AWS Pastikan Data Pelanggan Tak Dipakai Latih Model AI

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
AWS Summit Jakarta di Ritz Carlton Pacific Place
  • AWS menegaskan data pelanggan tidak digunakan untuk melatih model AI melalui Amazon Bedrock
  • Pernyataan disampaikan Anthony Amni, Country Manager AWS Indonesia di AWS Summit Jakarta
  • AWS menerapkan shared responsibility model dengan pembagian tanggung jawab keamanan
  • Fitur keamanan mencakup enkripsi data at rest dan in transit
  • Data pelanggan di AWS Asia Pacific (Jakarta) Region secara default tetap berada di Indonesia
  • AWS menegaskan filosofi "security is job zero" dalam setiap layanan
  • Adopsi AI di Indonesia telah menembus 40 persen dan memasuki fase eksekusi
  • Jaminan ini diharapkan mendorong lebih banyak perusahaan mengadopsi AI

JBNews.id — Amazon Web Services (AWS) menegaskan data pelanggan yang diproses melalui layanan kecerdasan buatan (AI) di platform mereka tidak digunakan untuk melatih model AI. Pernyataan ini disampaikan menyusul kekhawatiran banyak perusahaan yang masih ragu mengadopsi AI generatif karena khawatir data internal mereka akan digunakan kembali oleh penyedia layanan.

Anthony Amni, Country Manager Amazon Web Services Indonesia, menjelaskan AWS menerapkan pendekatan berbeda dalam layanan AI generatif melalui Amazon Bedrock. “Semua data yang dilempar ke situ, itu tidak digunakan kembali oleh penyedia model untuk melakukan training,” ujar Anthony dalam sesi media di AWS Summit Jakarta, di Ritz Carlton, Pacific Place, Kamis (6/8/2026).

Pernyataan ini menjawab salah satu tantangan terbesar dalam adopsi AI di tingkat korporasi. Banyak perusahaan menahan diri untuk memanfaatkan AI generatif karena isu keamanan data menjadi hambatan utama. Dengan jaminan tersebut, AWS berupaya memberikan kepastian kepada pelanggan bahwa data internal mereka tetap aman dan tidak menjadi bahan pelatihan model AI milik penyedia layanan.

Menurut Anthony, pendekatan tersebut membuat pelanggan tetap dapat memanfaatkan berbagai model AI tanpa harus khawatir data internal mereka digunakan untuk meningkatkan model AI milik penyedia layanan. Hal ini menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang ingin mengadopsi teknologi AI tanpa mengorbankan kerahasiaan data bisnis mereka.

AWS

Selain jaminan soal data pelatihan AI, AWS juga menerapkan shared responsibility model. Dalam model ini, AWS bertanggung jawab menjaga keamanan infrastruktur cloud, sementara pelanggan bertanggung jawab terhadap aplikasi dan data yang mereka bangun di atas layanan tersebut. Pembagian tanggung jawab ini memberikan kejelasan bagi kedua belah pihak dalam menjaga keamanan sistem secara menyeluruh.

Meski begitu, AWS menyediakan berbagai fitur keamanan untuk membantu pelanggan melindungi data mereka. Fitur tersebut mencakup enkripsi data saat disimpan (at rest) maupun saat dikirim (in transit). Langkah ini memastikan data pelanggan terlindungi di seluruh siklus penggunaannya.

“Kami juga memiliki tim khusus, termasuk solution architect yang memimpin security. Jadi ketika kita melakukan implementasi di setiap customer, itu kami datang dari best practice,” katanya.

Anthony juga menegaskan seluruh layanan yang dijalankan pelanggan di AWS Asia Pacific (Jakarta) Region secara default tetap berada di Indonesia. “Semua yang customer kami jalankan di atas AWS di Jakarta, itu by default, setidaknya di Indonesia. Bagi kami, security is job zero,” tutup Anthony.

Pernyataan ini menegaskan komitmen AWS terhadap keamanan data di wilayah Indonesia. Dengan adanya kepastian bahwa data tetap berada di dalam negeri, perusahaan-perusahaan Indonesia dapat lebih tenang dalam mengadopsi layanan cloud dan AI dari AWS.

Kehadiran AWS Asia Pacific (Jakarta) Region sendiri menjadi infrastruktur penting bagi perusahaan di Indonesia yang ingin memanfaatkan layanan cloud computing. Dengan jaminan data tetap berada di Indonesia, perusahaan dapat memenuhi berbagai regulasi terkait penyimpanan data yang berlaku di dalam negeri.

Kekhawatiran soal keamanan data memang menjadi salah satu tantangan terbesar dalam adopsi kecerdasan buatan (AI). Banyak perusahaan masih ragu menggunakan AI generatif karena khawatir data yang mereka masukkan akan digunakan kembali untuk melatih model AI. Pernyataan AWS ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran tersebut.

Amazon Bedrock sebagai layanan AI generatif dari AWS menawarkan akses ke berbagai model AI dari sejumlah penyedia melalui satu platform. Dengan pendekatan yang memastikan data pelanggan tidak digunakan untuk pelatihan model, AWS memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk memilih model AI yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.

Bagi perusahaan di Indonesia yang sedang mempertimbangkan adopsi AI, jaminan keamanan data ini menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan. Terlebih dengan adanya Perpres AI yang dipastikan terbit tahun ini, regulasi terkait penggunaan AI di Indonesia akan semakin jelas.

Langkah AWS ini sejalan dengan upaya mendorong adopsi AI di Indonesia yang terus meningkat. Sebelumnya, AWS mencatat adopsi AI di Indonesia telah menembus 40 persen dan kini memasuki fase eksekusi. Angka ini menunjukkan minat yang besar dari perusahaan Indonesia terhadap teknologi AI.

Namun, kecepatan adopsi tersebut harus diimbangi dengan jaminan keamanan data yang memadai. Pernyataan AWS tentang data pelanggan yang tidak digunakan untuk melatih model AI menjadi sinyal penting bagi pasar Indonesia bahwa keamanan data menjadi prioritas utama.

Dengan pendekatan shared responsibility model, AWS dan pelanggan memiliki peran yang jelas dalam menjaga keamanan. AWS menjaga infrastruktur cloud, sementara pelanggan bertanggung jawab atas aplikasi dan data yang mereka kelola. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem keamanan yang lebih kuat.

Fitur enkripsi data yang disediakan AWS mencakup dua lapisan penting: saat data disimpan dan saat data dikirim. Ini berarti data pelanggan terlindungi baik ketika berada di server maupun ketika berpindah antar sistem. Perlindungan ganda ini menjadi standar keamanan yang diharapkan perusahaan modern.

Tim khusus AWS yang dipimpin oleh solution architect bidang keamanan juga menjadi nilai tambah. Mereka membantu implementasi di setiap pelanggan berdasarkan praktik terbaik yang telah teruji. Pendekatan ini memastikan setiap implementasi dilakukan dengan standar keamanan tertinggi.

Komitmen AWS terhadap keamanan data di Indonesia juga tercermin dari pernyataan bahwa semua layanan yang dijalankan pelanggan di AWS Asia Pacific (Jakarta) Region secara default tetap berada di Indonesia. Hal ini memberikan kepastian hukum dan kepatuhan terhadap regulasi data di Indonesia.

“Security is job zero” menjadi filosofi yang dipegang AWS dalam setiap layanannya. Frasa ini menegaskan bahwa keamanan bukan sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi dari seluruh layanan yang disediakan.

Bagi pelaku bisnis di Indonesia, jaminan ini menjadi pertimbangan penting dalam memilih penyedia layanan cloud dan AI. Keamanan data menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ancaman siber dan kebutuhan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data.

Dengan berbagai jaminan yang diberikan, AWS berharap dapat mendorong lebih banyak perusahaan di Indonesia untuk mengadopsi teknologi AI. Kekhawatiran tentang keamanan data yang selama ini menjadi penghambat diharapkan dapat teratasi dengan kebijakan yang transparan ini.

Perusahaan yang ingin memanfaatkan layanan AI dari AWS kini memiliki kepastian bahwa data mereka tidak akan digunakan untuk kepentingan pelatihan model AI. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk fokus pada pengembangan inovasi berbasis AI tanpa harus khawatir tentang keamanan data internal mereka.

Ke depannya, adopsi AI di Indonesia diprediksi akan terus meningkat seiring dengan semakin matangnya infrastruktur dan regulasi. Dengan jaminan keamanan data dari penyedia layanan seperti AWS, perusahaan di Indonesia dapat lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan daya saing bisnis mereka.

Pernyataan AWS ini menjadi angin segar bagi industri teknologi di Indonesia. Kepastian bahwa data pelanggan tidak digunakan untuk melatih model AI memberikan landasan yang kuat bagi pertumbuhan adopsi AI yang lebih luas di berbagai sektor industri.

Dengan demikian, perusahaan di Indonesia tidak perlu ragu lagi untuk memanfaatkan layanan AI dari AWS. Jaminan keamanan data yang diberikan menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun kepercayaan dan mendorong inovasi berbasis AI di tanah air.