JBNews.id — OpenAI tengah mengembangkan perangkat pertamanya berupa speaker pintar yang memungkinkan pengguna berbicara langsung dengan ChatGPT. Perangkat ini dijadwalkan rilis pada 2027 sebagai bagian dari lini hardware yang lebih besar.
Menurut laporan Bloomberg, speaker tersebut tidak akan dilengkapi layar, melainkan menggunakan kamera dan sensor tambahan untuk “memahami” lingkungan sekitar pengguna. Perangkat ini akan memiliki baterai isi ulang yang memungkinkan pengguna membawanya ke mana saja.
Speaker pintar ini akan menawarkan kontrol rumah pintar, kemampuan memutar media, menjawab pertanyaan, dan merespons pesan. Bloomberg juga melaporkan bahwa perangkat tersebut akan menggunakan GPT-Live, model suara terbaru OpenAI yang diumumkan pekan lalu.
Yang menarik, perangkat ini disebut memiliki “elemen mekanis yang dapat bergerak sendiri” untuk “terhubung secara manusiawi dengan pengguna.” Ini menunjukkan ambisi OpenAI untuk menciptakan interaksi yang lebih alami antara manusia dan AI.
Kolaborasi dengan Jony Ive
Openai berkolaborasi dengan mantan desainer Apple, Jony Ive, dalam pengembangan perangkat baru ini. Kolaborasi ini terjadi setelah OpenAI mengakuisisi perusahaan desain Ive, io Products, dengan nilai hampir US$6,5 miliar.
Laporan Bloomberg juga menyebutkan bahwa OpenAI saat ini memiliki “kira-kira” lima perangkat dalam lini hardware mereka. Ini menandakan ambisi besar perusahaan AI tersebut untuk merambah pasar perangkat keras.
Selain speaker pintar, OpenAI juga tengah menyiapkan gadget bernama Codex Micro yang dibuat bekerja sama dengan Work Louder. Perangkat ini dijadwalkan rilis pada 15 Juli.
Rencana hardware OpenAI ini muncul di tengah ketegangan dengan Apple. Beberapa hari sebelum laporan Bloomberg, Apple mengajukan gugatan terhadap OpenAI yang menuduh perusahaan AI tersebut mencuri rahasia hardware. Dalam pernyataan pada Selasa, OpenAI mengatakan bahwa mereka “tidak mengetahui adanya bukti bahwa keluhan ini beralasan.”
Baca Juga:
Fitur dan Kemampuan
Speaker pintar OpenAI akan menggunakan kamera untuk mengenali objek atau orang di sekitarnya, mirip dengan laporan The Information pada Februari lalu tentang perangkat serupa. Kemampuan ini membuka berbagai kemungkinan penggunaan, mulai dari asisten rumah tangga hingga alat bantu produktivitas.
Dengan baterai isi ulang yang portabel, pengguna dapat membawa perangkat ini ke berbagai tempat. Ini berbeda dari speaker pintar konvensional yang biasanya terhubung ke listrik.
Penggunaan GPT-Live sebagai inti kecerdasan buatan menjanjikan kualitas interaksi suara yang lebih baik. Model suara terbaru OpenAI ini dirancang untuk memberikan respons yang lebih alami dan kontekstual.
OpenAI belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar mengenai laporan ini. Namun, perkembangan ini menunjukkan bagaimana perusahaan AI terdepan mulai merambah ke perangkat keras, bersaing langsung dengan pemain mapan seperti Amazon, Google, dan Apple.
Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran speaker pintar AI ini bisa menjadi alternatif menarik di pasar asisten virtual yang masih didominasi perangkat berbahasa Inggris. Belum ada informasi apakah perangkat ini akan mendukung bahasa Indonesia saat peluncuran.
Implikasi dari langkah OpenAI ini cukup signifikan. Dengan mengintegrasikan ChatGPT ke dalam perangkat fisik, OpenAI tidak hanya bersaing di ranah software AI tetapi juga langsung memasuki pasar hardware konsumen. Ini bisa mengubah lanskap persaingan di industri teknologi.
Para analis memperkirakan bahwa speaker pintar OpenAI akan menjadi pesaing serius bagi Amazon Echo dan Google Nest, terutama jika berhasil menghadirkan pengalaman interaksi AI yang lebih canggih. Keberhasilan perangkat ini akan sangat bergantung pada kualitas integrasi hardware dan software.
Dampak pada Industri
Langkah OpenAI memasuki pasar hardware terjadi di saat yang menarik. Di satu sisi, gugatan Apple bisa menjadi hambatan serius. Di sisi lain, kolaborasi dengan Jony Ive memberikan kredibilitas desain yang kuat.
Persaingan di pasar speaker pintar semakin ketat. Amazon, Google, dan Apple telah lama mendominasi pasar ini. Namun, kehadiran AI generatif seperti ChatGPT bisa menjadi pembeda utama bagi OpenAI.
Kemampuan perangkat untuk “memahami” lingkungan melalui kamera dan sensor juga membuka kemungkinan penggunaan yang lebih luas dibandingkan speaker pintar konvensional. Ini bisa menjadi nilai jual utama bagi konsumen yang mencari teknologi rumah pintar yang lebih cerdas.
Bagi para pengembang dan kreator konten, kehadiran perangkat ini bisa membuka peluang baru untuk aplikasi dan layanan berbasis AI. Ekosistem pengembang akan menjadi faktor kunci dalam kesuksesan jangka panjang perangkat ini.
Di sisi lain, Elon Musk mengolok-olok Sam Altman setelah OpenAI digugat Apple, menambah drama di industri teknologi. Ini menunjukkan betapa panasnya persaingan di dunia AI saat ini.
OpenAI sebelumnya juga menghentikan browser Atlas yang gagal bersaing dengan Chrome. Namun, perusahaan terus bergerak maju dengan inisiatif baru, termasuk ChatGPT Work untuk tugas kompleks.
Speaker pintar ini hanyalah awal dari ambisi hardware OpenAI yang lebih besar. Dengan lima perangkat dalam pengembangan, perusahaan tampaknya serius membangun ekosistem perangkat keras yang terintegrasi dengan layanan AI mereka.
Para pengamat industri akan mencermati bagaimana OpenAI menyeimbangkan pengembangan hardware dengan tantangan hukum dan persaingan yang ada. Keberhasilan proyek ini bisa menjadi tolok ukur bagi perusahaan AI lain yang ingin merambah perangkat keras.
Satu hal yang pasti: industri teknologi akan berubah secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, dan OpenAI ingin berada di garis depan perubahan tersebut. Speaker pintar AI ini bisa menjadi langkah pertama menuju masa depan di mana AI tidak hanya ada di layar, tetapi juga di sekitar kita.




