JBNews.id — Krisis chip memori yang berkepanjangan memukul industri PC global. Berdasarkan laporan terbaru firma riset IDC, pengiriman PC di seluruh dunia tercatat merosot sebesar 4,9% pada kuartal kedua 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini menjadi yang pertama setelah sembilan kuartal berturut-turut selalu mencetak pertumbuhan.
Krisis chip memori membuat banyak konsumen berpikir dua kali untuk memperbarui perangkat mereka. Sebagian besar memilih bertahan dengan perangkat lama sembari menunggu kelangkaan dan badai harga mereda. Imbasnya, angka pengiriman PC secara global mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Data IDC membeberkan tren negatif yang menimpa sejumlah pabrikan raksasa. Angka pengiriman Lenovo turun dari 17 juta menjadi 16,6 juta unit. HP merosot dari 14,3 juta menjadi 13 juta unit, sementara Dell turun dari 9,8 juta menjadi 9,3 juta unit. Asus mencatatkan pertumbuhan yang stagnan atau nyaris datar.
Satu-satunya pabrikan besar yang berhasil selamat dalam setahun terakhir adalah Apple. Raksasa teknologi tersebut justru mencatatkan peningkatan pengiriman yang cukup substansial sebesar 10%, yakni dari 6,1 juta naik menjadi 6,7 juta unit. Pangsa pasar Apple pun ikut terdongkrak, dari 8,5% naik menjadi 9,9%.
Baca Juga:
Penjualan Turun, Tapi Pendapatan Tetap Naik
Sebuah anomali menarik turut terungkap dalam laporan ini. Meski volume pengiriman unit menurun, banyak dari perusahaan pembuat PC ternyata tidak mengalami kerugian pendapatan yang berarti. Pasalnya, mereka bisa menambal celah tersebut dengan membebankan inflasi harga stok komponen kepada konsumen yang terpaksa membeli.
“Kisah sesungguhnya di sini adalah adanya ketidakselarasan antara jumlah unit dan nilai dolar: pengiriman memang turun, tetapi pendapatan justru naik karena vendor mendorong kenaikan harga lebih cepat daripada laju penurunan permintaan pasar,” jelas Jitesh Ubrani, Direktur Riset untuk Perangkat Konsumen di IDC.
IDC menekankan bahwa manajemen rantai pasokan akan menjadi faktor yang sangat krusial ke depannya. Sejumlah pabrikan besar diprediksi akan semakin agresif mengamankan kontrak jangka panjang untuk menyuplai chip memori dan penyimpanan perangkat mereka. Kondisi ini tentunya akan menjadi kabar buruk bagi pabrikan berskala kecil yang harus memutar otak untuk bersaing dengan daya beli dan kekuatan negosiasi pemain raksasa.
Di sisi lain, Apple dinilai berhasil memanfaatkan situasi pelik ini dengan sangat baik lewat peluncuran perangkat baru mereka. “Keuntungan pangsa pasar Apple bertepatan dengan peluncuran produk terbarunya, MacBook Neo. Meskipun perusahaan juga ikut menaikkan harga sejalan dengan pasar yang lebih luas, mereka tetap berada di posisi yang sangat menguntungkan dibandingkan para pesaing yang menghadapi tekanan biaya serupa,” ungkap Jean Philippe Bouchard, Wakil Presiden untuk Perangkat Konsumen di IDC.
Sebagai catatan, laporan IDC ini mencakup pengiriman PC global secara umum, dan tidak secara spesifik merinci pengiriman PC gaming yang secara historis biasanya lebih kebal terhadap penurunan pasar. Namun, mengingat krisis memori global diprediksi masih akan terus berkecamuk, situasinya tetap penuh ketidakpastian.
Prospek 2027: Tahun Terburuk?
Analis riset dari firma Bernstein memperkirakan pabrikan besar seperti SK Hynix baru akan menurunkan harga mereka secara signifikan pada akhir tahun 2028. Sebelum titik terang itu tiba, konsumen tampaknya harus bersiap menghadapi gelombang kenaikan harga lanjutan di pasar komputer.
Kondisi ini diperparah dengan dinamika geopolitik yang turut memengaruhi rantai pasok teknologi global. Seperti yang terjadi pada larangan teknologi China yang berdampak pada industri otomotif, sektor teknologi secara umum juga menghadapi tekanan regulasi yang semakin kompleks.
Di tengah ketidakpastian ini, konsumen disarankan untuk lebih cermat dalam merencanakan pembelian perangkat baru. Bagi yang tidak mendesak, menunda pembelian hingga kondisi pasar membaik bisa menjadi pilihan bijak. Sementara itu, para pelaku industri harus bersiap menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama dalam hal pengamanan pasokan komponen dan strategi harga.




