Cyber Breaker Season 3 Lahirkan Ratusan Hacker Lewat Kompetisi Esports

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Peserta Cyber Breaker Season 3 berkompetisi di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta
  • Cyber Breaker Season 3 menjaring 916 peserta (458 tim) dari berbagai kalangan
  • Lonjakan partisipasi dari 137 peserta (Season 1) menjadi 616 (Season 2) dan 916 (Season 3)
  • Kompetisi menggabungkan keahlian keamanan siber dengan kemasan esports
  • Diperkenalkan program Cyber Breaker Bounty untuk ethical hacking
  • Hadirkan kolaborasi lintas sektor: Peris.ai, RRQ, BSSN, Kemenparekraf
  • Target ekspansi ke tingkat ASEAN pada Season 4

JBNews.id — Partisipasi generasi muda Indonesia di bidang keamanan siber kembali mencatat rekor baru melalui Grand Final Cyber Breaker Competition Season 3. Ajang yang digelar di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta, fX Sudirman, pada Sabtu (11/7/2026) lalu berhasil menjaring 916 peserta atau 458 tim, melonjak drastis dibandingkan edisi sebelumnya.

Kompetisi yang diinisiasi oleh Peris.ai Cybersecurity bersama tim esports RRQ ini menyulap dunia peretasan menjadi pertandingan cyber esports yang atraktif. Di partai puncak, para finalis bertarung secara offline menyelesaikan tantangan di berbagai kategori, meliputi web, crypto, pwn, dan reverse. Acara dikemas dengan elemen esports kental seperti caster untuk memandu live hacking battle, visualisasi data interaktif, hingga competitive storytelling tanpa membocorkan informasi sensitif.

Angka partisipasi pada Season 3 ini menunjukkan pertumbuhan eksponensial. Pada Season 1, ajang hanya diikuti 137 peserta. Angka itu melonjak menjadi 616 peserta di Season 2, dan kini mencapai 916 peserta. Lonjakan ini membuktikan bahwa minat terhadap keamanan siber di kalangan anak muda Indonesia semakin tinggi.

“Melalui Cyber Breaker Competition Season 3, kami ingin menunjukkan bahwa cybersecurity bisa menjadi ruang yang lebih terbuka, menarik, dan berdampak bagi generasi muda Indonesia,” ujar Rheza Dio, Head of Cyber Breaker Competition, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Cyber Breaker dirancang sebagai talent pipeline yang mempertemukan talenta muda berbakat dengan kebutuhan industri dan pemerintah. Selain pertandingan utama, acara ini memperkenalkan program Cyber Breaker Bounty — Live Bug Bounty Showcase. Inisiatif ini merupakan pencarian celah keamanan (bug) secara legal dan etis (ethical hacking) pada aset perusahaan yang telah disetujui, menjembatani para “hacker baik” dengan mekanisme pelaporan profesional di dunia nyata.

Baca Juga:

Grand final ini juga menjadi ajang pertemuan berbagai pemangku kepentingan strategis. Acara dihadiri oleh jajaran petinggi Peris.ai dan RRQ, Direktur Utama PT Satria Siber Nusantara Dr. Stepi Anriani, hingga perwakilan pemerintah seperti Agustini Rahayu (Kemenparekraf) dan Slamet Aji Pamungkas (BSSN). Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa Cyber Breaker kini telah berevolusi menjadi Intellectual Property (IP) Ekonomi Kreatif Digital yang menjanjikan bagi ketahanan siber nasional.

Melihat antusiasme yang terus meledak, penyelenggara kini membidik panggung yang lebih luas. Melalui tajuk “Next level: Season 4, ASEAN, and beyond,” Cyber Breaker bersiap untuk melebarkan sayapnya guna mencetak talenta-talenta cyber esports mumpuni di tingkat regional Asia Tenggara pada musim mendatang.

Konsep kompetisi yang menggabungkan keahlian teknis dengan kemasan esports menjadi daya tarik tersendiri. Stigma bahwa keamanan siber adalah topik teknis yang membosankan berhasil didobrak. Layaknya turnamen game kompetitif, acara ini dikemas dengan elemen visual dan narasi yang menghibur namun tetap menjaga kerahasiaan data sensitif.

Program Cyber Breaker Bounty yang diperkenalkan pada Season 3 menjadi jembatan antara kompetisi dan dunia profesional. Para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menemukan dan melaporkan celah keamanan secara etis. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem keamanan siber yang lebih baik di Indonesia.

Kolaborasi antara Peris.ai Cybersecurity dan RRQ menunjukkan bahwa sinergi antara industri keamanan siber dan esports dapat menghasilkan dampak positif. RRQ sebagai tim esports raksasa memberikan sentuhan kompetitif dan hiburan, sementara Peris.ai menghadirkan substansi teknis yang mendalam.

Kehadiran perwakilan BSSN dan Kemenparekraf dalam acara ini menandakan bahwa pemerintah serius dalam mengembangkan talenta keamanan siber nasional. Cyber Breaker tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan.

Dengan target ekspansi ke tingkat ASEAN pada Season 4, Cyber Breaker berpotensi menjadi ajang pencarian bakat keamanan siber terbesar di Asia Tenggara. Hal ini sejalan dengan kebutuhan global akan tenaga ahli keamanan siber yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi.

Para peserta yang berhasil menjadi juara tidak hanya mendapatkan gelar, tetapi juga peluang karir di industri keamanan siber. Cyber Breaker telah membuktikan diri sebagai talent pipeline yang efektif dalam menjembatani dunia pendidikan, industri, dan pemerintah.

Ke depannya, model kompetisi seperti Cyber Breaker diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia untuk memperluas jangkauan dan menjaring lebih banyak talenta muda berbakat di bidang keamanan siber.