JBNews.id ā Seorang pengguna di Kansas City, Amerika Serikat, berhasil memangkas tagihan listrik bulanannya secara drastis dengan menggunakan sistem baterai rumah tangga pintar Anker Solix E10. Dalam pengujian yang dilakukan selama beberapa bulan, tagihan listriknya turun dari USD 372 menjadi USD 156 per bulan, bahkan dengan konsumsi listrik yang lebih boros.
Sistem Anker Solix E10 yang diuji memiliki harga USD 7.200 untuk konfigurasi dua baterai dan satu power dock. Meskipun tergolong investasi besar, pengguna memperkirakan sistem ini akan mencapai titik impas dalam waktu sekitar lima tahun, sementara Anker menjamin masa pakai hingga sepuluh tahun. Sistem ini menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP), teknologi yang sama dengan yang digunakan pada mobil listrik Tesla dan BYD, yang menawarkan umur lebih panjang dan risiko kebakaran lebih rendah.
Pengguna tersebut tinggal di rumah seluas lebih dari 2.000 kaki persegi yang dibangun pada tahun 1906 di Kansas City, daerah dengan iklim kontinental lembab yang ekstrem. Musim dingin sangat dingin dengan badai es, sementara musim panas terkenal panas dan lembab. Setelah pindah ke rumah baru pada Agustus 2025, tagihan listriknya di bulan September mencapai USD 372, mendorongnya untuk mencari solusi penghematan energi.
Strategi Time-of-Use dan Penghematan
Kunci dari penghematan ini terletak pada skema tarif time-of-use (TOU) yang agresif dari perusahaan listrik setempat, Evergy. Di bawah paket Nights & Weekends Max Plan, tarif listrik malam hari di musim dingin bisa turun hingga 2 sen per kilowatt-jam, sementara tarif siang hari di musim panas bisa melonjak hingga 36 sen. Sebagai perbandingan, tarif standar tanpa bonus atau penalti waktu adalah 14 sen per kilowatt-jam sepanjang musim panas.
Dengan sistem Anker Solix E10, pengguna dapat mengisi daya baterai saat tarif murah (super-off-peak) dan menggunakannya saat tarif mahal (peak). Hasilnya, pada bulan Mei, tagihan listriknya hanya USD 102, dibandingkan USD 185 jika menggunakan tarif standar. Pada bulan Juni, tagihan diproyeksikan sebesar USD 156, jauh lebih rendah dibandingkan USD 231 di rumah lamanya yang setengah ukurannya pada tahun sebelumnya.
Baca Juga:
Cara Kerja dan Fitur Unggulan
Sistem Solix E10 dapat menyimpan hingga 12 kilowatt-jam. Pengguna melaporkan bahwa dalam sebulan, ia menggunakan 440 kilowatt-jam dari listrik super-off-peak (mengisi baterai) dan hanya 21 kilowatt-jam dari listrik peak (saat baterai habis atau mode storm aktif). Sistem ini dilengkapi aplikasi Anker yang intuitif untuk mengatur jadwal pengisian daya berdasarkan tarif listrik, termasuk hingga empat periode harian dan variasi musiman.
Fitur Storm Guard mode secara otomatis mengisi ulang baterai saat cuaca buruk diperkirakan terjadi. Namun, pengguna di Kansas City harus menonaktifkan fitur ini karena badai musim panas yang sering terjadi menyebabkan baterai mengisi daya pada jam sibuk dengan tarif 27 sen per kilowatt-jam. Sistem ini memerlukan instalasi profesional dan dapat beroperasi dengan aman pada suhu -3 hingga 130 derajat Fahrenheit.
Untuk pengguna di Indonesia, konsep baterai rumah tangga pintar ini bisa menjadi solusi menarik mengingat tarif listrik yang terus naik dan seringnya pemadaman bergilir di beberapa daerah. Teknologi serupa mulai dilirik oleh pengembang properti dan rumah tangga kelas menengah atas yang ingin mandiri energi.
Baterai rumah tangga pintar seperti Anker Solix E10 menawarkan lebih dari sekadar cadangan daya saat pemadaman. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan perbedaan tarif listrik, mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik saat jam sibuk, dan pada akhirnya menghemat biaya bulanan secara signifikan. Perkembangan teknologi seperti ini menunjukkan bahwa masa depan energi rumah tangga semakin cerdas dan efisien.
Pengguna mengakui bahwa USD 7.200 ditambah setengah hari kerja tukang listrik adalah investasi yang tidak kecil. Namun, dengan adanya opsi pembiayaan 0% dari Anker, cicilan bulanan bisa mencapai USD 167 selama dua tahun. Dalam skenario ekstrem, penghematan listrik bulanan bisa menutupi cicilan tersebut. Sistem ini diperkirakan masih memiliki 80% kapasitasnya pada tahun 2037.
Manfaat lain yang dirasakan adalah ketenangan pikiran. Pengguna tidak lagi harus khawatir mematikan lampu atau mengatur suhu AC secara ekstrem. Dengan biaya listrik efektif hanya 2-3 sen per kilowatt-jam, ia bisa menikmati rumahnya tanpa stres memikirkan tagihan. Ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi terkini dapat memberikan dampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
Bagi mereka yang tinggal di daerah dengan tarif listrik berbasis waktu atau sering mengalami pemadaman, sistem baterai rumah tangga pintar patut dipertimbangkan. Meskipun investasi awal cukup besar, potensi penghematan jangka panjang dan kenyamanan yang ditawarkan bisa menjadi nilai tambah yang signifikan. Inovasi serupa di berbagai sektor terus bermunculan, menawarkan solusi yang lebih efisien dan ramah pengguna.
Pengguna juga memasang dua panel surya 440 watt yang menghasilkan sekitar 25 kilowatt-jam per bulan, sebagian besar pada periode puncak, sehingga menghemat hampir USD 7 per bulan. Namun, panel seharga USD 999 ini baru direkomendasikan jika dipasang di atap dengan posisi optimal, bukan hanya disandarkan di pagar seperti yang ia lakukan.
Kesimpulannya, Anker Solix E10 telah membuktikan diri sebagai solusi efektif untuk mengelola konsumsi listrik rumah tangga di era tarif energi yang fluktuatif. Dengan kombinasi baterai berkapasitas besar, aplikasi cerdas, dan dukungan panel surya, sistem ini menawarkan jalan menuju kemandirian energi dan penghematan biaya yang signifikan.




