Aplikasi Antizuck Klaim Bisa Deteksi Kacamata Pintar di GIIAS

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi kacamata pintar Ray-Ban Meta yang desainnya mirip kacamata biasa
  • Aplikasi Antizuck Smart Glasses Scanner tersedia di App Store dengan harga Rp 49.000
  • Bekerja dengan memantau sinyal Bluetooth dari kacamata pintar di sekitar pengguna
  • Mendukung deteksi Meta Glasses, Meta Ray-Ban, Snap Spectacles, Amazon Echo Frames, dan RayNeo
  • Fitur: peringatan lokal, widget lock screen, riwayat deteksi, dan mode bisukan
  • Data deteksi disimpan lokal, tanpa akun, bebas iklan dan tracking analytic
  • Akurasi terbatas karena sinyal Bluetooth tidak memancar terus-menerus
  • Belum tersedia di Google Play Store, hanya untuk pengguna iPhone

JBNews.id — Media sosial diramaikan kasus kreator yang merekam usher di GIIAS menggunakan kacamata pintar tanpa izin. Menanggapi polemik tersebut, sebuah aplikasi bernama Antizuck Smart Glasses Scanner diklaim mampu mendeteksi keberadaan kacamata pintar di sekitar pengguna.

Aplikasi Antizuck saat ini tersedia untuk perangkat iPhone dan dapat dibeli di App Store dengan harga Rp 49.000. Berdasarkan pantauan detikINET, aplikasi ini belum tersedia di Google Play Store, sehingga hanya pengguna iPhone yang dapat mengaksesnya untuk saat ini.

Antizuck baru dirilis di App Store sekitar dua minggu lalu, namun popularitasnya meroket dengan cepat. Meski berbayar, aplikasi ini langsung menempati peringkat tiga dalam daftar aplikasi berbayar App Store di Amerika Serikat.

Cara Kerja Antizuck Mendeteksi Kacamata Pintar

Antizuck bekerja dengan memantau sinyal Bluetooth yang mungkin terkait dengan kacamata pintar. Aplikasi ini menampilkan sinyal di dekat pengguna sebagai titik-titik kecil yang memberikan perkiraan jarak dan tingkat kepercayaan. Dengan begitu, pengguna dapat mengetahui apakah ada kacamata pintar di sekitarnya.

Perangkat yang didukung aplikasi ini meliputi Meta Glasses, Meta Ray-Ban, Snap Spectacles, Amazon Echo Frames, dan kacamata pintar RayNeo. Namun perlu dicatat, akurasi aplikasi ini mungkin tidak sempurna karena perangkat kacamata pintar tidak memancarkan sinyal Bluetooth secara terus-menerus.

Kacamata Pintar Ray-Ban Meta

Sinyal Bluetooth dari kacamata pintar hanya terlihat ketika perangkat diaktifkan, dalam proses pemasangan, atau saat membuka wadah pengisian daya. Kondisi ini membatasi efektivitas deteksi secara real-time.

Fitur Lengkap dan Jaminan Privasi

Aplikasi Antizuck dilengkapi sejumlah fitur yang dirancang untuk memudahkan deteksi. Pengguna dapat mengaktifkan peringatan lokal yang muncul bahkan ketika aplikasi ditutup, meninjau ulang kacamata yang pernah dideteksi sebelumnya, dan membisukan notifikasi. Antizuck juga memiliki widget yang dapat ditampilkan di halaman depan atau lock screen iPhone sehingga pengguna bisa memantau status deteksi dengan cepat.

Pengembang Antizuck mengklaim aplikasi ini menyimpan semua data deteksi secara lokal di perangkat pengguna. Riwayat sinyal tidak akan dikirim ke server eksternal, dan pengguna tidak perlu membuat akun baru untuk menggunakan aplikasi ini.

Antizuck juga menjanjikan aplikasi bebas iklan dan tracking analytic, serta tidak mengakses kamera, mikrofon, perekam layar, atau data lokasi. Pengembangnya menegaskan aplikasi ini dirancang untuk memberikan kesadaran tentang sinyal di sekitar, tanpa berupaya mengidentifikasi individu, mengonfirmasi aktivitas perekaman, atau menentukan arah perangkat.

Polemik perekaman di GIIAS ini menyoroti meningkatnya kekhawatiran publik terhadap privasi kacamata pintar. Desain kacamata pintar yang mirip kacamata biasa membuat perangkat ini sulit dikenali secara kasat mata, sehingga memunculkan risiko penyalahgunaan kamera tersembunyi.

Kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi, dan berbagai upaya pelarangan kacamata AI dinilai belum efektif mengatasi masalah ini. Kehadiran aplikasi seperti Antizuck menjadi salah satu solusi teknologi yang ditawarkan untuk merespons kekhawatiran tersebut.

Bagi pengguna yang ingin lebih memahami risiko dan cara mengidentifikasi perangkat ini, tersedia panduan deteksi dini yang dapat dijadikan referensi tambahan.

Kehadiran Antizuck di tengah polemik ini menunjukkan bagaimana pasar merespons kebutuhan akan alat deteksi perangkat tersembunyi. Meski akurasinya masih terbatas oleh sifat sinyal Bluetooth yang tidak kontinu, minat publik yang tinggi tercermin dari lonjakan popularitas aplikasi ini di App Store.

Implikasinya, kesadaran publik terhadap privasi di ruang publik semakin meningkat. Aplikasi semacam ini bisa menjadi alat bantu bagi individu yang ingin melindungi diri dari potensi perekaman tanpa izin, meski efektivitasnya masih perlu diuji lebih lanjut dalam berbagai kondisi nyata.