Veo Luncurkan Rover, Skuter Roda Tiga untuk Aksesibilitas

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Veo Rover skuter roda tiga listrik berwarna hitam dengan keranjang kargo di belakang
  • Veo meluncurkan Rover, kendaraan listrik roda tiga untuk aksesibilitas di Denver
  • Kecepatan maksimum 10 mph dengan jangkauan 45 mil per pengisian daya
  • Dilengkapi keranjang kargo 100 pon dan asisten suara AI
  • Dirancang bersama organisasi advokasi disabilitas dan AARP
  • Hanya tersedia di Denver, rencana ekspansi ke kota lain di AS

JBNews.id — Veo, perusahaan micromobility asal Amerika Serikat, resmi meluncurkan Rover, kendaraan listrik roda tiga yang dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas bagi pengguna di perkotaan. Kendaraan ini diperkenalkan dalam sebuah acara di Denver, Colorado, pada Selasa waktu setempat, dan saat ini hanya tersedia di kota tersebut. Rover merupakan bagian dari strategi Veo untuk menyediakan opsi transportasi yang lebih inklusif.

Rover adalah kendaraan listrik beroda tiga dengan posisi duduk, yang dapat digunakan oleh siapa saja di jalan raya. Lebar kendaraan ini hanya 2,5 kaki, sehingga secara hukum dapat melaju di jalur sepeda yang biasanya memiliki lebar tiga kaki. Kecepatan maksimum Rover dibatasi hingga 10 mil per jam, lebih rendah dari batas umum 15 mil per jam yang diterapkan kota untuk skuter dan sepeda sewaan. Veo memilih kecepatan yang lebih rendah demi keselamatan pengguna.

Kendaraan ini menggunakan baterai yang sama dengan produk listrik Veo lainnya, dengan jangkauan sekitar 45 mil per pengisian daya. Di bagian belakang, Rover dilengkapi keranjang kargo yang dapat menampung beban hingga 100 pon, cocok untuk membawa belanjaan atau barang bawaan lainnya. Sistem penyewaannya mirip dengan sepeda atau skuter listrik bersama: pengguna mendaftar melalui aplikasi Veo, membayar biaya untuk membuka kunci, lalu dapat langsung mengendarainya.

Fokus pada Aksesibilitas dan Desain Inklusif

Peluncuran Rover merupakan langkah Veo untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang membutuhkan kendaraan yang lebih stabil dan mudah digunakan. Kendaraan roda tiga cenderung lebih seimbang dan tidak mudah jatuh dibandingkan sepeda atau skuter roda dua. Hal ini menjadikannya pilihan ideal bagi lansia, penyandang disabilitas, atau siapa pun yang merasa kurang percaya diri menggunakan kendaraan roda dua.

Veo bekerja sama dengan berbagai organisasi advokasi disabilitas, termasuk Disability Mobility Initiative, Parkinson’s Foundation, dan Capitol Hill Village, serta AARP, untuk merancang Rover agar sesuai dengan kebutuhan pengguna yang lebih tua. Alexander Keating, wakil presiden kebijakan dan kemitraan Veo, mengatakan kepada WIRED bahwa ada ekspektasi dari kota-kota yang mengizinkan program mereka untuk menyediakan opsi yang dapat diakses.

“Ekspektasinya adalah bahwa penyedia bus atau transportasi umum lokal Anda akan menawarkan opsi yang dapat diakses bagi mereka yang menggunakan kursi roda atau tidak dapat menggunakan produk tertentu,” ujar Keating. “Ada juga ekspektasi bagi kami, dari kota-kota yang mengizinkan program kami, untuk melakukan segala yang mereka bisa agar program tersebut dapat diakses.”

Desain roda tiga Rover membuatnya dapat berdiri sendiri tanpa perlu penyangga, sehingga pengguna tidak perlu repot menegakkan kendaraan atau menggunakan kickstand. “Tujuan kami adalah memastikan tidak ada pengendara yang harus diperlakukan berbeda atau melalui lebih banyak hambatan untuk masuk ke dalam sistem,” tambah Keating.

Teknologi Cerdas dan Fitur Keamanan

Seperti kendaraan Veo lainnya, Rover dilengkapi dengan asisten suara bertenaga AI yang dapat berkomunikasi dengan pengendara selama perjalanan. Asisten ini memberikan petunjuk arah, informasi lokasi, dan pembaruan lalu lintas secara real-time. Perangkat lunak ini juga memiliki fitur deteksi trotoar menggunakan teknologi lidar yang bertujuan mencegah pengendara melaju di trotoar yang tidak diperbolehkan.

Meskipun Veo telah mengambil alih layanan micromobility di Denver, warga setempat mencatat bahwa masalah pengendara di trotoar belum sepenuhnya hilang. Perangkat lunak Rover juga mengumpulkan data geolokasi dan detail perjalanan dari pengguna. Keating mengatakan data ini dianonimkan, tetapi digunakan perusahaan untuk memahami jenis perjalanan yang dilakukan pengguna sebagai persiapan ekspansi ke pasar lain.

Veo adalah pemain yang lebih kecil di industri micromobility, beroperasi di sekitar 60 kota kecil di AS. Pada bulan Mei, kota Denver menandatangani kontrak eksklusif dengan Veo untuk menggantikan skuter dan sepeda listrik dari pesaing seperti Lime dan Bird. Kini sebagai satu-satunya penyedia sepeda dan skuter bersama di Denver, Veo ingin menggunakan kota tersebut untuk memamerkan produk terbaru mereka.

Implikasi dan Masa Depan Rover

Sepeda listrik sedang menjadi tren, dan perusahaan seperti Lectric telah memproduksi sepeda roda tiga listrik. Sepeda roda tiga lebih mudah diakses oleh pengendara lanjut usia, tetapi juga bisa lebih berat dan lebih sulit dikendalikan. Veo ingin menguji coba faktor-faktor ini di Denver untuk melihat apakah lebih banyak orang akan tertarik mencoba Rover.

Keating mengaku terkejut dengan respons orang-orang yang telah melihat Rover. “Kami ingin orang-orang menganggapnya keren; itulah yang membuat mereka menggunakannya,” kata Keating. “Anda mungkin berpikir, sepeda roda tiga itu untuk anak-anak atau untuk seseorang yang lebih tua. Saya pikir ini mungkin untuk semua orang. Kita akan lihat.”

Keberhasilan Rover di Denver akan menjadi indikator penting bagi Veo untuk memperluas kendaraan ini ke kota-kota lain di AS. Dengan fokus pada aksesibilitas dan desain inklusif, Veo berupaya mengisi celah pasar yang selama ini kurang terlayani oleh layanan micromobility konvensional. Bagi pengguna di Indonesia, inovasi semacam ini bisa menjadi referensi bagi pengembangan transportasi umum yang lebih ramah bagi semua kalangan. Sementara itu, perkembangan teknologi lain seperti Suara Microwave Bebas Bising juga menunjukkan bagaimana inovasi dapat meningkatkan kenyamanan sehari-hari.

Dengan hadirnya Rover, Veo tidak hanya menawarkan alternatif transportasi, tetapi juga mendorong inklusivitas dalam mobilitas perkotaan. Langkah ini sejalan dengan tren global di mana kota-kota besar mulai mewajibkan penyedia layanan berbagi kendaraan untuk menyediakan opsi yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas. Bagi pembaca yang tertarik dengan inovasi teknologi, Ford Integrasikan Apple Maps juga menunjukkan bagaimana integrasi teknologi semakin memudahkan pengguna.

Kontroversi juga kerap mewarnai dunia teknologi, seperti Iklan Meta Pakai Lagu David Bowie yang baru-baru ini menuai perhatian. Namun, Veo memilih fokus pada solusi praktis untuk masalah transportasi perkotaan. Dengan data yang terkumpul dari penggunaan Rover di Denver, Veo berharap dapat menyempurnakan produk ini sebelum memperkenalkannya ke lebih banyak kota.