Pengumuman game baru Bethesda ini datang pada minggu yang sama ketika para karyawan ZeniMax mengadakan aksi unjuk rasa di Maryland untuk memprotes PHK. Situasi ini menambah ketegangan antara manajemen dan tenaga kerja di tengah transformasi besar yang sedang berlangsung.

Keputusan Xbox untuk melakukan Restrukturisasi Xbox dengan PHK massal telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengembang dan penggemar. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Microsoft untuk mengefisienkan operasional di tengah tekanan pasar yang semakin kompetitif.

Sebelumnya, Microsoft Pertimbangkan PHK Besar dan bahkan opsi spin-off divisi Xbox sebagai bagian dari evaluasi strategis. Keputusan akhir untuk tetap mempertahankan divisi game namun dengan pemangkasan signifikan menunjukkan arah baru perusahaan dalam mengelola portofolio hiburannya.

Implikasi dari langkah ini cukup jelas bagi para pemain dan pengembang. Bagi pemain, konfirmasi Fallout 5 dan proyek-proyek lain memberikan harapan akan masa depan franchise favorit mereka. Namun, di sisi lain, PHK massal menimbulkan pertanyaan tentang kesejahteraan para kreator yang membuat game-game tersebut. Bagi industri, ini menjadi sinyal bahwa bahkan studio ternama sekalipun tidak kebal terhadap tekanan ekonomi dan restrukturisasi korporat.

Dengan pengumuman ini, Xbox dan Bethesda berusaha menyeimbangkan antara kebutuhan bisnis jangka pendek dan visi jangka panjang. Fokus pada franchise utama seperti Fallout, The Elder Scrolls, dan Starfield menunjukkan bahwa perusahaan ingin memaksimalkan nilai dari aset intelektual yang telah mereka akuisisi dengan harga miliaran dolar. Namun, keberhasilan strategi ini akan sangat tergantung pada kemampuan mereka untuk mempertahankan talenta kreatif di tengah gejolak internal yang masih berlangsung.

Bagi para penggemar yang telah menanti sejak Fallout 4 dirilis lebih dari satu dekade lalu, berita ini setidaknya memberikan kepastian bahwa waralaba tersebut masih hidup dan akan terus berkembang. Namun, perjalanan menuju perilisan Fallout 5 masih panjang, dan banyak hal bisa berubah seiring waktu mengingat kondisi industri game yang dinamis.

Pengamat industri menilai bahwa langkah Xbox ini adalah upaya untuk meredam kekhawatiran publik setelah rangkaian PHK yang mengguncang ekosistem game. Dengan mengumumkan proyek-proyek besar secara beruntun, perusahaan berharap dapat mengalihkan perhatian dari isu ketenagakerjaan yang sedang memanas. Namun, efektivitas strategi ini masih harus diuji seiring berjalannya waktu.

Ke depannya, para pemain dan investor akan mengamati dengan saksama bagaimana Xbox dan Bethesda menjalankan rencana mereka. Apakah fokus pada franchise utama akan menghasilkan game berkualitas tinggi yang dapat memenuhi ekspektasi, atau justru akan mengorbankan inovasi dan kreativitas demi keamanan finansial jangka pendek. Hanya waktu yang akan menjawab.