JBNews.id — Nasib sial menimpa developer game Mateo Covic dari studio Zoroarts. Game buatannya, Paddle Paddle Paddle, mendapat ulasan 90 persen positif di Steam, namun lebih dari 55.000 gamer meminta pengembalian dana. Tingkat refund mencapai 21 persen dari total penjualan.
Covic mengungkapkan masalah ini melalui unggahan di X (sebelumnya Twitter) hingga viral di kalangan gamer. “Ini seharusnya tidak mungkin @Steam. Pasti keren kalau kamu akhirnya bisa melakukan sesuatu dengan kebijakan soal pengembalian dana. Mendapat puluhan ulasan seperti itu dan tingkat pengembalian 21% meskipun ulasan 90% sangat positif. Ngomong-ngomong, itu lebih dari 55.000 Pengembalian,” tulis Covic, dikutip dari media sosialnya, Kamis (16/7/2026).
Game Paddle Paddle Paddle memiliki gameplay unik dengan durasi sekitar 3,5 jam untuk versi lengkap, tidak termasuk demo gratis selama 40 menit. Covic menjelaskan game ini direncanakan untuk 4 jam total gameplay. “Ada banyak ulasan dengan 5+ jam dan bahkan 20+ jam,” ucapnya.
Masalah muncul setelah speedrunner berhasil menamatkan game hanya dalam 1-2 jam. Mereka memberikan komentar menyindir Covic untuk membuat game lebih panjang dari dua jam. Hal ini berkaitan dengan kebijakan Steam yang mengizinkan pengembalian dana penuh untuk game yang dimainkan kurang dari dua jam.
Menurut Covic, kebijakan tersebut menjadi hukuman bagi pembuat game dengan durasi pendek. Game Paddle Paddle Paddle dibanderol Rp 44.999 dan saat ini diskon menjadi Rp 26.999. “Orang-orang benar-benar menyukai game ini. Anda tidak bisa mengatakan bahwa game ini buruk atau sampah jika Anda bahkan belum memainkannya,” pungkasnya.
Covic menambahkan bahwa masalah sebenarnya adalah para gamer PC sepertinya membenci game pendek dan tidak mau membayar untuk itu. Ia mengaku sudah mengerti polanya, tetapi menegaskan tidak ada alasan untuk menghina dirinya atau game tersebut seperti yang dilakukan banyak orang di kolom komentar.
Baca Juga:
Kasus ini menyoroti celah dalam kebijakan refund Steam yang berdampak pada developer game indie. Dengan tingkat refund 21 persen, Covic mengalami kerugian signifikan meski game mendapat tanggapan positif. Fenomena serupa juga terjadi pada game indie lain yang memiliki durasi bermain pendek.
Bagi para developer game, kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang risiko kebijakan platform. Sementara bagi gamer, kasus ini memicu perdebatan etika dalam menggunakan fitur refund yang tersedia di Steam.
Hingga berita ini diturunkan, Valve selaku pengelola Steam belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik Covic. Para gamer dan developer masih menunggu apakah akan ada perubahan kebijakan refund untuk mengakomodasi game dengan durasi pendek.
Implikasinya, developer game indie harus lebih berhati-hati dalam menentukan harga dan durasi game mereka. Kebijakan refund Steam yang viral ini bisa menjadi preseden bagi perubahan di masa depan.




