JBNews.id ā Dua analis terkemuka memprediksi iPhone 18e akan hadir dengan peningkatan RAM dari 8 GB menjadi 9 GB, sebuah langkah yang dianggap signifikan di tengah krisis memori global yang tengah melanda industri teknologi. Ming-Chi Kuo dari TF International Securities dan Jeff Pu dari GF Securities memperkirakan Apple akan memberikan tingkatan spesifikasi baru untuk ponsel seri menengahnya tersebut.
Meski peningkatan dari 8 GB ke 9 GB terdengar kecil, kondisi kekurangan memori di industri teknologi membuat kabar ini menjadi angin segar. Apalagi, Apple dikenal tidak biasanya membuat kejutan untuk ponsel seri menengahnya. Keputusan ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tetap kompetitif di tengah tekanan pasar.
Posisi iPhone 18e di Antara Ambang Batas RAM
Apple mensyaratkan iPhone memiliki setidaknya 8 GB RAM untuk mendukung Apple Intelligence. Sementara itu, fitur canggih seperti AI dictation yang disempurnakan dan suara Siri yang ekspresif membutuhkan kapasitas 12 GB. iPhone 18e dengan RAM 9 GB berada di antara kedua ambang batas tersebut.
Kapasitas 9 GB tidak akan membuka fitur AI kelas atas, tetapi memberikan Apple ruang untuk kebutuhan software di masa mendatang tanpa melampaui batas 12 GB pada perangkat dengan harga terjangkau. Ini adalah strategi yang cermat dari Apple untuk menyeimbangkan performa dan biaya produksi.
Baca Juga:
Jadwal Rilis dan Spek Lainnya
Dikutip detikINET dari Gizchina, Selasa (4/8/2026), Apple berencana merilis iPhone 18e pada Maret mendatang. Selain peningkatan RAM, iPhone 18e diperkirakan akan mempertahankan posisi terjangkau yang menjadi ciri khas iPhone 16e. Tidak ada rumor tentang perubahan desain besar-besaran untuk model ini.
Chip yang digunakan hampir pasti merupakan varian seri A yang kemungkinan selangkah lebih lambat dari apa pun yang Apple gunakan pada jajaran iPhone 18 Pro. Strategi ini konsisten dengan pendekatan Apple untuk membedakan lini produk premium dan seri menengah.

Signifikansi Angka 9 GB
Angka 9 GB menjadi hal yang penting di sini. Bukan karena spesifikasinya yang dramatis, melainkan peningkatan RAM pada ponsel murah di tengah kekurangan memori global menunjukkan Apple ingin ponsel kelas bawahnya sekalipun dapat mengimbangi perkembangan AI yang sedang masif-masifnya. Ini adalah sinyal kuat tentang arah strategi jangka panjang perusahaan.
Krisis memori global sendiri telah berdampak luas pada industri teknologi. Beberapa produk lain juga mengalami dampak serupa, seperti yang terlihat pada krisis stok Mac Mini yang waktu tunggunya mencapai tiga bulan. Situasi ini menunjukkan betapa ketatnya pasokan komponen memori saat ini.
Dampak bagi Konsumen dan Industri
Keputusan Apple untuk tetap meningkatkan RAM iPhone 18e di tengah krisis menunjukkan prioritas perusahaan pada pengalaman pengguna. Bagi konsumen yang menunggu ponsel seri menengah dengan performa AI yang mumpuni, kabar ini tentu menggembirakan.
Menariknya, tidak semua perusahaan menghadapi krisis ini dengan cara yang sama. Sebagai contoh, Sony memastikan pasokan RAM PS5 aman di tengah krisis chip global, menunjukkan bahwa manajemen rantai pasokan yang baik menjadi kunci di masa sulit seperti ini.
Dengan rencana rilis Maret mendatang, iPhone 18e akan menjadi salah satu peluncuran yang paling dinantikan di awal tahun 2027. Kehadiran RAM 9 GB di segmen harga menengah bisa menjadi standar baru bagi kompetitor untuk mengikuti jejak Apple.
Keputusan ini juga mencerminkan keyakinan Apple pada pertumbuhan pasar AI mobile. Dengan memberikan kapasitas RAM tambahan pada lini produk terjangkaunya, Apple memastikan ekosistem penggunanya siap menghadapi gelombang aplikasi AI yang akan terus berkembang.
Bagi pengguna yang sedang mempertimbangkan untuk membeli iPhone seri menengah, kabar ini memberikan alasan kuat untuk menunggu peluncuran iPhone 18e. Kombinasi harga terjangkau, RAM yang lebih besar, dan dukungan AI yang semakin baik menjadikannya pilihan menarik di kelasnya.




