JBNews.id โ Ratusan juta pengguna Google di Indonesia mungkin belum menyadari bahwa halaman akun Google menyimpan sejumlah pengaturan penting yang jarang tersentuh. Padahal, opsi-opsi ini mencakup keamanan data, riwayat penelusuran, hingga alamat cadangan yang diperlukan jika akun terkunci. Tanpa penyesuaian yang tepat, data pribadi pengguna bisa terekspos lebih luas dari yang diinginkan.
Artikel ini mengulas tujuh pengaturan tersembunyi yang layak diperhatikan. Semua pengaturan ini dapat diakses melalui halaman akun Google di web. Berikut rinciannya.
1. Atur Alamat Rumah dan Kantor
Google akan menggunakan informasi lokasi tempat tinggal dan tempat kerja untuk mempersonalisasi pengalaman pengguna. Fitur ini paling berguna di Google Maps, karena pengguna bisa mendapatkan petunjuk arah pulang atau ke kantor hanya dengan satu ketukan, tanpa perlu mengetik alamat setiap kali. Manfaat lain mencakup prakiraan cuaca yang lebih akurat dan hasil pencarian yang lebih relevan.
Aturan privasi Google berlaku seperti biasa: tidak ada orang lain yang melihat alamat yang disimpan, namun pengguna mungkin akan mulai melihat lebih banyak iklan toko sandwich di area sekitar. Untuk mengaturnya, buka halaman akun Google, klik Personal info, lalu pilih Home address atau Work address. Alamat bisa diketik manual atau dipilih pada peta.
2. Edit Informasi Profil Google
Akun Google tidak sama dengan profil Facebook atau Instagram, tetapi Google tetap membagikan informasi tentang pengguna kepada orang lain. Jika pengguna mengirim email melalui Gmail, penerima dapat mengklik foto profil dan melihat informasi publik di halaman akun Google. Hal yang sama terjadi jika meninggalkan ulasan di Google Maps.
Untuk mengatur apa yang bisa dilihat orang lain, buka Data & privacy lalu pilih Profile. Pengguna dapat menyertakan berbagai informasi, seperti foto profil hingga tautan web. Di samping setiap informasi terdapat ikon yang menunjukkan status publik (ikon dua orang) atau pribadi (ikon gembok). Klik entri mana pun untuk mengubah pengaturan visibilitas.
3. Tentukan Kontak Pemulihan
Kontak pemulihan adalah orang yang dapat dihubungi Google jika akun pengguna terkunci. Ini berfungsi sebagai jaring pengaman yang efektif. Kontak pemulihan dapat menjamin identitas pengguna, dan orang sungguhan lebih sulit diretas atau dipalsukan dibandingkan kata sandi atau kode PIN.
Untuk mengatur atau mengubah kontak pemulihan, pilih Security & sign-in > Recovery contacts. Orang yang dipilih akan menerima notifikasi di kotak masuk email mereka dan perlu mengikuti tautan untuk menyetujui peran ini. Pengguna disarankan memberi tahu kontak tersebut sebelumnya.
Langkah keamanan ini penting, terutama mengingat risiko keamanan data yang terus berkembang di berbagai platform digital.
4. Sesuaikan Jenis Iklan yang Dilihat
Iklan bertarget adalah konsekuensi yang tidak terhindarkan dari penggunaan aplikasi dan layanan gratis Google. Namun, pengguna dapat mengontrol jenis iklan yang ditampilkan lebih dari yang disadari. Dari menu Data & privacy, pilih My Ad Center. Untuk kategori seperti industri profesional, hubungan, dan kepemilikan rumah, iklan bisa diaktifkan atau dimatikan.
Klik Customize Ads untuk perubahan lebih lanjut. Terdapat tiga tab: Topics, Brands, dan Sensitive. Di setiap tab, pengguna dapat melihat iklan yang baru saja ditampilkan dan menyesuaikan apa yang akan muncul di masa depan. Jika pengguna menyukai teknologi dan melihat merek Samsung, misalnya, klik tombol minus (โ) untuk mengurangi iklan produk Samsung. Perlu diingat, ini tidak mengurangi volume iklan secara keseluruhan, hanya topiknya.
Baca Juga:
5. Simpan Kontak Secara Otomatis (atau Tidak)
Pengguna akan berinteraksi dengan banyak orang melalui berbagai aplikasi dan layanan Google. Google dapat menyimpan orang-orang ini ke daftar kontak secara otomatis. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini, buka People & sharing lalu pilih Contact info saved from interactions.
Fitur ini terkadang membantu melacak seseorang yang pernah dihubungi meskipun datanya tidak pernah disimpan secara eksplisit. Di sisi lain, fitur ini bisa membuat daftar kontak menjadi terlalu penuh. Sesuaikan sesuai preferensi pengguna.
6. Keluar dari Perangkat Lama
Jika pengguna telah menggunakan beberapa ponsel, tablet, dan komputer selama bertahun-tahun, risiko akses tidak sah perlu diminimalkan. Perangkat lama mungkin masih masuk ke akun Google meskipun sudah dijual atau diberikan kepada orang lain. Untuk memeriksanya, klik Security & sign in, gulir ke bawah, dan lihat daftar perangkat yang terhubung ke akun.
Pilih Manage all devices untuk melihat daftar lengkap. Jika menemukan perangkat yang tidak lagi digunakan secara rutin, klik perangkat tersebut dan pilih Sign out. Jika salah menghapus perangkat yang masih digunakan, pengguna hanya perlu masuk kembali ke akun Google di perangkat tersebut.
7. Hapus Aktivitas Web Secara Otomatis
Google mengumpulkan banyak data tentang penggunanya, tetapi pengguna dapat mengatur penghapusan data yang terkumpul secara otomatis dan berkala. Pilih Data & privacy lalu Web & App Activity, dan akan muncul opsi Auto-delete. Data dapat dihapus secara otomatis setelah tiga bulan, 18 bulan, atau 36 bulan.
Aktivitas yang tercakup meliputi pencarian web, aplikasi yang diinstal, lokasi yang dikunjungi di Google Maps, dan konten yang dibaca di Google News. Semua data ini digunakan untuk menyesuaikan layanan Google dan iklan yang dilihat. Jika dihapus, pengalaman yang dipersonalisasi akan berkurang, namun jejak digital yang ditinggalkan juga diminimalkan.
Bagi pengguna yang ingin melindungi privasi lebih lanjut, deteksi alat pelacak di sekitar perangkat juga bisa menjadi langkah tambahan yang bijak.
Dengan menyesuaikan tujuh pengaturan ini, pengguna dapat mengontrol seberapa banyak informasi pribadi yang dibagikan ke Google dan seberapa besar data yang terlihat di web. Tingkat kenyamanan masing-masing pengguna harus menjadi panduan utama dalam menentukan pengaturan yang tepat.




