JBNews.id — Robot penjelajah Perseverance milik NASA resmi mencatatkan sejarah baru di Planet Mars. Setelah lima tahun bertugas, rover ini berhasil menempuh jarak 42,2 kilometer, setara dengan satu maraton penuh, pada 14 Juni 2026.
Pencapaian tersebut diumumkan langsung oleh NASA melalui akun Instagram resminya pada Senin (22/6/2026). Dalam unggahan itu, NASA menyebut Perseverance meraih rekor saat sedang menjelajahi ‘medan yang menarik’ di sebelah barat Kawah Jezero. “Perseverance adalah robot penjelajah kedua yang menempuh jarak maraton di dunia lain,” tulis NASA.
Rekor sebelumnya dipegang oleh robot penjelajah Opportunity milik NASA yang berhasil mencapai jarak yang sama pada tahun 2015. Opportunity membutuhkan waktu 11 tahun dan dua bulan sejak mendarat di Mars pada 2004 untuk menyelesaikan maraton tersebut. Perseverance berhasil memecahkan rekor itu hanya dalam waktu lima tahun sejak tiba di Planet Merah pada Februari 2021.
Baca Juga:
Kecepatan dan Daya Tahan di Luar Ekspektasi
Meskipun kecepatan maksimal Perseverance hanya 0,1 km/jam dalam kondisi terbaik, pencapaian ini dianggap luar biasa oleh para ilmuwan. Rover yang dirancang untuk menempuh jarak sekitar 200 meter per hari ini ternyata mampu melampaui ekspektasi awal.
Hanya setahun setelah misinya dimulai, Perseverance sudah menempuh jarak 5 kilometer dalam 24 hari. Pada tahun 2025, rover ini memecahkan rekor perjalanan terpanjang dalam satu hari ketika menempuh 411,7 meter pada tanggal 19 Juni atau Sol 1540. Sebagai perbandingan, Curiosity, rover yang sudah menjelajah Mars sejak 2012, baru menempuh jarak sekitar 37 kilometer hingga saat ini.
Ketahanan Perseverance juga teruji. Pada musim panas lalu, tim NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL) memastikan bahwa aktuator putar, bagian yang memutar roda rover, masih dapat bekerja optimal setidaknya untuk 60 kilometer lagi. Dengan kondisi tersebut, Perseverance seharusnya dapat menempuh jarak total 100 kilometer dengan mudah.
Misi Ilmiah dan Penemuan Penting
Perseverance dikirim ke Mars untuk membantu ilmuwan memahami masa lalu Planet Merah dan mencari bukti kehidupan kuno. Tahun lalu, robot yang dijuluki Percy ini menemukan batu paling menjanjikan yang mengindikasikan pernah ada kehidupan di Mars. Temuan ini memperkuat alasan mengapa eksplorasi jarak jauh seperti ini sangat krusial.
Pencapaian Perseverance juga membuka peluang bagi misi eksplorasi Mars selanjutnya. Data tentang ketahanan roda dan sistem navigasi yang dikumpulkan selama perjalanan ini akan menjadi acuan penting bagi pengembangan robot humanoid dan kendaraan eksplorasi generasi mendatang.
Dengan jarak tempuh yang terus bertambah, Perseverance tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga memberikan data berharga tentang kondisi permukaan Mars. Setiap kilometer yang ditempuh membawa pemahaman baru tentang geologi dan potensi kehidupan di planet tetangga Bumi ini.
Pencapaian ini juga menunjukkan bahwa teknologi eksplorasi luar angkasa semakin matang. Robot penjelajah seperti Perseverance membuktikan bahwa misi jangka panjang di planet lain bukan lagi sekadar mimpi, melainkan kenyataan yang terus berkembang.
Bagi para penggemar teknologi dan eksplorasi antariksa, prestasi ini menjadi pengingat bahwa batas kemampuan manusia terus meluas. Sementara itu, di Bumi, perkembangan robot humanoid juga menunjukkan kemajuan pesat, menandakan era baru dalam interaksi manusia dan mesin.
Rekor maraton Perseverance di Mars bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa ketekunan dan inovasi teknologi dapat mengatasi tantangan terberat sekalipun — bahkan di planet yang berjarak jutaan kilometer dari Bumi.
“Ini adalah pencapaian yang membanggakan bagi seluruh tim,” ujar perwakilan NASA dalam pernyataannya. “Perseverance terus menunjukkan bahwa misi eksplorasi Mars berada di jalur yang tepat.”
Dengan sisa umur operasional yang masih panjang, Perseverance diprediksi akan terus memecahkan rekor-rekor baru. Para ilmuwan kini menantikan temuan-temuan berikutnya yang mungkin akan mengubah pemahaman kita tentang alam semesta.
Pencapaian ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengejar ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegagalan deteksi pada beberapa sistem robotik di Bumi justru menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan keandalan sistem eksplorasi luar angkasa.
Dengan segala pencapaiannya, Perseverance telah membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil selama ada tekad dan teknologi yang tepat. Misi eksplorasi Mars terus berlanjut, dan kita semua bisa menyaksikan sejarah sedang dibuat.




