JBNews.id — Game PC terbaru berjudul Dear Passengers menjadi viral setelah menyisipkan lelucon soal Jeffrey Epstein di trailer resminya, memicu kecaman luas dari komunitas gamer. Trailer berdurasi hampir dua menit itu menampilkan karakter bernama Epst.J yang dianggap banyak pihak sebagai sindiran terhadap pelaku kejahatan seksual tersebut.
Dalam trailer pengenalan tersebut, karakter Epst.J terlihat berinteraksi dengan seorang penumpang yang perawakannya menyerupai Presiden Donald Trump. Alih-alih berinteraksi secara normal, Epst.J menampar karakter mirip Trump dan melemparkannya ke luar pesawat. Adegan ini menjadi pusat kontroversi karena dianggap tidak sensitif.
Sejumlah gamer menyuarakan kekecewaan mereka di media sosial. “Kenapa sih ada nama pengguna seperti itu di TRAILER RESMI game ini?” tulis seorang pengguna X, dikutip Kamis (16/7/2026). Yang lain mempertanyakan, “Siapa yang mau memainkan game yang memasarkan dirinya dengan lelucon Epstein yang menjijikkan?”
Nama Epst.J bagi sebagian orang dianggap sebagai akronim dari European Pilot Selection & Training, sebuah sekolah penerbangan ternama asal Belanda. Namun, bila digabung dengan huruf J, banyak gamer meyakini ini merujuk pada Jeffrey Epstein. Selain itu, karakter lain bernama PDaddy juga diduga merupakan referensi kepada P. Diddy yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Gamer lain menyebut humor dalam trailer tersebut sebagai “sok keren”. Menurut mereka, menyertakan referensi pelaku kejahatan seksual di dunia nyata justru mengalihkan perhatian dari pengantar game yang seharusnya. Video trailer Dear Passengers yang diunggah di X telah ditonton lebih dari 40 juta kali, mendapatkan 128 ribu likes, diretweet 10 ribu akun, dan dibagikan 42 ribu kali.
Dear Passengers rencananya rilis di Steam pada 2026. Proses pengembangan dan penerbitannya dilakukan oleh Flexus. Game ini meminta pemain untuk mengantarkan seluruh penumpang ke tempat tujuan. Salah satu pemain menjadi pilot, sementara yang lain menjaga kabin tetap rapi, melayani penumpang, dan menangani situasi sebelum menjadi lebih buruk.
Baca Juga:
Kontroversi ini mengingatkan pada fenomena di industri game di mana gamer meminta refund massal meski game mendapat ulasan positif. Hal serupa bisa terjadi pada Dear Passengers jika pengembang tidak segera merespons kritik.
Data menunjukkan bahwa rilis game premium terus meningkat, namun sensitivitas konten menjadi faktor krusial. Pengembang harus memahami bahwa referensi kontroversial dapat merusak reputasi game yang baru dirilis.
Fenomena ini juga menunjukkan kekuatan komunitas gamer dalam mengawasi konten. Dengan jutaan penonton trailer, tekanan publik bisa memengaruhi keputusan pengembang untuk mengubah konten atau tetap mempertahankannya.
Bagi gamer yang mengikuti rilis game terbaru, kontroversi seperti ini menjadi pelajaran tentang pentingnya etika dalam pemasaran. Keputusan Flexus ke depan akan menentukan apakah Dear Passengers bisa pulih dari kontroversi ini atau justru semakin terpuruk.

Implikasi dari kontroversi ini jelas: pengembang game harus lebih berhati-hati dalam memilih referensi untuk konten promosi. Apa yang dianggap lucu oleh sebagian orang bisa menjadi bumerang yang merusak reputasi game sebelum dirilis. Bagi gamer, ini adalah pengingat untuk selalu kritis terhadap konten yang dikonsumsi.




