JBNews.id — Framework mengumumkan perubahan harga yang signifikan untuk Laptop 13 Pro menyusul lonjakan biaya modul memori dari pemasok yang disebut “lebih dari dua kali lipat” dari inventaris sebelumnya. Keputusan ini berdampak pada pelanggan yang sudah melakukan preorder, dengan beberapa di antaranya menerima konfigurasi memori yang berbeda dari pesanan awal.
Perusahaan yang dikenal dengan pendekatan transparan terhadap komponen laptop modular ini mengatakan bahwa pembaruan harga bersifat “besar dan tidak mengenakkan”. Framework menegaskan bahwa mereka masih memiliki stok modul memori LPCAMM2 yang cukup untuk menutupi seluruh preorder yang ada, namun komposisi modul 64GB, 32GB, dan 16GB tidak sesuai dengan semua konfigurasi preorder pelanggan.
Kondisi ini memaksa Framework untuk memperbarui konfigurasi memori pada sejumlah pesanan Laptop 13 Pro, yang secara langsung berdampak pada harga akhir yang harus dibayar pelanggan. Perusahaan telah menyampaikan permintaan maaf atas perubahan ini dan menawarkan opsi pembatalan dengan pengembalian deposit penuh bagi pelanggan yang tidak puas dengan konfigurasi baru mereka.
Dampak Krisis RAM Global
Fenomena yang dijuluki “RAMageddon” ini telah memakan korban baru. Framework menjadi salah satu perusahaan teknologi yang paling transparan mengenai dampak krisis RAM yang sedang berlangsung. Namun, langkah ini tetap menjadi pukulan telak bagi pelanggan yang telah menantikan kedatangan Laptop 13 Pro.
Bagi pelanggan yang sudah melakukan pemesanan, Framework mengirimkan notifikasi bahwa konfigurasi memori pada pesanan mereka telah diperbarui. Perubahan ini terjadi karena perusahaan tidak memiliki campuran modul yang tepat untuk memenuhi semua permintaan preorder yang masuk.
Framework menawarkan solusi berupa pembatalan pesanan dengan pengembalian deposit penuh bagi pelanggan yang tidak setuju dengan konfigurasi baru. Langkah ini diambil untuk memberikan fleksibilitas kepada konsumen di tengah situasi yang tidak terduga.
Baca Juga:
Konfigurasi dan Harga Terbaru
Untuk pemesanan baru, Framework telah menyesuaikan konfigurasi dan harga yang tersedia di situs web mereka. Opsi prebuilt kini dimulai dari harga $1.599 untuk varian dengan prosesor Intel Core Ultra 5 325, memori 16GB, dan penyimpanan 512GB. Angka ini meningkat $100 lebih tinggi dari harga yang diumumkan pada peluncuran awal.
Kenaikan harga ini mencerminkan tekanan biaya yang dihadapi Framework dari pemasok memorinya. Perusahaan mengaku menerima informasi biaya terbaru yang “lebih dari dua kali lipat” dibandingkan inventaris sebelumnya, yang menjadi dasar penyesuaian harga saat ini.
Framework telah menjadi salah satu perusahaan yang paling vokal mengenai dampak krisis RAM terhadap industri laptop. Pendekatan transparan mereka dalam mengomunikasikan perubahan harga dan konfigurasi kepada pelanggan patut diapresiasi, meskipun keputusan ini tetap mengecewakan bagi banyak pihak.
Pelanggan yang ingin mengetahui lebih detail mengenai pembaruan memori dan harga dapat membaca informasi lengkap di blog resmi Framework. Perusahaan berjanji akan terus memberikan informasi terkini mengenai perkembangan situasi ini.
Bagi Anda yang tertarik dengan laptop modular ini, penting untuk memahami bahwa Harga Terbaru yang ditawarkan sudah termasuk penyesuaian akibat krisis RAM. Sementara itu, bagi yang sudah melakukan preorder, opsi pembatalan dengan pengembalian deposit penuh masih tersedia.
Framework juga masih menghadapi tantangan lain terkait produksi Laptop 13 Pro. Sebelumnya, perusahaan melaporkan Masalah Trackpad yang menyebabkan penundaan pengiriman. Kendala ini menambah daftar tantangan yang harus dihadapi Framework dalam merilis laptop premium terbarunya.
Meskipun demikian, Framework tetap berkomitmen untuk memberikan produk berkualitas tinggi dengan desain modular yang menjadi ciri khasnya. Perusahaan percaya bahwa pendekatan transparan dalam menghadapi krisis ini akan membangun kepercayaan jangka panjang dengan pelanggan.
Implikasi dari kenaikan harga ini cukup jelas bagi konsumen. Bagi mereka yang sudah memesan, opsi terbaik adalah mengevaluasi apakah konfigurasi baru masih sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Sementara bagi yang belum memesan, harga awal yang lebih tinggi menjadi realitas baru yang harus diterima.
Krisis RAM global diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, yang berarti tekanan harga pada komponen memori kemungkinan belum akan mereda dalam waktu dekat. Framework, seperti halnya produsen laptop lainnya, harus beradaptasi dengan kondisi pasar yang tidak menentu ini.
Bagi pelanggan yang tetap ingin melanjutkan pemesanan, Framework menjamin bahwa modul memori yang digunakan adalah produk berkualitas tinggi dengan performa terbaik. Perusahaan juga menegaskan bahwa meskipun terjadi perubahan konfigurasi, kualitas dan keandalan laptop tetap menjadi prioritas utama.
Framework berharap bahwa dengan komunikasi yang terbuka dan opsi fleksibel yang ditawarkan, pelanggan dapat memahami situasi yang dihadapi perusahaan. Keputusan untuk menaikkan harga bukanlah langkah yang diambil dengan ringan, melainkan respons terhadap kondisi pasar yang tidak terduga.
Ke depannya, Framework berencana untuk terus memantau perkembangan harga komponen dan akan menyesuaikan strategi penetapan harga jika kondisi memungkinkan. Perusahaan juga akan terus mencari cara untuk meminimalkan dampak fluktuasi harga komponen terhadap konsumen.




