Amazon Gabungkan Prime Video dengan Game Streaming Lewat Tab Games Baru

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
Tab Games Amazon Prime Video di perangkat Fire TV menampilkan pilihan game streaming
  • Amazon luncurkan tab Games baru di perangkat Fire TV untuk mengintegrasikan Prime Gaming, Amazon Game Studios, dan Luna ke dalam Prime Video
  • Target utama adalah pengguna kasual yang sudah menonton konten Prime Video, bukan gamer inti
  • Game yang tersedia termasuk Dispatch, Fallout 4, Hogwarts Legacy, EA Sports FC 26, dan Clue
  • Amazon akan memanfaatkan IP seperti Tomb Raider dan James Bond untuk menarik pengguna
  • Tersedia di AS dan Inggris, dengan rencana ekspansi ke negara lain

JBNews.id — Amazon resmi meluncurkan tab Games baru di perangkat Fire TV, menandai langkah strategis untuk mengintegrasikan layanan game streaming Prime Gaming, Amazon Game Studios, dan Luna ke dalam ekosistem Prime Video. Langkah ini menargetkan pengguna kasual yang sudah menonton film, acara TV, dan olahraga melalui Prime Video, alih-alih bersaing langsung dengan gamer inti yang memainkan MMO dan game tembak-menembak.

Keputusan Amazon ini diumumkan oleh eksekutif game Amazon, Jeff Gattis, dalam wawancara dengan The Verge bulan lalu. Strategi baru ini kini semakin jelas dengan hadirnya tab Games yang memungkinkan pengguna di Amerika Serikat dan Inggris mengakses langsung game-game seperti Dispatch, Fallout 4, Hogwarts Legacy, EA Sports FC 26, dan Clue melalui antarmuka Prime Video. Sebelumnya, Luna sudah termasuk dalam langganan Prime, tetapi kini aksesnya menjadi lebih terintegrasi.

Amazon menyatakan bahwa “detail mengenai perangkat, negara, dan game tambahan” akan diumumkan kemudian. Ekspansi ini mirip dengan langkah Netflix yang baru-baru ini menambahkan game streaming yang bisa dimainkan di TV. Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, Gattis mengakui bahwa Amazon “belum pernah membangun” dirinya sebagai platform game selama ini, dan menekankan peran kunci dari kekayaan intelektual (IP) Amazon seperti Tomb Raider dan James Bond.

Target Audiens Kasual dan Integrasi Konten

Tab Games juga menjadi tempat bagi Amazon untuk mempromosikan game-game terkait kepada orang-orang yang menonton kontennya di Prime Video. Contohnya adalah game ko-op kartu Masters of the Universe: Legends Unite, atau game pesta bertenaga AI berjudul Courtroom Chaos: Starring Arnold Schwarzenegger yang dirilis menjelang film liburan baru bintang tersebut untuk Amazon tahun ini.

Langkah ini menunjukkan perubahan strategi Amazon dari upaya sebelumnya yang lebih fokus pada gamer inti. Dengan menggabungkan Prime Gaming, Amazon Game Studios, dan Luna ke dalam satu organisasi, Amazon kini menyasar audiens yang lebih luas—pengguna Prime Video yang sudah setia. Pendekatan ini mengurangi kebutuhan untuk bersaing langsung dengan platform game mapan seperti PlayStation, Xbox, atau PC gaming.

Strategi serupa juga diterapkan oleh Netflix, yang mulai menambahkan game ke platformnya pada tahun 2021. Namun, Amazon memiliki keunggulan berupa perangkat keras Fire TV yang sudah terpasang di jutaan rumah tangga. Integrasi ini memungkinkan pengguna untuk langsung bermain game tanpa perlu perangkat tambahan, cukup dengan remote Fire TV atau controller yang kompatibel.

Data dan Dampak Potensial

Meskipun Amazon belum merilis data spesifik tentang jumlah pengguna layanan game-nya, langkah ini berpotensi meningkatkan keterlibatan pengguna Prime Video secara signifikan. Dengan lebih dari 200 juta pelanggan Prime di seluruh dunia, basis pengguna potensial sangat besar. Fokus pada game kasual juga berarti Amazon tidak perlu berinvestasi besar-besaran dalam judul-judul AAA yang mahal, melainkan dapat memanfaatkan IP yang sudah dimiliki.

IP Tomb Raider dan James Bond yang disebutkan Gattis menunjukkan bahwa Amazon berencana menggunakan properti intelektualnya sendiri untuk menarik pengguna. Ini adalah strategi yang mirip dengan bagaimana Disney+ menggunakan franchise Marvel dan Star Wars untuk mendorong langganan. Dengan game yang terkait langsung dengan film atau serial Prime Video, Amazon menciptakan ekosistem konten yang saling memperkuat.

Bagi pengguna di Indonesia, meskipun belum disebutkan dalam rilis awal, ekspansi ke negara lain kemungkinan akan menyusul. Amazon biasanya meluncurkan fitur baru di pasar utama AS dan Inggris terlebih dahulu sebelum merambah ke negara lain. Pengguna Fire TV di Indonesia yang berlangganan Prime Video mungkin harus menunggu pengumuman resmi dari Amazon mengenai ketersediaan tab Games di wilayah ini.

Dalam konteks persaingan bisnis, langkah Amazon ini juga merupakan respons terhadap tren industri di mana perusahaan teknologi besar berlomba-lomba menguasai pasar game streaming. Microsoft dengan Xbox Cloud Gaming, Nvidia dengan GeForce Now, dan Sony dengan PlayStation Plus Premium adalah pesaing utama. Namun, dengan fokus pada pengguna kasual dan integrasi dengan Prime Video, Amazon mencoba membedakan diri dari pesaing yang lebih fokus pada gamer inti.

Dari sisi teknis, tab Games di Fire TV mendukung berbagai controller, termasuk controller Xbox dan PlayStation, serta controller Luna yang dirancang khusus. Pengalaman bermain game melalui streaming juga bergantung pada kualitas koneksi internet, sehingga Amazon perlu memastikan infrastruktur cloud-nya memadai untuk memberikan pengalaman yang mulus.

Amazon juga telah menunjukkan komitmennya pada inovasi di berbagai bidang lain. Misalnya, proyek satelit Amazon Leo yang bertujuan menyediakan akses internet broadband melalui 396 satelit, mirip dengan Starlink milik SpaceX. Proyek ini bisa menjadi fondasi infrastruktur yang mendukung layanan game streaming di masa depan, terutama di daerah dengan akses internet terbatas.

Sementara itu, tantangan tetap ada. Amazon mengakui bahwa mereka “belum pernah membangun” dirinya sebagai platform game, yang berarti harus membangun kepercayaan dan basis pengguna dari awal. Selain itu, persaingan dengan Netflix yang juga memiliki layanan game streaming, serta platform lain, akan semakin ketat. Namun, dengan basis pengguna Prime yang besar dan integrasi yang mulus, Amazon memiliki potensi untuk menjadi pemain signifikan di pasar game streaming kasual.

Implikasi bagi pengguna adalah kemudahan akses ke game tanpa perlu perangkat keras khusus. Cukup dengan Fire TV dan langganan Prime, pengguna bisa menikmati berbagai judul game langsung dari TV. Ini bisa menjadi daya tarik bagi keluarga yang mencari hiburan terintegrasi, di mana setelah menonton film, mereka bisa langsung bermain game tanpa harus berpindah perangkat atau platform.

Ke depannya, pengumuman Amazon mengenai “detail tambahan” akan menjadi kunci untuk melihat sejauh mana strategi ini akan dijalankan. Apakah akan ada judul-judul eksklusif yang hanya bisa dimainkan melalui Prime Video? Atau apakah Amazon akan membuka platformnya untuk pengembang pihak ketiga? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan menentukan apakah langkah Amazon ini akan menjadi game-changer atau sekadar tambahan fitur biasa.

Bagi para pengamat industri, langkah Amazon ini menarik karena menunjukkan bagaimana batas antara layanan streaming video dan game semakin kabur. Perusahaan yang dulunya hanya dikenal sebagai toko buku online kini menjadi pemain di berbagai sektor hiburan, dari produksi film hingga game streaming. Ini adalah contoh nyata dari konvergensi media yang diprediksi oleh banyak analis.

Dengan strategi yang lebih fokus pada pengguna kasual dan integrasi konten, Amazon berharap dapat menarik lebih banyak pengguna ke layanan Prime-nya. Jika berhasil, ini bisa menjadi model baru bagi perusahaan teknologi lain yang ingin memasuki pasar game tanpa harus berinvestasi besar-besaran dalam perangkat keras atau judul-judul mahal. Sementara itu, pengguna dapat menikmati lebih banyak pilihan hiburan dalam satu langganan yang sudah mereka miliki.