JBNews.id – Gelombang protes warga terhadap pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) semakin masif di Amerika Serikat. Sepanjang kuartal pertama 2026 saja, sedikitnya 75 proyek senilai total USD 130 miliar atau setara Rp2.100 triliun berhasil diblokade atau ditunda oleh aksi demonstrasi komunitas setempat.
Data terbaru dari Data Center Watch, sebuah proyek riset yang didukung perusahaan keamanan AI 10a Labs, mengungkapkan eskalasi perlawanan yang dramatis. Jumlah kelompok oposisi aktif meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 396 pada akhir 2025 menjadi 833 pada akhir kuartal pertama 2026, dan kini tersebar di 49 negara bagian.
“Lebih dari 235.000 tanda tangan petisi terkumpul hanya dalam satu kuartal ini,” demikian bunyi laporan studi tersebut. Angka ini menunjukkan betapa besarnya kekhawatiran publik terhadap dampak kehadiran pusat data AI di lingkungan tempat tinggal mereka.
Akar Masalah: Dari Apple Hingga Raksasa Teknologi Modern
Perlawanan terhadap pusat data sebenarnya bukan fenomena baru. Jauh sebelum ledakan AI mengancam jaringan listrik lokal, sekelompok kecil pengunjuk rasa telah menyiapkan panggung untuk pertempuran yang kini terjadi di berbagai komunitas.
Pada 2015, Apple mengumumkan rencana membangun pusat data senilai sekitar USD 1 miliar di kota kecil Athenry, Irlandia. Lahan seluas 500 hektar itu akan mendukung layanan Apple di Eropa, termasuk iTunes, iMessage, dan Siri. Apple menjanjikan ruang pendidikan luar ruangan, jalur pejalan kaki, dan inisiatif penanaman pohon asli, serta penggunaan energi terbarukan 100 persen.
Namun, rencana itu langsung terhambat setelah warga Irlandia mengajukan keluhan ke dewan perencanaan independen negara tersebut. Kekhawatiran meliputi kebisingan, polusi cahaya, banjir, lalu lintas, dan dampak terhadap satwa liar. Meskipun dewan akhirnya menyetujui fasilitas itu pada 2016, perlawanan berlanjut ke pengadilan tinggi Irlandia. Dua aktivis di balik banding tersebut ingin membawa keputusan itu ke Mahkamah Agung Irlandia, dan akhirnya Apple menyerah pada Mei 2018 setelah rencana pembangunannya tertahan selama bertahun-tahun.
Kini, skala masalah jauh lebih besar. Pusat data AI modern mengonsumsi energi sebanyak seluruh negara bagian dan beberapa di antaranya seluas kota kecil. Film Adaptasi Game mungkin menjadi primadona baru Hollywood, namun pusat data AI justru menjadi momok bagi warga sekitar.
Dampak Nyata di Komunitas Lokal
Warga yang tinggal di dekat pusat data AI melaporkan berbagai masalah: kenaikan biaya energi, gangguan kualitas air, polusi suara dan cahaya, serta kekhawatiran emisi gas rumah kaca. Badan Informasi Energi AS menyatakan bahwa permintaan energi komersial akan melampaui permintaan residensial untuk pertama kalinya pada tahun ini akibat pembangunan pusat data AI. Permintaan itu diperkirakan akan berlipat ganda pada 2027.
Beberapa kasus konkret mencuat. Pada Januari 2026, perusahaan pusat data QTS milik Blackstone membatalkan rencana pembangunan kampus senilai USD 12 miliar di DeForest, Wisconsin, setelah protes dari anggota komunitas. Sementara itu, rencana pusat data di lahan seluas 580 hektar di Delaware City menghadapi hambatan setelah regulator setempat memutuskan pada Maret bahwa fasilitas tersebut dilarang berdasarkan Undang-Undang Zona Pesisir negara bagian.
Pada Juli 2026, para penentang berhasil memblokir pusat data QTS di Prince William County, Virginia. Proyek “Digital Gateway” itu akan membentang seluas 2.000 hektar di negara bagian yang sudah menghadapi kenaikan biaya energi akibat pembangunan pusat data. Warga juga menekan bintang Shark Tank Kevin O’Leary untuk memperkecil rencana kampus Project Stratos seluas 40.000 hektar di Box Elder County, Utah.
Baca Juga:
Pertarungan Politik di Kongres AS
Seiring berlangsungnya protes di berbagai komunitas, pertarungan politik kini pecah di Kongres AS. Pusat data menjadi bagian kunci dari rencana Presiden Donald Trump untuk memenangkan perlombaan AI melawan China. Trump telah menandatangani perintah eksekutif tahun lalu untuk mempercepat pembangunan fasilitas raksasa ini.
Namun, tidak semua orang di Capitol Hill setuju dengan sikap Trump. Dengan pemilihan paruh waktu yang semakin dekat, beberapa kandidat Partai Republik mulai menjauh dari pandangan Trump yang ramah terhadap pusat data untuk menarik simpati warga. Senator Bernie Sanders dan Anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez memperkenalkan rancangan undang-undang yang akan menghentikan sementara pembangunan pusat data AI baru hingga Kongres mengesahkan undang-undang yang mencegah kenaikan harga utilitas atau kerusakan lingkungan.
Di sisi lain, anggota parlemen dari kedua partai mendukung Ratepayer Protection Act, serangkaian undang-undang yang mengkodifikasikan kesepakatan yang ditandatangani oleh Google, Meta, Microsoft, dan raksasa teknologi lainnya untuk membayar biaya energi pusat data mereka sendiri. Ada juga Guaranteeing Rate Insulation from Data Centers (GRID) Act yang akan memaksa pusat data menggunakan sumber energi terpisah dari jaringan listrik AS untuk melindungi warga dari kenaikan tagihan utilitas.
Regulasi di Tingkat Negara Bagian
Pemerintah daerah juga mengambil langkah untuk mengatur pusat data AI. Tech Policy Press melaporkan bahwa negara bagian yang dipimpin Partai Demokrat dan Republik telah memberlakukan 28 undang-undang terkait pusat data AI. Florida memperkenalkan aturan untuk mencegah pusat data membebankan biaya kepada warga. Idaho memberlakukan pembatasan penggunaan air untuk pusat data AI. Sementara Washington mencabut keringanan pajak bagi perusahaan yang mengoperasikan fasilitas tersebut.
Namun, tambal sulam undang-undang lokal saat ini dinilai belum cukup untuk mengendalikan pembangunan. RUU tingkat federal masih harus melewati Kongres, meninggalkan banyak komunitas untuk berjuang sendiri. Padahal, hanya dua orang saja yang cukup untuk menghentikan rencana Apple di Irlandia. Kini, dibutuhkan seluruh kota untuk melawan pusat data raksasa seperti proyek Meta senilai USD 27 miliar di Louisiana, Google senilai USD 10 miliar di Missouri, SpaceXAI senilai USD 20 miliar di Mississippi, dan Stargate senilai USD 500 miliar yang direncanakan di seluruh AS.
Fakta tambahan memperkuat kekhawatiran: pejabat Wyoming baru-baru ini menemukan kontraktor terkait pusat data Meta membuang air yang terkontaminasi bakteri ke saluran pembuangan umum. Pabrik-pabrik di Midwest menghadapi kenaikan biaya listrik akibat pusat data di dekatnya. Rencana pembangunan 74 pembangkit listrik berbahan bakar gas untuk memasok pusat data di seluruh AS bisa melepaskan polusi gas rumah kaca sebanyak seluruh Australia, menurut Environmental Integrity Project.
Bagi penggemar teknologi yang ingin mengikuti perkembangan industri, memahami dinamika ini penting. 8BitDo Arcade Controller mungkin menjadi kabar gembira bagi gamer, namun di balik layar, infrastruktur yang mendukung game dan layanan digital sedang menghadapi perlawanan sengit. Timnas Indonesia mungkin hadir di game populer, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa masa depan pusat data AI masih penuh ketidakpastian.




