JBNews.id — X (sebelumnya Twitter) mengumumkan perubahan kecil pada algoritmanya yang akan meningkatkan visibilitas unggahan dari pengguna yang saling mengikuti (mutuals). Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah di mana unggahan dari teman-teman pengguna kurang muncul di kolom balasan, sehingga membuat kolom tersebut terasa seperti medan pertempuran dengan orang-orang yang tidak dikenal.
Kepala produk X, Nikita Bier, mengakui dalam sebuah unggahan pada Senin (22/6/2026) bahwa algoritma X selama ini “kehilangan” data tentang unggahan dari orang-orang yang diikuti balik oleh pengguna. “Kami meluncurkan penyesuaian kecil untuk meningkatkan visibilitas unggahan Anda kepada mutuals (orang yang Anda ikuti balik),” tulis Bier. Ia menambahkan, “Kami melihat data ini hilang dari algoritma dan itu membuat teman-teman Anda jarang muncul di balasan Anda. Akibatnya, bagian balasan terasa lebih seperti medan pertempuran dengan orang-orang yang tidak Anda kenal.”
Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan di platform, alih-alih menyoroti dan menyebarkan argumen acak. Bier tidak menjelaskan secara detail bagaimana data tersebut bisa hilang dari algoritma X. Namun, langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan X untuk mengatasi kecenderungan platform yang lebih mengutamakan kontroversi dibandingkan jenis diskusi lainnya.
Fokus pada Komunitas dan Konten Orisinal
Sebelumnya, pada pekan lalu, Bier juga menyatakan bahwa pengguna yang memposting konten orisinal akan “naik lebih cepat” setelah mengakui bahwa akun-akun besar di platform sering memposting kontur “curian” yang didaur ulang dari pengguna lain. Penyesuaian algoritma terbaru ini diharapkan dapat melengkapi upaya tersebut untuk mendorong terciptanya lingkungan yang lebih positif dan berbasis komunitas.
“Ini juga akan membantu kluster (kelompok) terbentuk di sekitar minat dengan lebih mudah, seperti yang diminta banyak orang,” jelas Bier. Fokus pada komunitas ini mengikuti langkah serupa yang baru-baru ini diterapkan oleh platform pesaing seperti Threads dan Bluesky. Ketika Meta mengumumkan bahwa Threads telah melewati 500 juta pengguna aktif bulanan pada bulan lalu, perusahaan itu menyatakan, “Pertumbuhan ini didorong oleh komunitas — kelompok orang yang berkumpul di sekitar percakapan yang mereka pedulikan, dari buku hingga basket hingga parenting hingga musik.”
Dalam konteks persaingan platform media sosial, perubahan algoritma X ini menjadi sorotan. Untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana platform lain mengelola privasi dan keamanan, Anda dapat membaca artikel terkait tentang Keamanan Siber 2026 dari Meta, xAI, dan Google.
Perubahan Strategi di Platform Lain
Bluesky, salah satu pesaing utama X, juga telah mengumumkan perubahan strategi. COO Bluesky, Rose Wang, mengatakan bulan lalu bahwa platform tersebut beralih dari menjadi “town square” ala Twitter. CEO tetap Bluesky yang baru, Toni Schneider, menggemakan pesan tersebut pekan lalu, dengan mengatakan bahwa Bluesky akan fokus pada “kemampuan untuk menciptakan ruang yang lebih kecil dan komunitas yang lebih privat.”
Sementara itu, pada bulan Mei lalu, X mengumumkan penghentian fitur Komunitas (Community) dan mengalihkan pengguna ke obrolan grup besar. Bier mengatakan bahwa X akan terus “berinvestasi besar-besaran dalam komunitas khusus,” termasuk fitur linimasa kustom.
Baca Juga:
Perubahan algoritma X ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana platform lain menangani konten dan interaksi pengguna. Sebagai contoh, perdebatan seputar regulasi kecerdasan buatan (AI) juga mempengaruhi kebijakan platform. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak perkembangan terbaru tentang Model AI Mythos 5 yang baru saja diizinkan oleh pemerintah AS.
Implikasi untuk Pengguna X
Bagi pengguna X, perubahan algoritma ini berarti unggahan mereka kemungkinan akan lebih sering dilihat oleh teman-teman yang saling mengikuti. Hal ini dapat meningkatkan interaksi yang lebih bermakna dan mengurangi paparan terhadap percakapan toksik atau argumen dengan akun-akun yang tidak dikenal. Ini adalah langkah yang sejalan dengan tren industri media sosial yang semakin mengutamakan komunitas privat dan interaksi berbasis minat, bukan sekadar penyebaran konten viral secara luas.
Dengan perubahan ini, X berharap dapat menciptakan ekosistem yang lebih sehat di mana pengguna merasa lebih terhubung dengan lingkaran sosial mereka. “Penyesuaian ini akan meningkatkan visibilitas unggahan Anda kepada mutuals Anda, mudah-mudahan meningkatkan rasa kebersamaan,” kata Bier dalam unggahannya.
Langkah X ini juga relevan dengan diskusi yang lebih luas tentang kendali algoritma di platform media sosial. Baru-baru ini, Fitur Terbaru Instagram yang memberikan kendali algoritma feed kepada pengguna menunjukkan bahwa industri sedang bergerak menuju transparansi dan personalisasi yang lebih besar.
Belum ada tanggal pasti kapan perubahan algoritma ini akan diterapkan secara luas, namun Bier mengindikasikan bahwa peluncuran sedang berlangsung. Pengguna X diharapkan dapat merasakan perbedaannya dalam beberapa hari ke depan, dengan kolom balasan yang lebih relevan dan terasa lebih seperti percakapan antar teman.




