JBNews.id — Tiga operator seluler terbesar di Indonesia, yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart, saat ini tengah bersaing ketat dalam lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Persaingan ini terjadi di tengah kebutuhan akan spektrum yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas layanan 4G dan 5G di tanah air.
Bagi operator seluler, spektrum frekuensi merupakan aset paling berharga. Semakin besar dan merata kepemilikan frekuensi, semakin besar pula kemampuan operator menghadirkan layanan internet yang cepat dan berkualitas. Saat ini, peta penguasaan spektrum dari ketiga operator tersebut cukup bervariasi.
Kepemilikan Spektrum Telkomsel
Telkomsel saat ini mengoperasikan spektrum di beberapa pita frekuensi dengan total bandwidth mencapai 165 MHz. Rinciannya meliputi pita 900 MHz dengan lebar pita 30 MHz, pita 1.800 MHz dengan lebar pita 45 MHz, pita 2,1 GHz dengan lebar pita 40 MHz, dan pita 2,3 GHz dengan lebar pita 50 MHz.
Kepemilikan Spektrum XLSmart
Sementara itu, XLSmart saat ini menguasai total bandwidth sebesar 152 MHz. Operator ini memiliki spektrum di pita 800 MHz dengan lebar 22 MHz, pita 900 MHz dengan lebar 15 MHz, pita 1.800 MHz dengan lebar 45 MHz, pita 2,1 GHz dengan lebar 30 MHz, dan pita 2,3 GHz dengan lebar 40 MHz. Perlu dicatat, spektrum di pita 900 MHz milik XLSmart akan dikembalikan ke negara pasca merger paling lambat 14 Desember 2026.
Kepemilikan Spektrum Indosat Ooredoo Hutchison
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menguasai spektrum di pita 900 MHz dengan lebar pita 25 MHz, pita 1.800 MHz dengan lebar pita 60 MHz, dan pita 2,1 GHz dengan lebar pita 50 MHz. Total bandwidth yang dimiliki IOH saat ini adalah 135 MHz.
Ketiga operator seluler tersebut saat ini sedang berebut blok kosong di lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Komdigi. Dalam lelang frekuensi 700 MHz, Komdigi membuka pemanfaatannya di rentang 703-738 MHz (uplink) yang berpasangan dengan 758-793 MHz (downlink) dengan total lebar pita 70 MHz. Sebagai pita frekuensi rendah, spektrum ini punya keunggulan sinyal lebih luas dan kemampuan penetrasi lebih baik ke dalam gedung maupun berbagai kondisi geografis.
Baca Juga:
Sementara itu, frekuensi 2,6 GHz merupakan pita frekuensi menengah yang memiliki kapasitas lebih besar untuk menampung trafik data tinggi. Frekuensi ini cocok digunakan di wilayah perkotaan yang padat penduduk dan memiliki kebutuhan internet besar, seperti kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, kampus, hingga area industri. Total lebar pita yang dilelang di spektrum ini mencapai 190 MHz.
Dengan penambahan spektrum setelah lelang di kedua pita ini, total bandwidth yang digunakan operator seluler diperkirakan mencapai 712 MHz. Namun, jika dilihat dari karakteristik 6G yang membutuhkan minimal lebar pita 200 MHz, maka tidak ada operator seluler RI yang mampu menghadirkan 6G dalam waktu dekat. Hal ini membutuhkan spektrum terbaru lagi yang lebar pitanya lebih besar.
“Nggak ada satu pita frekuensi yang contiguous, paling besar itu adalah lelang sekarang itu di 2,6 GHz itu nggak sampai 200 MHz. Jadi, kalau buat 6G itu nggak sampai buat satu operator,” tutur Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standarisasi Infrastruktur Digital, Kementerian Komdigi, Adis Alifiawan di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Kendati begitu, baik sokongan spektrum di frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz ini cocok untuk meningkatkan kualitas layanan 4G dan juga 5G di Indonesia. Bagi masyarakat Jawa Barat dan Banten, pengembangan ini menjadi kabar baik karena berpotensi meningkatkan kualitas sinyal dan kecepatan internet di wilayah tersebut, terutama di daerah perkotaan seperti Bandung, Bekasi, dan Tangerang.
Implikasi dari lelang ini sangat jelas: dalam waktu dekat, pengguna bisa menikmati layanan 4G dan 5G yang lebih stabil. Namun, untuk teknologi 6G, Indonesia masih perlu menunggu alokasi spektrum baru dengan lebar pita yang lebih besar.
Potensi peningkatan kualitas sinyal dan kecepatan internet di wilayah Jawa Barat dan Banten menjadi angin segar bagi para pengguna. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan teknologi, Anda dapat menyimak berita tentang Game Petak Umpet Viral yang sedang tren.




