JBNews.id — Director Marketing & Communication MediaTek India & Southeast Asia, Anuj Sidharth, mengungkapkan tiga teknologi utama yang akan mendominasi smartphone dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) saat ini baru permulaan dan akan berkembang pesat.
Pernyataan tersebut disampaikan Anuj saat berbincang dengan media di Aroem Resto & Ballroom Mahakam. Ia menekankan bahwa MediaTek terus mengembangkan kemampuan chipset Dimensity, termasuk Neural Processing Unit (NPU) yang menjadi otak pemrosesan AI di perangkat.
“Masih banyak yang akan datang. Orang-orang akan mulai melihat aplikasi AI secara real-time dan bagaimana AI benar-benar berguna dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Anuj.
AI Real-Time dan Gaming dengan Ray Tracing
Anuj menilai perkembangan AI di smartphone saat ini masih berada pada tahap awal. Ke depan, kemampuan AI diprediksi tidak hanya digunakan untuk membuat gambar atau merangkum teks, tetapi juga semakin terintegrasi dengan berbagai fungsi di perangkat.
Selain AI, Anuj juga menyoroti perkembangan teknologi gaming di smartphone. Menurutnya, fitur ray tracing yang dulu identik dengan PC kini mulai hadir di ponsel dan menghadirkan kualitas grafis yang jauh lebih realistis.
“Ketika berbicara tentang gaming, dukungan ray tracing adalah sesuatu yang dulu tidak pernah kita bayangkan. Sekarang kita bisa menikmati pengalaman bermain game dengan visual yang luar biasa di smartphone,” katanya.
Teknologi ini menjadi bagian dari strategi MediaTek untuk bersaing di pasar chipset premium. Di Indonesia, Anuj mengaku optimistis terhadap penerimaan pasar terhadap chipset premium MediaTek, terutama lini Dimensity 8000 Series dan Dimensity 9000 Series.
Baca Juga:
Konektivitas Tanpa Jaringan Seluler
Tak hanya itu, Anuj juga menilai teknologi konektivitas akan menjadi salah satu area yang terus berkembang. Ia membayangkan masa depan ketika pengguna tetap bisa berkomunikasi meski berada di lokasi tanpa jaringan seluler.
“Bayangkan Anda berada di tempat yang tidak memiliki konektivitas, tetapi tetap bisa berkomunikasi menggunakan teknologi yang berbeda. Itu adalah sesuatu yang mungkin akan semakin banyak diinginkan orang pada masa mendatang,” ujarnya.
Inovasi MediaTek tidak hanya berfokus pada smartphone. Mereka juga mengembangkan berbagai solusi teknologi untuk ekosistem yang lebih luas, seperti perangkat otomotif, router WiFi, hingga perangkat rumah pintar.
“Kami ingin meningkatkan kehidupan masyarakat, bukan hanya melalui smartphone, tetapi juga melalui teknologi otomotif, solusi konektivitas, router WiFi, dan berbagai perangkat lainnya,” kata Anuj.
Di Indonesia sendiri, Anuj mengaku optimistis terhadap penerimaan pasar terhadap chipset premium MediaTek. Ia menyebut lini Dimensity 8000 Series dan Dimensity 9000 Series mendapat sambutan positif dari konsumen di Tanah Air.
“Dukungan yang kami terima di Indonesia sangat luar biasa, terutama untuk lini chipset premium Dimensity 8000 dan Dimensity 9000. Kami baru saja memulai, jadi nantikan inovasi-inovasi berikutnya dari MediaTek,” pungkasnya.
Perkembangan ini juga sejalan dengan tren industri chip global. Beberapa raksasa teknologi mulai pesan chip ke Samsung karena TSMC keteteran, membuka peluang baru bagi pemain seperti MediaTek.
Bagi pengguna yang mencari perangkat dengan teknologi terbaru, berbagai pilihan smartphone dengan chipset MediaTek kini tersedia di pasaran. Mulai dari perangkat gaming hingga ponsel dengan desain ramping dan fitur kreatif.
Implikasinya bagi konsumen: dalam waktu dekat, pengguna smartphone akan menikmati AI yang benar-benar membantu aktivitas harian secara real-time, pengalaman gaming setara PC dengan ray tracing, dan kemampuan tetap terhubung meski di area tanpa sinyal seluler. MediaTek memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam transformasi ini.




