Planet Mirip Bumi Ditemukan, Hanya 25 Tahun Cahaya

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi planet GJ 3378 b yang mirip Bumi di luar angkasa.
  • Planet GJ 3378b ditemukan hanya 25 tahun cahaya dari Bumi
  • Massa planet ini hanya dua kali massa Bumi, lebih kecil dari perkiraan awal
  • Planet mengorbit di zona layak huni bintang katai merah
  • Masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang atmosfer planet
  • Bintang katai merah dikenal tidak stabil dengan semburan api matahari yang kuat

JBNews.id — Sebuah planet di luar tata surya yang baru ditemukan, GJ 3378b, ternyata memiliki kemiripan dengan Bumi yang jauh lebih besar dari perkiraan awal. Terletak hanya 25 tahun cahaya dari Bumi, planet ini mengorbit di dalam zona layak huni bintang katai merah, sebuah wilayah dengan suhu yang memungkinkan air cair terbentuk di permukaan.

Awalnya, prospek GJ 3378b untuk mendukung kehidupan tampak suram. Para astronom menduga planet ini berbatu, tetapi massanya setidaknya lima kali lebih besar dari Bumi, menjadikannya “super-Bumi.” Dengan gravitasi permukaan yang luar biasa besar, planet seberat itu diperkirakan memiliki atmosfer yang sangat padat dan mampu menghancurkan peluang untuk menopang kehidupan.

Namun, temuan terbaru membalikkan asumsi tersebut. Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di The Astrophysical Journal, para peneliti dari University of California, Irvine, melakukan pemeriksaan ulang terhadap planet ini. Mereka menemukan bahwa massa GJ 3378b jauh lebih kecil, yaitu hanya dua kali massa Bumi. Kombinasi antara massa yang lebih ringan dan jaraknya yang dekat dengan tata surya kita menjadikannya salah satu kandidat terdekat yang paling menjanjikan untuk berpotensi mendukung kehidupan.

“Planet ini menarik,” kata penulis utama studi, Paul Robertson, profesor astronomi asosiasi UC Irvine, dalam sebuah pernyataan. “Ini adalah salah satu tetangga kosmik terdekat kita. 25 tahun cahaya terdengar sangat jauh, tetapi Bima Sakti memiliki lebar sekitar 100.000 tahun cahaya, jadi dalam hal itu, planet ini adalah tetangga sebelah kita.”

Misteri Atmosfer dan Potensi Kehidupan

Masih banyak pekerjaan detektif yang perlu dilakukan sebelum kita tahu seberapa ramah GJ 3378b terhadap kehidupan. Tanda tanya terbesar adalah atmosfernya. Apakah planet ini memiliki atmosfer, dan apakah cukup kuat untuk melindungi dari radiasi bintangnya? Seberapa besar tekanan yang diberikannya? Ini adalah keseimbangan yang rumit.

“Jika Anda mengecilkan Bumi seukuran apel,” jelas Robertson, “atmosfernya akan setebal kulit apel.” Ia menambahkan bahwa ketebalan ini adalah jumlah yang tepat untuk mendukung air cair dan memiliki udara yang dapat dihirup, sambil tetap memberikan perlindungan terhadap radiasi luar angkasa.

Konsep artis tentang eksoplanet GJ 3378 b.

Perdebatan soal Bintang Katai Merah

Ada juga perdebatan sengit di kalangan astronom tentang apakah sistem bintang katai merah layak huni sama sekali. Bintang-bintang ini diyakini sangat tidak stabil, secara teratur melepaskan semburan api matahari yang kuat. Karena zona layak huni mereka lebih kecil, wilayah yang berpotensi mendukung kehidupan menjadi lebih dekat dengan letusan ini. Letusan tersebut dapat mengupas atmosfer planet dan mensterilkan kehidupan yang baru mulai tumbuh.

Berada begitu dekat dengan bintangnya juga berarti bahwa planet-planet semacam itu kemungkinan besar akan mengalami tidal locking, di mana gravitasi bintang mencegah mereka berotasi sehingga satu sisi selalu menghadap bintang. Kondisi ini menciptakan satu sisi yang sangat panas dan sisi lainnya yang sangat dingin.

Penemuan ini membuka babak baru dalam pencarian kehidupan di luar Bumi. Dengan jarak yang relatif dekat dan massa yang lebih mendekati Bumi, GJ 3378b menjadi target utama untuk penelitian lebih lanjut. Para astronom berharap teleskop generasi mendatang dapat mengintip atmosfer planet ini dan mengungkap lebih banyak rahasianya. Bagi para penggemar astronomi dan ilmuwan, planet ini adalah pengingat bahwa alam semesta mungkin menyimpan lebih banyak kejutan daripada yang kita kira.