Apple Gugat OpenAI atas Pencurian Rahasia Dagang

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Logo OpenAI di atas latar belakang gelap dengan efek cahaya biru
  • Apple menggugat OpenAI di pengadilan federal California Utara atas tuduhan pencurian rahasia dagang
  • OpenAI dituduh mencuri kekayaan intelektual Apple untuk mengembangkan produk hardware mereka
  • Kepala hardware OpenAI, Tang Tan (mantan VP Apple), jadi salah satu tergugat utama
  • Apple menuding OpenAI melatih karyawan yang mengundurkan diri cara menghindari prosedur keamanan
  • Mantan karyawan Apple, Chang Liu, dituduh mencuri laptop Apple untuk OpenAI
  • Hubungan kedua perusahaan mendingin sejak OpenAI akuisisi startup mantan desainer Apple, Jony Ive
  • Gugatan muncul saat OpenAI bersiap IPO yang diproyeksi mencetak sejarah
  • Kasus ini bisa jadi preseden baru perlindungan kekayaan intelektual di era AI

JBNews.id — Apple menggugat OpenAI di pengadilan federal California Utara atas tuduhan pencurian rahasia dagang. Pembuat ChatGPT itu dituding mengambil kekayaan intelektual milik Apple untuk mengembangkan produk hardware mereka sendiri.

“Di setiap tingkatan, mulai dari anggota Staf Teknis hingga Chief Hardware Officer, serta dalam koordinasinya dengan para mitra bisnis, OpenAI mencuri rahasia dagang dan informasi rahasia Apple,” sebut perusahaan tersebut dalam dokumen hukumnya.

Gugatan ini merupakan perubahan situasi yang mengejutkan bagi kedua belah pihak. Sebelumnya, mereka sempat menjalin kemitraan besar tahun 2024 ketika ChatGPT diintegrasikan ke sistem operasi iPhone. Hubungan kedua perusahaan mendingin sejak OpenAI mengumumkan rencana merambah industri hardware tahun lalu, ditandai akuisisi startup milik mantan desainer Apple, Jony Ive, yang bernama IO Products senilai USD 6,4 miliar. Imbasnya, versi baru asisten virtual Siri beralih menggunakan AI Gemini dari Google.

Sebagian besar tuduhan Apple melibatkan mantan karyawan yang diwawancarai atau bergabung dengan OpenAI. Apple menuduh kepala hardware OpenAI, Tang Tan, yang juga mantan wakil presiden Apple, mengarahkan karyawan Apple yang diwawancarai OpenAI untuk membagi rahasia sebagai bagian proses rekrutmen. Tan adalah salah satu tergugat.

“Ia telah mengarahkan para kandidat pelamar yang masih bekerja di Apple untuk membawa komponen asli dari Apple ke sesi wawancara. Dalam sesi tampil dan ceritakan tersebut, ia dan timnya di OpenAI dapat memancing lebih banyak lagi informasi rahasia Apple,” ungkap Apple yang dikutip dari CNBC.

Apple juga menuding OpenAI melatih karyawan Apple yang hendak mengundurkan diri tentang cara menghindari prosedur keamanan saat meninggalkan perusahaan. Selain itu, Apple menuduh Chang Liu, mantan karyawannya yang kini bergabung OpenAI, mencuri laptop Apple. Dokumen tersebut juga menyebutkan keyakinan Apple bahwa OpenAI meminta perusahaan hardware melakukan teknik finishing logam yang diciptakan Apple. OpenAI dituduh menyesatkan mitra dengan membuat mereka percaya bahwa mereka mendapatkan izin Apple untuk melakukannya.

OpenAI

“Baru-baru ini, muncul bukti signifikan yang menunjukkan bahwa sejumlah individu yang dipekerjakan OpenAI mengambil informasi rahasia Apple secara tidak sah, khususnya terkait teknologi, proses, dan produk kami yang belum dirilis,” jelas perwakilan Apple.

Perwakilan OpenAI memberikan pernyataan balasan. “Kami sama sekali tidak tertarik rahasia dagang perusahaan lain. Kami tetap fokus membangun teknologi inovatif yang dapat memberdayakan masyarakat di mana saja,” sebut mereka.

Rentetan masalah hukum ini menghadirkan risiko baru bagi OpenAI, ketika mereka tengah bersiap menuju Penawaran Saham Perdana (IPO) yang diproyeksi mencetak sejarah. Gugatan Apple muncul dua bulan setelah OpenAI menang persidangan melawan CEO Tesla, Elon Musk. Juri memutuskan Musk yang ikut mendirikan OpenAI terlalu lama menunggu untuk menggugat. Gugatan Musk didasari klaim bahwa Altman, co-founder Greg Brockman, dan perusahaan melanggar kesepakatan awal untuk menjalankan entitas sebagai organisasi nirlaba.

Kasus ini menjadi salah satu perseteruan hukum terbesar di industri teknologi. Persaingan antara Apple dan OpenAI semakin memanas, terutama setelah Apple beralih menggunakan AI Gemini dari Google untuk asisten virtual Siri. Langkah ini menunjukkan perpecahan yang semakin dalam antara kedua perusahaan yang sebelumnya merupakan mitra strategis.

Analis industri memprediksi gugatan ini akan berdampak signifikan terhadap rencana IPO OpenAI yang diproyeksikan menjadi salah satu penawaran saham terbesar dalam sejarah. Investor kini akan lebih berhati-hati menilai risiko hukum yang dihadapi perusahaan pengembang ChatGPT tersebut.

Apple sendiri terus mengembangkan teknologi AI secara internal melalui Apple Neural Engine, sebuah chip AI yang awalnya dikembangkan dari proyek mobil otonom. Perusahaan juga tengah mempersiapkan 5 iPhone baru hingga 2027 dan mulai melirik chip buatan China.

Sidang perdana kasus ini dijadwalkan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Apple meminta ganti rugi yang belum disebutkan jumlahnya serta perintah pengadilan untuk menghentikan penggunaan rahasia dagang yang diduga dicuri oleh OpenAI.

Implikasinya bagi industri teknologi sangat luas. Kasus ini bisa menjadi preseden baru dalam perlindungan kekayaan intelektual di era kecerdasan buatan. Perusahaan teknologi kini harus lebih berhati-hati dalam merekrut karyawan dari kompetitor, terutama yang memiliki akses ke informasi sensitif. Bagi pengguna biasa, kasus ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di industri AI dan bagaimana rahasia dagang menjadi aset paling berharga yang diperebutkan oleh raksasa teknologi global.