Malaysia Adopsi Sistem Pembayaran QR Serupa QRIS Indonesia

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi transaksi digital menggunakan QRIS di Indonesia
  • Malaysia resmi mengadopsi sistem pembayaran QR terintegrasi serupa QRIS Indonesia melalui aturan Bank Negara Malaysia
  • Seluruh jaringan QR proprietary wajib dihentikan selambat-lambatnya 30 Juni 2028
  • Sistem ini disebut Real-time Retail Payments Platform yang mendukung DuitNow Transfer dan DuitNow QR
  • QRIS Indonesia sudah diperkenalkan sejak 2019 dengan 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif
  • QRIS telah digunakan lintas negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan China
  • Langkah Malaysia menjadi pengakuan atas inovasi teknologi pembayaran digital Indonesia

JBNews.id — Malaysia secara resmi mengadopsi sistem pembayaran QR terintegrasi yang menyerupai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) buatan Indonesia. Kebijakan ini tertuang dalam aturan Bank Negara Malaysia (BNM) yang menghapus jaringan pembayaran QR milik setiap penyedia secara bertahap dalam dua tahun ke depan.

Melansir The Edge Malaysia, Selasa (10/7/2026), melalui dokumen kebijakan interoperable Fund Transfer Framework yang baru diterbitkan, seluruh jaringan QR proprietary wajib dihentikan selambat-lambatnya 30 Juni 2028. Selama masa transisi, lembaga keuangan terdampak dilarang merekrut merchant baru ke jaringan QR tertutup mereka.

Aturan ini mewajibkan bank untuk menyediakan layanan pembayaran QR. Nasabah juga harus dapat melakukan pembayaran kepada merchant yang dilayani oleh seluruh acquirer yang berpartisipasi. Sistem ini disebut dengan Real-time Retail Payments Platform yang mendukung DuitNow Transfer dan DuitNow QR. Platform ini dioperasikan oleh Payments Network Malaysia Sdn Bhd (PayNet).

Langkah ini diambil Malaysia seiring meningkatnya penggunaan layanan transfer dana secara elektronik. Menurut BNM, mobile banking telah menjadi kanal pembayaran favorit masyarakat dan mendorong adopsi transaksi digital secara berkelanjutan. Faktanya, setiap warga Malaysia rata-rata melakukan sedikitnya 1,5 transaksi pembayaran elektronik setiap hari.

“Pencapaian ini ditopang oleh infrastruktur pembayaran bersama yang berfungsi sebagai jaringan interoperabilitas yang menghubungkan rekening bank dan rekening uang elektronik nonbank, baik untuk transfer dana antar rekening maupun pembayaran kepada merchant,” tulis bank sentral Malaysia. Lebih lanjut, QR universal ini diharapkan dapat membantu wisatawan asing yang berkunjung ke Malaysia.

Di Indonesia, sistem QRIS sudah diperkenalkan pada 2019. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pelopor sistem pembayaran yang terintegrasi menjadi satu. Per pertengahan 2026, QRIS telah digunakan lebih dari 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif di seluruh Indonesia. QRIS juga telah digunakan lintas negara seperti Singapura, Malaysia, hingga Thailand. Baru-baru ini, QRIS sudah bisa dipakai di China. Sejak November 2023, QRIS telah terintegrasi dengan SGQR Singapura dan memudahkan pelancong dari Indonesia untuk bertransaksi di sana tanpa harus menukar uang ke dollar Singapura.

Adopsi sistem serupa QRIS oleh Malaysia menegaskan posisi Indonesia sebagai pionir dalam inovasi pembayaran digital di kawasan Asia Tenggara. Langkah Negeri Jiran ini juga menunjukkan bahwa standar interoperabilitas yang diterapkan Indonesia menjadi acuan bagi negara tetangga.

Kebijakan BNM ini bertujuan agar masyarakat menggunakan aplikasi bank atau dompet digital (ewallet) mana saja yang berpartisipasi untuk melakukan pembayaran dalam satu sistem. Dengan demikian, mereka tidak lagi bergantung pada sistem tertutup yang dioperasikan masing-masing penyedia layanan.

Bagi pelaku industri teknologi dan keuangan di Indonesia, langkah Malaysia ini membuka peluang kerja sama lintas batas yang lebih luas. Sistem pembayaran yang kompatibel antarnegara akan memperkuat ekosistem digital regional dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Adopsi sistem pembayaran terintegrasi oleh Malaysia juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk terus mengembangkan kapabilitas QRIS. Dengan lebih dari 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif, QRIS telah menjadi tulang punggung transaksi digital di dalam negeri. Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan terus mendorong inovasi dan memperluas jangkauan QRIS ke lebih banyak negara.

Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini menegaskan bahwa teknologi QRIS tidak hanya diakui secara domestik, tetapi juga menjadi standar yang diikuti oleh negara tetangga. Hal ini memudahkan wisatawan Indonesia saat bepergian ke luar negeri, terutama ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan China.

Dari sisi bisnis, para pelaku UMKM yang telah mengadopsi QRIS akan mendapatkan keuntungan lebih karena sistem ini semakin diakui secara global. Integrasi lintas negara juga membuka peluang bagi merchant Indonesia untuk menjangkau wisatawan asing yang terbiasa dengan sistem pembayaran serupa.

Secara keseluruhan, langkah Malaysia mengadopsi sistem pembayaran QR terintegrasi merupakan pengakuan terhadap inovasi teknologi Indonesia. Hal ini juga menunjukkan bahwa standar interoperabilitas yang diterapkan QRIS menjadi tolok ukur bagi pengembangan sistem pembayaran digital di kawasan.

Dengan semakin banyaknya negara yang mengadopsi sistem serupa, ekosistem pembayaran digital di Asia Tenggara akan semakin terintegrasi. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan memudahkan transaksi lintas batas bagi masyarakat dan pelaku bisnis.

Ke depannya, Indonesia perlu terus mempertahankan posisinya sebagai pionir dengan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan QRIS. Kolaborasi dengan negara-negara lain dan pengembangan fitur-fitur baru akan menjadi kunci untuk menjaga daya saing sistem pembayaran nasional.

Bagi masyarakat umum, perkembangan ini membawa dampak positif dalam kemudahan bertransaksi. Dengan sistem yang terintegrasi, pengguna tidak perlu lagi memiliki banyak aplikasi pembayaran yang berbeda. Cukup satu aplikasi yang terdaftar di sistem QRIS, semua transaksi dapat dilakukan dengan mudah.

Di sisi lain, adopsi sistem serupa oleh Malaysia juga menjadi tantangan bagi industri teknologi Indonesia untuk terus berinovasi. Persaingan di kawasan akan semakin ketat, namun dengan fondasi yang kuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk tetap menjadi pemimpin dalam ekosistem pembayaran digital.

Pemerintah dan regulator diharapkan terus mendukung pengembangan infrastruktur digital dan mendorong adopsi teknologi yang memudahkan masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, ekosistem pembayaran digital Indonesia akan semakin kuat dan diakui secara global.

Kesimpulannya, langkah Malaysia mengadopsi sistem pembayaran QR serupa QRIS merupakan bukti nyata bahwa inovasi teknologi Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional. Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk terus berinovasi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi digital di Asia Tenggara.