Xiaomi: TV Tetap Pusat Hiburan Utama di Rumah

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Xiaomi TV S Mini LED 2026 yang diperkenalkan di Jakarta sebagai bukti komitmen Xiaomi pada pasar smart TV Indonesia
  • Xiaomi Indonesia menegaskan TV masih menjadi pusat hiburan utama di rumah
  • Smartphone dan tablet diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti TV
  • Strategi ekosistem Human × Car × Home memungkinkan perpindahan konten antar perangkat
  • Data BPS 2025: 70% masyarakat Indonesia usia 5+ masih menonton TV hampir setiap hari
  • Xiaomi TV S Mini LED 2026 diperkenalkan sebagai produk terbaru lini smart TV
  • Misi Innovation for Everyone: keseimbangan fitur, kualitas, dan harga
  • Pertumbuhan platform streaming OTT dan media sosial mendorong kebutuhan layar besar

JBNews.id — Xiaomi Indonesia menegaskan bahwa televisi masih menjadi pusat hiburan utama di rumah, meskipun konsumsi konten melalui smartphone dan tablet terus meningkat. Perusahaan justru memandang perangkat mobile bukan sebagai pengganti TV, melainkan pelengkap dalam ekosistem perangkat yang saling terhubung. Pernyataan ini disampaikan Head of PR Xiaomi Indonesia Abee Hakiim usai media preview Xiaomi TV S Mini LED di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Pandangan tersebut menjadi dasar bagi Xiaomi untuk tetap agresif mengembangkan lini smart TV di Indonesia. “Kami tidak melihat satu perangkat itu bisa menggantikan yang lain. Semuanya bisa terkoneksi dan saling melengkapi perjalanan pengalaman pengguna,” ujar Abee.

Xiaomi TV S Mini LED 2026

Konsep ini sejalan dengan strategi ekosistem Human × Car × Home yang diusung Xiaomi. Melalui ekosistem tersebut, pengguna dapat berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain tanpa mengubah pengalaman menikmati konten. Abee memberikan contoh konkret: seseorang dapat mulai menonton film melalui smartphone di kamar, kemudian melanjutkannya di tablet ketika menginginkan layar lebih besar, dan akhirnya meneruskan tayangan yang sama di televisi saat ingin menikmatinya bersama keluarga.

“Misalnya dia menonton di smartphone, kemudian pindah ke tablet. Setelah itu ingin menonton bersama keluarga di ruang keluarga menggunakan TV, tinggal melanjutkan tayangannya dengan akun yang sama,” jelasnya.

Data BPS 2025 Dukung Optimisme Xiaomi

Tingginya penggunaan smartphone tidak membuat televisi kehilangan relevansinya. Xiaomi justru melihat kebutuhan masyarakat terhadap layar besar terus meningkat seiring berkembangnya platform streaming atau over-the-top (OTT), media sosial, hingga kualitas tayangan yang semakin baik. Selain untuk hiburan, televisi kini juga digunakan untuk berbagai kebutuhan visual lainnya sehingga permintaan terhadap perangkat tersebut tetap terjaga.

Optimisme ini didukung oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang dikutip Xiaomi. Berdasarkan data tersebut, sekitar 70% masyarakat Indonesia berusia lima tahun ke atas masih menonton televisi hampir setiap hari, atau sekitar enam hingga tujuh hari dalam sepekan.

“Sebanyak 70% orang berumur lima tahun ke atas masih mengonsumsi TV setiap hari. Itulah mengapa kami juga masih terus mengeluarkan produk-produk TV yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia,” ujar Abee.

Abee Hakiim, Head of PR Xiaomi Indonesia

Misi Innovation for Everyone

Karena itu, Xiaomi memastikan akan terus menghadirkan berbagai pilihan smart TV sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari misi Innovation for Everyone, yakni menghadirkan teknologi yang mampu menawarkan keseimbangan antara fitur, kualitas, dan harga agar dapat dinikmati lebih banyak konsumen.

Komitmen Xiaomi terhadap pasar smart TV Indonesia juga terlihat dari konsistensinya menghadirkan produk dengan teknologi terbaru. Salah satunya adalah Xiaomi TV S Mini LED 2026 yang baru saja diperkenalkan. Produk ini menjadi bukti bahwa perusahaan serius menggarap segmen televisi di tengah dominasi perangkat mobile.

Bagi konsumen yang ingin mengetahui perkembangan terbaru ekosistem Xiaomi, termasuk lini smartphone terbaru, informasi mengenai jadwal rilis perangkat flagship juga tersedia. Sementara itu, bagi yang tertarik dengan spesifikasi smartphone kelas menengah, berbagai pilihan menarik juga telah dihadirkan perusahaan.

Ke depan, Xiaomi diprediksi akan terus memperkuat posisinya di pasar smart TV Indonesia. Dengan dukungan data konsumsi televisi yang masih tinggi, perusahaan memiliki alasan kuat untuk terus berinovasi di kategori produk ini. Bagi penggemar teknologi yang ingin mengetahui bocoran perangkat terbaru, perkembangan informasi dari Xiaomi patut untuk terus diikuti.

Implikasinya bagi konsumen Indonesia, pilihan smart TV di pasar akan semakin beragam dengan harga yang kompetitif. Xiaomi menegaskan bahwa televisi tetap relevan sebagai pusat hiburan keluarga, sementara smartphone dan tablet berperan sebagai perangkat pendukung yang memperkaya pengalaman menonton. Strategi ekosistem yang saling terhubung ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas dalam menikmati konten di berbagai perangkat.