JBNews.id — Halliday resmi meluncurkan kacamata pintar Generasi 2 (G2) tanpa kamera seharga US$599 yang dirancang khusus untuk lingkungan profesional dan meeting, dengan pengiriman pertama dijadwalkan pada September 2026. Perangkat ini menjadi alternatif bagi pengguna yang membutuhkan alat perekam AI tanpa risiko privasi visual, sekaligus menjawab kekhawatiran publik terhadap stigma “kacamata mesum” yang melekat pada produk kompetitor berkamera.
Spesifikasi dan Model Bisnis
Kacamata Halliday G2 hadir dengan desain yang tampak normal dan menyatu dengan lingkungan profesional. Tidak seperti Meta Ray-Ban, perangkat ini sama sekali tidak memiliki kamera. Harganya dibanderol US$599 dengan opsi langganan AI berbayar mulai dari US$10 hingga US$99 per bulan. Pengguna juga bisa memilih paket gratis yang menyediakan 120 menit waktu perekaman.
Langkah Halliday ini mengikuti jejak Even Realities yang meluncurkan kacamata G2-nya tahun lalu dengan fokus serupa: tanpa kamera. Menariknya, kedua produk berbagi nama G2—kependekan dari Generation 2—dan memiliki kemiripan fisik yang mencolok. Tren membangun kacamata pintar tanpa kamera tampaknya semakin populer di kalangan produsen.
Mengapa Tanpa Kamera?
Keputusan menghilangkan kamera bukan tanpa alasan. Pasar kacamata pintar saat ini masih didominasi oleh Meta Ray-Ban, namun perangkat tersebut mendapat julukan negatif “kacamata mesum” karena kamera bawaannya kerap disalahgunakan untuk merekam gambar dan video orang lain—terutama perempuan—tanpa sepengetahuan mereka.
Dalam siaran persnya, Halliday menyatakan bahwa G2 dirancang sebagai “alat profesional untuk dunia kerja dan lingkungan sosial nyata. Tanpa kamera, kacamata ini lebih cocok untuk meeting, percakapan klien, tempat kerja yang aman, dan ruang lain di mana perangkat perekam mungkin tidak diterima.”
Tidak Ada Lampu Indikator
Meskipun mengedepankan aspek privasi, Halliday G2 tidak dilengkapi lampu indikator atau metode lain untuk memberi tahu orang di sekitar bahwa kacamata sedang merekam audio. Sebagai perbandingan, perangkat wearable seperti Bee’s Pioneer memancarkan cahaya saat merekam, meski perangkat tersebut masih terlalu asing sehingga kebanyakan orang mungkin tetap tidak menyadarinya.
Menanggapi pertanyaan dari WIRED, kontak media Halliday menulis: “Pengguna harus memberi tahu ruangan bahwa perekaman sedang berlangsung, sebagaimana diwajibkan oleh perangkat perekam lainnya.” Pernyataan ini menempatkan tanggung jawab etika sepenuhnya pada pengguna.
Fitur Unggulan untuk Meeting
Fokus utama Halliday G2 adalah ruang meeting. Kacamata ini ditenagai oleh layanan perekaman dan transkripsi AI bernama Meeting Flow. Mikrofon yang tertanam di bingkai kacamata mendengarkan percakapan, lalu AI membantu mengatur dan merangkum apa yang dibicarakan orang.
Beberapa wawasan akan muncul di layar kecil yang diposisikan di bagian atas lensa, sehingga pengguna bisa melihatnya langsung saat meeting berlangsung. Setelah meeting selesai, Meeting Flow bertujuan untuk merangkum, mentranskripsikan, dan mengekstrak topik-topik paling relevan dari percakapan.
Fitur-fitur seperti Thread Tracker, Decision Confirmation, dan Commitment Check dirancang untuk memilah informasi berguna menjadi gambaran menyeluruh tentang apa yang dibahas. Transkrip lengkap dan ringkasan pasca-meeting tersedia di aplikasi pendamping.
Halliday mengklaim AI-nya secara khusus fokus pada bagian-bagian penting dari sebuah meeting, tetap melacak topik bahkan jika peserta berbicara melenceng dari pokok bahasan.
Fitur Pendukung Produktivitas
Kacamata ini juga memiliki beberapa fitur yang membuatnya tidak mencolok. “Stealth mode” secara otomatis mengurangi kecerahan layar di ruangan gelap agar tidak mengganggu pengguna atau orang lain. Mode teleprompter bernama Cheatsheet menampilkan pengingat poin-poin penting yang dianggap penting oleh AI di layar untuk akses mudah.
Menariknya, pendiri Anduril, Palmer Luckey, disebut telah menggunakan fungsi serupa di kacamata Even Realities G2 untuk membantunya tetap fokus saat memberikan pidato TED.
Layar pada kacamata juga bisa menangani terjemahan dalam 45 bahasa serta notifikasi untuk pesan dan panggilan telepon. Kemampuan menerjemahkan bahasa lisan menjadi teks subtitle langsung di bidang pandang pengguna disebut Halliday sebagai alat yang berguna, terutama bagi penyandang tunarungu atau tuli untuk menangkap percakapan.
Generasi Kedua yang Lebih Matang
Halliday G2 merupakan iterasi kedua dari kacamata pintar perusahaan tersebut. Produk pertama diperkenalkan di CES 2025 dan mendapat ulasan beragam, bahkan masuk dalam kategori “Jangan Repot” di panduan kacamata pintar WIRED. Produk tersebut juga menuai kritik di forum Reddit dan menghadapi banyak keluhan dari pendukung versi awal berbasis Kickstarter.
Kini Halliday kembali dengan putaran kedua, bertujuan meningkatkan spesifikasi—dan harga—dari penawaran sebelumnya. Kacamata G2 ditargetkan untuk “profesional berkinerja tinggi” seperti pendiri perusahaan, CEO, atau siapa pun dengan uang tunai cukup untuk membeli kacamata seharga US$600 untuk keperluan meeting mereka.
Baca Juga:
Persaingan Pasar Kacamata Pintar
Pasar kacamata pintar semakin matang dengan perusahaan-perusahaan kecil memasuki siklus produk iterasi kedua mereka. Mereka bertujuan membangun pijakan sebelum raksasa teknologi seperti Samsung, Google, dan Apple masuk dan menguasai sebagian besar pasar. Langkah Halliday menghadirkan kacamata tanpa kamera menjadi strategi diferensiasi yang jelas di tengah dominasi pemain besar.
Bagi para profesional yang sering mengikuti migrasi data dan transformasi digital, alat perekam meeting berbasis AI seperti Halliday G2 bisa menjadi solusi produktivitas. Namun, implikasi etis dari perekaman audio tanpa indikator visual tetap menjadi pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab oleh produsen.
Dengan harga US$599, kacamata ini jelas bukan perangkat massal. Halliday membidik ceruk pasar spesifik: eksekutif yang membutuhkan catatan meeting otomatis tanpa harus repot mengetik atau merekam dengan ponsel. Pertanyaannya, apakah pasar profesional siap menerima perangkat yang merekam setiap percakapan tanpa tanda visual yang jelas?




