Rumah Prefabrikasi China Dijual di Alibaba, Hanya Rp 285 Juta

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Rumah kontainer prefabrikasi China yang dirakit dalam sehari dan dijual di Alibaba
  • Rumah prefabrikasi China dijual di Alibaba seharga USD 15.800 (Rp 285 juta)
  • Pasangan AS buktikan rumah kontainer dikirim dan dirakit dalam sehari
  • Total biaya termasuk pengiriman USD 28.689, masih murah dibanding standar AS
  • Rumah seluas 71,5 m², desain awet hingga 50 tahun
  • Pasar global diproyeksikan USD 152,74 miliar tahun ini, tumbuh jadi USD 210,33 miliar pada 2031
  • Produsen China unggul dalam biaya, kualitas, dan efisiensi pemasangan
  • Pemasangan 60-80% lebih cepat dibanding metode konvensional

JBNews.id — Rumah prefabrikasi buatan China kini bisa dibeli melalui platform e-commerce Alibaba dengan harga mulai USD 15.800 atau setara Rp 285 jutaan. Sebuah pasangan asal Amerika Serikat melalui kanal YouTube Grateful Off-Grid telah membuktikan bahwa rumah kontainer tersebut benar-benar dikirim dan dirakit hanya dalam sehari.

Rumah seluas 71,5 meter persegi itu dikirim dalam bentuk panel yang kemudian dirakit dengan bantuan crane. Setelah ditambah biaya pengiriman dan biaya lainnya, total biaya yang dikeluarkan mencapai USD 28.689. Angka ini masih jauh lebih murah dibandingkan harga standar rumah di sejumlah wilayah Amerika Serikat.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi China terus merambah berbagai sektor, termasuk perumahan. Rumah prefabrikasi atau prefab house buatan China menawarkan berbagai bentuk dan ukuran. Desain rumah kontainer ini dijamin awet hingga 50 tahun lamanya.

Menurut laporan China Daily, harga yang ditawarkan sangat bervariasi tergantung ukuran dan kustomisasi. Unit dasar dapat dimulai di bawah USD 10.000 atau sekitar Rp 180 jutaan. Sementara model yang lebih besar dan berdesain menarik untuk resor atau penginapan dapat mencapai USD 30.000 hingga USD 100.000 (Rp 540 jutaan sampai Rp 1,8 miliar).

Rumah rakit asal China, belinya di Alibaba.

Lonjakan Pencarian Rumah Prefabrikasi Global

Ketertarikan terhadap rumah rakitan sehari jadi tercermin dalam tren pencarian online. Menurut perusahaan intelijen pasar ShelfTrend, kata kunci bervolume tinggi terkait rumah prefabrikasi di Amerika Serikat melonjak signifikan. ‘Rumah mungil’ menarik lebih dari 450.000 pencarian bulanan, diikuti ‘rumah modular’ di atas 201.000 pencarian dan ‘rumah prefabrikasi’ melebihi 165.000 pencarian.

Tren ini menunjukkan bahwa minat atas rumah prefabrikasi memang sedang populer secara global. Perusahaan riset pasar Mordor Intelligence menyebut pasar perumahan prefabrikasi global diproyeksikan mencapai USD 152,74 miliar (Rp 2.757 triliun lebih) tahun ini. Angka tersebut diperkirakan tumbuh menjadi USD 210,33 miliar (sekitar Rp 3.798 triliunan) pada tahun 2031.

Bagi produsen China, minat ini membuka pintu baru di luar negeri. “Permintaan tumbuh pesat, terutama di pasar di mana akomodasi yang fleksibel dan hemat biaya sangat dicari,” kata Serena He, pendiri Luban Cabin, produsen yang berbasis di Linyi, provinsi Shandong.

Efisiensi Pemasangan dan Daya Saing China

He menjelaskan bahwa satu unit modular seperti rumah ‘kapsul ruang angkasa’ dapat dipasang dalam satu hingga dua hari. Proyek kecil yang menggabungkan beberapa modul biasanya membutuhkan waktu tiga hingga tujuh hari. Sementara pengembangan skala menengah hingga besar seperti hotel dapat diselesaikan dalam empat minggu.

“Tergantung pada skalanya, jangka waktu pemasangan dapat dipersingkat 60 hingga 80% dibanding dengan metode pembangunan konvensional,” tutur He. Pernyataan ini menegaskan keunggulan kompetitif produk China di pasar global.

He mengaitkan daya saing perumahan prefabrikasi Negeri Tirai Bambu dengan tiga faktor kunci yaitu biaya, kualitas, dan efisiensi. “Rantai pasokan China yang mapan memungkinkan kami untuk menawarkan harga yang kompetitif tanpa mengorbankan kualitas,” tandasnya.

Produsen Luban Cabin juga melihat minat yang kuat dari berbagai kawasan. “Di Australia dan Selandia Baru, unit kami populer untuk glamping dan perkemahan liburan, sementara di Timur Tengah, unit tersebut digunakan untuk wisata gurun kelas atas,” imbuh He. Perusahaan juga mencatat minat dari Asia Tenggara untuk proyek resor dan dari beberapa bagian Eropa untuk homestay yang disesuaikan dan akomodasi ramah lingkungan.

Fenomena ini sejalan dengan tren global di mana konsumen mulai mencari alternatif perumahan yang lebih terjangkau. Sementara di sisi lain, warga Eropa menyerah dengan panas ekstrem dan berbondong-bondong membeli AC, pasar perumahan prefabrikasi justru menunjukkan pertumbuhan yang solid.

Implikasinya jelas: rumah prefabrikasi China yang dijual di Alibaba menawarkan solusi perumahan cepat, murah, dan fleksibel. Bagi konsumen global yang mencari alternatif dari metode pembangunan konvensional, opsi ini menjadi semakin relevan. Pasar diproyeksikan terus tumbuh hingga USD 210 miliar pada 2031, didorong oleh permintaan dari sektor pariwisata, akomodasi ramah lingkungan, dan perumahan terjangkau.