Uji Terbang Starship Gagal, Saham SpaceX Anjlok ke Level Terendah

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi foto Elon Musk dengan efek warna yang mencolok
  • SpaceX gagal melaksanakan uji terbang ke-13 Starship karena sistem komputer membatalkan peluncuran
  • Harga saham SpaceX anjlok ke rekor terendah USD 124, turun 45% dari puncak USD 225
  • Nilai pasar perusahaan diperkirakan akan berkurang lebih dari USD 1 triliun
  • SpaceX kehilangan USD 5 miliar tahun lalu, sementara xAI membakar USD 6,4 miliar
  • Morgan Stanley masih optimis dengan target harga USD 300 per saham
  • Musk menggabungkan SpaceX dengan xAI menjadi SpaceXAI, menambah kekhawatiran investor
  • Kegagalan Starship mengancam visi besar Musk untuk pusat data orbital dan kolonisasi Mars

JBNews.id — SpaceX gagal melaksanakan uji terbang ke-13 roket Starship pada Kamis malam setelah sistem komputer secara otomatis membatalkan peluncuran saat mesin menyala dan hitungan mundur mencapai angka nol. Insiden ini langsung berdampak pada harga saham perusahaan yang baru sebulan melantai di bursa.

CEO SpaceX Elon Musk mengonfirmasi bahwa “beberapa mesin tidak menyala” dan menambahkan bahwa upaya peluncuran berikutnya diharapkan dapat dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Kegagalan ini menjadi ujian berat bagi SpaceX yang baru saja melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada bulan lalu.

Dampak kegagalan uji terbang Starship langsung terlihat di pasar modal. Harga saham SpaceX anjlok ke rekor terendah USD 124 sebelum pulih ke kisaran USD 126. Angka tersebut jauh di bawah harga IPO sebesar USD 135 dan semakin memperburuk kinerja saham yang sudah tertekan dalam beberapa pekan terakhir.

Data menunjukkan bahwa nilai saham SpaceX telah turun hampir 14 persen dalam lima hari terakhir. Lebih mencengangkan lagi, harga saham saat ini merosot 45 persen dibandingkan rekor tertinggi sepanjang masa di USD 225 yang terjadi hanya sebulan yang lalu. Kondisi ini mencerminkan keraguan investor terhadap prospek perusahaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

Menurut laporan Bloomberg, SpaceX diperkirakan akan kehilangan lebih dari USD 1 triliun nilai pasar dibandingkan rekor tertinggi pada 16 Juni lalu. Penurunan nilai pasar yang masif ini menempatkan SpaceX dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan di mata investor institusional maupun ritel.

Kegagalan Starship bukan satu-satunya faktor yang membebani saham SpaceX. Indeks Nasdaq komposit juga tergelincir hampir dua persen dalam perdagangan awal pagi ini. Investor berbondong-bondong menjual saham produsen chip kecerdasan buatan (AI) seiring meningkatnya kekhawatiran akan terbentuknya gelembung pasar di sektor teknologi.

Keputusan Kontroversial Menggabungkan SpaceX dengan xAI

Keputusan Elon Musk untuk menggabungkan SpaceX dengan perusahaan rintisan AI miliknya, xAI, yang kini telah berganti nama menjadi SpaceXAI, semakin menambah beban bagi perusahaan. Langkah ini memaksa SpaceX untuk bekerja ekstra meyakinkan investor bahwa valuasi perusahaannya yang tinggi masih dapat dipertahankan.

Kondisi keuangan kedua entitas sebelum merger juga menunjukkan gambaran yang kurang menggembirakan. SpaceX mencatat kerugian hampir USD 5 miliar tahun lalu, sementara xAI membakar dana sebesar USD 6,4 miliar pada periode yang sama. Total kerugian gabungan mencapai lebih dari USD 11 miliar, angka yang sulit diabaikan oleh para pemegang saham.

Meskipun kinerja saham sedang terpuruk, sejumlah analis Wall Street masih optimistis terhadap prospek jangka panjang SpaceX. Morgan Stanley, misalnya, meyakini bahwa harga saham perusahaan dapat mencapai USD 300, lebih dari dua kali lipat harga saat ini. Keyakinan ini didasarkan pada potensi bisnis antariksa yang masih sangat besar di masa depan.

Musk sendiri pernah menyatakan bahwa “SpaceX akan bernilai lebih dari seluruh ekonomi Bumi jika kami mencapai tujuan kami.” Namun, dengan kegagalan uji terbang Starship yang masih berulang, pernyataan tersebut kini dihadapkan pada skeptisisme yang semakin besar dari para investor.

Kegagalan Starship ini menjadi pukulan telak karena roks tersebut merupakan tulang punggung visi besar Musk untuk SpaceX. Mulai dari pembangunan pusat data orbital bertenaga AI raksasa hingga rencana kolonisasi Bulan dan Mars, semuanya bergantung pada keberhasilan wahana antariksa raksasa ini.

Setelah bertahun-tahun melakukan uji coba, SpaceX belum pernah berhasil menyelesaikan rangkaian misi yang sempurna, yaitu mencapai luar angkasa sekaligus mendarat dalam kondisi utuh. Setiap kegagalan semakin memperkuat pertanyaan investor mengenai kapan roket ini benar-benar akan beroperasi secara komersial.

Para investor kini diperkirakan akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit dalam rapat pemegang saham mendatang. Mereka ingin mengetahui jadwal yang lebih realistis untuk keberhasilan uji terbang serta strategi perusahaan dalam mengatasi hambatan teknis yang masih muncul.

Kegagalan uji terbang Starship ke-13 ini menjadi pengingat bahwa perjalanan SpaceX menuju eksplorasi antariksa masih panjang dan penuh tantangan. Bagi investor yang telah menanamkan modal besar, pertanyaan terbesarnya kini adalah: berapa lama lagi mereka harus menunggu sebelum visi Musk benar-benar terwujud?

Implikasinya bagi pasar saham cukup jelas. Selama Starship belum berhasil menyelesaikan misinya secara utuh, tekanan terhadap harga saham SpaceX kemungkinan akan terus berlanjut. Investor yang berharap pada keajaiban teknologi Musk harus bersabar, sementara mereka yang ragu mungkin akan mencari peluang investasi lain yang risikonya lebih terukur.

Perusahaan kini berada dalam situasi yang sulit. Di satu sisi, kegagalan teknis harus segera diatasi. Di sisi lain, tekanan dari pasar saham menuntut hasil yang cepat. Kombinasi keduanya menempatkan SpaceX pada posisi yang sangat menantang dalam beberapa bulan ke depan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai dampak kegagalan ini terhadap pasar saham, baca artikel tentang short seller raup untung dari penurunan saham SpaceX. Sementara itu, perkembangan pesaing seperti China sukses daratkan roket menunjukkan bahwa persaingan di industri antariksa semakin ketat.

Dengan semua tantangan yang ada, publik dan investor kini menanti langkah selanjutnya dari SpaceX. Apakah perusahaan akan mampu bangkit kembali atau justru semakin terpuruk? Jawabannya akan sangat bergantung pada keberhasilan uji terbang Starship berikutnya yang dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan.