JBNews.id โ Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max dipastikan akan dirilis secara global setelah dua perangkat tersebut lolos sertifikasi EEC. Situasi ini berbeda dengan pendahulunya, Xiaomi 17 Pro dan Xiaomi 17 Pro Max, yang tahun lalu hanya diluncurkan di China dan tidak pernah dibawa ke negara lain.
Seorang tipster di Twitter/X menemukan dua perangkat Xiaomi yang baru saja lolos sertifikasi EEC. Perangkat tersebut memiliki nomor model 2609BPN61G dan 2611FPNFAG yang masing-masing diyakini sebagai Xiaomi 18 Pro Max dan Xiaomi 18. Sertifikasi ini memastikan bahwa Xiaomi 18 Pro Max akan diluncurkan di luar China.
Selain itu, rumor sebelumnya juga mengklaim Xiaomi 18 Pro akan dirilis secara global. Artinya, tiga ponsel flagship Xiaomi akan tersedia di luar China. Ini akan menjadi perubahan strategi yang signifikan bagi Xiaomi, yang sebelumnya kerap membatasi varian Pro Max hanya untuk pasar domestik.
Namun, belum diketahui apakah ini artinya Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max juga akan dirilis di Indonesia. Bocoran soal Xiaomi 18 Pro sebelumnya mengatakan ponsel ini akan hadir di Eropa, Turki, Rusia, Taiwan, dan Jepang. Daftar tersebut tidak menyebutkan Indonesia secara eksplisit, sehingga nasib pasar Tanah Air masih menjadi tanda tanya besar.
Tahun ini sangat berbeda bagi banyak vendor smartphone karena harga RAM yang terus melambung. Kondisi ini mungkin menjadi salah satu faktor yang mendorong Xiaomi untuk memperluas pasar global demi menekan biaya produksi dan meningkatkan volume penjualan.
Baca Juga:
Xiaomi 18, Xiaomi 18 Pro, dan Xiaomi 18 Pro Max kemungkinan akan diperkenalkan pada bulan September. Xiaomi 18 akan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6, sedangkan edisi Pro dan Pro Max akan diotaki Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro, seperti dikutip dari GSM Arena, Minggu (2/8/2026).
Perbedaan chipset ini menunjukkan segmentasi yang jelas antara varian standar dan varian premium. Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro kemungkinan menawarkan performa lebih tinggi, terutama untuk komputasi AI dan gaming kelas berat yang menjadi fokus utama pasar flagship tahun ini.
Xiaomi kemungkinan akan mempertahankan desain layar belakang untuk Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max, tetapi belum diketahui apakah mereka akan tetap menawarkan layar OLED berukuran 2,7 inch yang sama atau menggunakan versi baru. Konsistensi desain ini bisa menjadi nilai jual tersendiri bagi pengguna yang sudah familiar dengan ekosistem Xiaomi.
Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max dirumorkan mengusung kamera utama 200 MP dan kamera telephoto makro 200 MP yang sama-sama menggunakan sensor berukuran besar. Kombinasi dua kamera 200 MP ini menjadi salah satu spesifikasi paling menarik di kelasnya, menjanjikan kualitas foto yang jauh lebih baik dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Ponsel ini juga akan dilengkapi motor getar yang lebih besar, sementara Xiaomi 18 Pro yang lebih kecil akan dibekali baterai dengan kapasitas minimal 7.000 mAh. Kapasitas baterai sebesar ini menjadi jawaban atas kebutuhan pengguna modern yang menginginkan daya tahan seharian penuh tanpa khawatir kehabisan energi.
Keputusan Xiaomi untuk merilis varian Pro dan Pro Max secara global menandai pergeseran strategi perusahaan. Sebelumnya, Xiaomi kerap membatasi varian tertingginya hanya untuk pasar China, seperti yang terjadi pada seri Xiaomi 17. Kini, dengan pasar global yang semakin kompetitif, Xiaomi tampaknya ingin memperluas jangkauan produk premiumnya.
Bagi konsumen Indonesia, kabar ini tentu menjadi angin segar. Meski belum ada kepastian resmi mengenai ketersediaan di pasar lokal, peluang untuk mendapatkan Xiaomi 18 Pro atau Pro Max di Indonesia kini lebih terbuka dibandingkan seri sebelumnya. Bocoran Xiaomi 18 sebelumnya juga mengindikasikan spesifikasi yang mengesankan, termasuk baterai 7.000 mAh dan kamera 200 MP.
Selain itu, Xiaomi juga aktif memperbarui lini produk lainnya. Xiaomi 17T Pro menjadi salah satu smartphone flagship terbaru yang sudah hadir dengan spesifikasi dan harga yang kompetitif. Kehadiran berbagai varian ini menunjukkan komitmen Xiaomi untuk menguasai pasar di berbagai segmen harga.
Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana Xiaomi menetapkan harga untuk varian Pro dan Pro Max di pasar global. Dengan harga RAM yang terus melambung, kemungkinan besar harga flagship ini akan lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, dengan spesifikasi yang ditawarkan โ kamera 200 MP ganda, baterai besar, dan chipset terbaru โ nilai yang ditawarkan tetap menarik bagi pengguna yang menginginkan performa maksimal.
Bagi pengguna yang mengikuti perkembangan fitur terbaru dari Xiaomi, peluncuran global ini membuka peluang untuk mendapatkan teknologi terkini tanpa harus menunggu lama. Sebelumnya, pengguna di luar China harus menempuh jalur impor untuk mendapatkan varian Pro Max, yang tentu saja lebih mahal dan berisiko.
Keputusan akhir mengenai ketersediaan di Indonesia kemungkinan besar akan diumumkan bersamaan dengan peluncuran global pada September mendatang. Xiaomi Indonesia biasanya memiliki jadwal peluncuran tersendiri, dan sering kali membawa varian flagship ke pasar lokal dengan penyesuaian harga dan garansi resmi.
Dengan segala spekulasi yang beredar, satu hal yang pasti: tahun 2026 menjadi tahun yang menarik bagi penggemar Xiaomi di seluruh dunia. Ketiga varian flagship yang akan dirilis secara global ini menunjukkan ambisi Xiaomi untuk bersaing di level tertinggi pasar smartphone, sekaligus menjawab kebutuhan pengguna yang selama ini menantikan kehadiran varian Pro Max di luar China.




