Tissium Kembangkan Lem Cair Pengganti Jahitan Bedah

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi aplikasi lem cair Tissium pada jaringan saraf yang terputus
  • Tissium, perusahaan bioteknologi Prancis, mengembangkan lem cair biopolimer pengganti jahitan bedah
  • Cairan terbuat dari asam lemak dan gliserol, aktif saat terkena cahaya, dan terurai alami setelah penyembuhan
  • Uji klinis pada 12 pasien cedera saraf jari menunjukkan 100% pemulihan sensorik
  • Perusahaan telah mengumpulkan pendanaan total €60 juta untuk ekspansi komersialisasi
  • Teknologi juga dikembangkan untuk perbaikan hernia dan rekonstruksi kardiovaskular

JBNews.id — Perusahaan bioteknologi asal Prancis, Tissium, mengembangkan cairan biopolimer yang dapat merekatkan jaringan tubuh saat terkena cahaya, berpotensi menggantikan jahitan bedah konvensional pada prosedur perbaikan saraf tepi. Inovasi ini menawarkan metode yang lebih konsisten dan kurang traumatis bagi pasien, dengan hasil pemulihan yang lebih baik.

Cara Kerja Lem Cair Tissium

Cairan yang terbuat dari asam lemak dan gliserol—dua senyawa yang secara alami ada di dalam tubuh—ini berfungsi seperti bidai untuk menahan ujung saraf yang terputus pada tempatnya selama proses penyembuhan. Setelah jaringan pulih, biopolimer tersebut akan terurai secara alami tanpa meninggalkan residu. Teknologi ini dirancang khusus untuk menangani cedera saraf tepi, yaitu jaringan saraf yang bercabang dari otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh. Cedera pada saraf ini sering terjadi akibat luka sayatan pisau atau kecelakaan mesin.

Jika ujung saraf yang terputus tidak dijajarkan dengan benar, pasien dapat mengalami gejala mulai dari kesemutan, mati rasa, hingga nyeri tajam seperti tersengat listrik. Selama ini, penjajaran saraf yang terputus memerlukan teknik micro-sutures atau jahitan mikro yang sangat rumit. “Ini adalah teknik yang sangat rumit,” ujar Maria Pereira, salah satu pendiri dan wakil CEO Tissium. “Kami mencoba menyediakan cara baru dan lebih baik untuk mempersiapkan saraf tepi secara konsisten, dengan cara yang kurang traumatis, dan hasil yang lebih baik bagi pasien.”

Hasil Uji Klinis pada Pasien

Tissium telah melakukan uji coba terhadap 12 pasien di Amerika Serikat yang mengalami cedera saraf di jari tangan. Hasilnya, seluruh 12 pasien berhasil mendapatkan kembali kemampuan untuk merasakan suhu, nyeri, tekstur, dan sentuhan ringan di jari mereka. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan teknik lain yang hanya mencapai sedikit di atas 80 persen. Lebih penting lagi, tidak ada satu pun pasien yang melaporkan rasa sakit atau komplikasi terkait perangkat setelah satu tahun penggunaan.

Saat ini, perawatan tersebut sudah tersedia untuk dibeli oleh para ahli bedah di Amerika Serikat. Simran Chana, seorang ahli bedah, ilmuwan material, dan direktur Frontier Technologies Laboratory di University of Cambridge, memberikan apresiasinya. “Meskipun bukti lebih lanjut masih diperlukan, sangat menarik melihat biomaterial yang lebih canggih dan teknik pengobatan regeneratif kini tersedia bagi ahli bedah modern,” kata Chana, yang tidak terlibat dalam penelitian Tissium.

Baca Juga:

Pendanaan dan Ekspansi Komersialisasi

Untuk memperluas komersialisasi, Tissium telah mengumpulkan dana sebesar €30 juta dari investasi swasta perusahaan modal ventura dan kantor keluarga, serta tambahan €30 juta dalam bentuk pembiayaan utang dari European Investment Bank, lengan pinjaman Uni Eropa. Perusahaan ini berencana terus memproduksi produknya di pabrik di Prancis utara, yang telah mendapatkan persetujuan pemasaran dari FDA tahun lalu.

Dana segar ini juga akan mendukung pengembangan aplikasi teknologi untuk masalah kesehatan lainnya. Tissium menargetkan untuk mendaftarkan sekitar 200 pasien dalam uji coba di AS untuk membantu penyembuhan tubuh setelah perawatan hernia. Dalam prosedur hernia, ahli bedah mendorong organ atau jaringan yang menonjol kembali melalui dinding otot, lalu memperkuat area tersebut dengan jahitan dan jaring. Saat ini, “ada beberapa ketidakkonsistenan dalam cara jahitan dilakukan, yang dapat memengaruhi hasil,” kata Pereira yang juga menjabat sebagai chief innovation officer Tissium. Ia menambahkan bahwa perawatan Tissium dapat memberikan konsistensi tersebut, yang pada gilirannya meningkatkan proses pemulihan.

Hasil Studi Hernia dan Pengembangan Masa Depan

Pereira sedang menyelesaikan hasil studi Eropa yang menguji perawatan pada 78 pasien yang menjalani perbaikan hernia. Ia mengatakan bahwa ahli bedah berhasil mengaplikasikan cairan Tissium 100 persen dari waktu yang dibutuhkan. Pasien juga menunjukkan tanda-tanda peningkatan kualitas hidup dalam hal tingkat nyeri, pemulihan, dan aktivitas, serta tingkat kekambuhan hernia yang lebih rendah.

Selain untuk saraf dan hernia, Tissium juga mengembangkan produk untuk rekonstruksi kardiovaskular, yang merupakan aplikasi awal yang dibayangkan Pereira saat menempuh gelar PhD di bidang bioengineering hampir 20 tahun lalu. Perusahaan bersiap meluncurkan uji coba acak penting di AS untuk produk kardiovaskularnya, yang akan didukung oleh pendanaan baru. Inovasi ini menunjukkan bagaimana regulasi dan pendanaan menjadi faktor kunci dalam pengembangan teknologi medis mutakhir.

Teknologi lem cair ini juga menjadi contoh bagaimana perusahaan rintisan bioteknologi mampu menarik investasi besar untuk mengembangkan solusi medis inovatif, mirip dengan strategi pendanaan startup di sektor teknologi lainnya.