JBNews.id — Warga Dowagiac, Michigan, menggugat pengelola pusat data setelah kebisingan dari sistem pendingin mencapai 60 desibel dan berlangsung tanpa henti selama 24 jam sehari, mengubah kehidupan di kota kecil yang sebelumnya tenang itu.
Pusat data berdaya 30 megawatt yang beroperasi di Dowagiac memaksa penduduk setempat hidup di bawah deru mesin pendingin yang tak pernah berhenti. Rekaman audio terbaru dari ABC7 menunjukkan skala penuh dari kebisingan tersebut, yang digambarkan warga seperti suara penyedot debu yang dinyalakan terus-menerus di ruang tamu.
“Kedengarannya seperti seseorang memasang penyedot debu di ruang tamu Anda… dan mereka meninggalkannya dan pergi,” kata seorang warga kepada ABC7 saat diminta mendeskripsikan suara tersebut.
Warga lain bernama Billy Finn membandingkannya dengan adegan penyiksaan ala film Hollywood. “Anda pernah melihat film di mana seseorang di dalam sel, disiksa dengan suara,” kata Finn. “Dan pada dasarnya itulah yang terjadi.”
Dampak Kebisingan Data Center
Meskipun banyak orang mungkin akan pindah setelah seminggu menghadapi suara mengerikan itu, istri Billy Finn, Marjorie, mengatakan tidak semudah itu. Mereka telah membangun seluruh kehidupan di sekitar rumah tersebut, yang telah menjadi milik keluarga selama beberapa generasi.
“Saya suka rumah ini karena memiliki begitu banyak kenangan masa lalu,” kata Marjorie kepada ABC7. “Semua teman kami di sini, semua sistem pendukung kami di sini… sungguh menakjubkan bagaimana hal ini telah mengubah hidup kami.”
Kebisingan konstan dari pusat data telah memicu gugatan hukum dari warga yang merasa hak mereka atas ketenangan dan kenyamanan hidup telah dilanggar. Kasus ini menyoroti konflik yang semakin sering terjadi antara kebutuhan infrastruktur teknologi dan hak-hak warga setempat.
Fenomena serupa juga terjadi di berbagai lokasi lain, di mana badai matahari ekstrem dan faktor lingkungan lainnya semakin mempengaruhi operasional pusat data global.
Para ahli memperkirakan bahwa dengan pertumbuhan pesat kecerdasan buatan dan komputasi awan, permintaan akan pusat data baru akan terus meningkat, berpotensi memperburuk konflik serupa di masa depan. Bahkan, ada wacana penggunaan domain eminent domain untuk mengambil alih lahan warga demi pembangunan pusat data AI.
Kasus Dowagiac menjadi preseden penting dalam menentukan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan hak-hak dasar warga. Dengan bukti rekaman audio yang jelas menunjukkan tingkat kebisingan mencapai 60 desibel di halaman depan rumah warga, pengadilan diharapkan dapat memberikan keputusan yang adil.
Bagi warga Dowagiac, perjuangan mereka bukan hanya tentang kebisingan, tetapi juga tentang hak untuk tetap tinggal di rumah yang telah menjadi bagian dari identitas dan sejarah keluarga mereka selama beberapa generasi.




