Telkom Gelar Forum Nasional Keamanan Digital Era Kuantum

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
Workshop Post-Quantum Cryptography Telkom di Malang membahas masa depan keamanan digital era kuantum
  • Telkom gelar Workshop Post-Quantum Cryptography (PQC) di Malang awal Juli 2026 sebagai forum kolaborasi nasional
  • Forum mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, lembaga riset, dan sektor strategis nasional
  • Komputer kuantum berpotensi mengancam algoritma kriptografi RSA dan ECC di masa depan
  • BSSN siapkan kerangka migrasi bertahap menuju PQC untuk kementerian, BUMN, dan sektor strategis
  • Rekomendasi forum: roadmap nasional PQC, pilot project, dan penguatan kolaborasi riset talenta
  • Area implementasi awal meliputi komunikasi digital, layanan keuangan, identitas digital, dan cloud

JBNews.id β€” PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Workshop Post-Quantum Cryptography (PQC) di Malang pada awal Juli 2026 sebagai forum kolaborasi nasional untuk membangun kesiapan Indonesia menghadapi tantangan keamanan digital di era komputasi kuantum. Workshop ini mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, lembaga riset, dan sektor strategis nasional guna memperkuat fondasi keamanan siber tanah air. Langkah ini diambil seiring perkembangan teknologi komputer kuantum yang diprediksi membawa ancaman baru terhadap sistem kriptografi yang saat ini digunakan secara luas.

Meskipun komputer kuantum saat ini belum mampu mengancam sistem kriptografi yang ada, di masa depan teknologi tersebut berpotensi mengurangi tingkat keamanan algoritma kriptografi kunci publik, seperti RSA dan Elliptic Curve Cryptography (ECC). Algoritma ini menjadi fondasi berbagai layanan digital, mulai dari identitas digital, sertifikat elektronik, hingga transaksi dan komunikasi yang aman. Oleh karena itu, transisi menuju Post-Quantum Cryptography (PQC) menjadi langkah strategis untuk memastikan keamanan infrastruktur digital tetap terjaga dalam jangka panjang.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman mengenai PQC, khususnya di kalangan regulator dan pelaku industri. Menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya mengembangkan teknologi, tetapi juga menerjemahkan konsep yang berkembang di ranah akademik menjadi kebijakan, standar, dan implementasi yang dapat diadopsi secara luas. Hal ini menjadi krusial mengingat dampak komputasi kuantum akan menyentuh seluruh ekosistem digital nasional.

Dari sisi keamanan siber nasional, Direktur Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi BSSN, Giyanto Awan Sularso, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi potensi ancaman terhadap sistem kriptografi perlu dilakukan secara bertahap. Langkah awal meliputi pemetaan penggunaan kriptografi yang ada saat ini, penilaian risiko, serta penyusunan roadmap migrasi menuju sistem yang lebih tahan terhadap ancaman kuantum. BSSN telah menyiapkan kerangka migrasi menuju PQC yang dilaksanakan secara bertahap, mulai dari inventarisasi aset kriptografi, penilaian risiko, penyusunan prioritas, perencanaan migrasi, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi.

Pendekatan tersebut ditujukan untuk memastikan bahwa proses migrasi pada kementerian, lembaga, BUMN, dan sektor strategis dilaksanakan secara terukur, aman, serta selaras dengan perkembangan standar nasional dan internasional. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat keamanan siber nasional yang terus digalakkan. Sinergi antar lembaga menjadi kunci agar transisi berjalan lancar tanpa mengganggu layanan digital yang sudah ada.

Baca Juga:

Sementara itu, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan bahwa transformasi digital harus selalu berjalan beriringan dengan transformasi keamanan digital. Menurutnya, semakin tinggi tingkat digitalisasi, semakin besar pula kebutuhan membangun fondasi keamanan yang mampu mengantisipasi ancaman di masa depan. β€œPost-Quantum Cryptography bukan sekadar isu teknologi, tetapi bagian dari kesiapan nasional menjaga kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia,” ujar Seno dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Seno menambahkan, kesiapan menghadapi era kuantum tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi yang kuat dalam membangun standar, talenta, riset, sampai implementasi sehingga Indonesia memiliki kapabilitas yang semakin mandiri dalam menjaga keamanan data dan infrastruktur digital nasional. Workshop ini menjadi wadah untuk membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya mempersiapkan transisi menuju teknologi kriptografi yang dirancang untuk menghadapi ancaman yang berpotensi muncul akibat perkembangan komputasi kuantum.

Selain mendiskusikan perkembangan teknologi komputasi kuantum dan implementasi PQC, sesi workshop menampilkan berbagai hasil riset serta demonstrasi implementasi dari para akademisi dan pelaku industri. Diskusi mencakup pengembangan Quantum-Safe QRIS, simulasi penerapan quantum computing, hingga implementasi hybrid cryptography untuk identitas digital, sertifikat elektronik, dan komunikasi aman. Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat kesiapan ekosistem nasional.

Rekomendasi tersebut antara lain penyusunan roadmap nasional transisi menuju PQC, identifikasi use case prioritas untuk implementasi awal, pengembangan pilot project, serta penguatan kolaborasi riset dan pengembangan talenta. Sejumlah area yang dipandang potensial untuk implementasi awal meliputi perlindungan komunikasi digital, layanan keuangan, identitas digital, cloud, cybersecurity, Public Key Infrastructure, Hardware Security Module (HSM), serta sistem layanan publik dan infrastruktur digital strategis.

Sebagai salah satu bentuk komitmen dalam memperkuat ekosistem digital nasional, Telkom terus mengorkestrasi kolaborasi lintas sektor guna membangun fondasi keamanan digital Indonesia. Melalui sinergi tersebut, Telkom mendorong terwujudnya ekosistem digital yang semakin tangguh, terpercaya, dan siap menghadapi tantangan keamanan digital di era komputasi kuantum guna mendukung transformasi digital nasional yang berkelanjutan. Langkah ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan akses internet yang lebih luas dan aman bagi masyarakat.

Untuk diketahui, turut hadir menyampaikan pemaparan dan berbagi perspektif pada workshop tersebut antara lain Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah; Direktur Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Giyanto Awan Sularso; Managing Director Strategic Technology Initiatives BPI Danantara, Ricardo Irwan Rei; serta Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji. Selain itu, workshop juga menghadirkan pakar dari berbagai institusi, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Telkom University, Universitas Pertahanan RI, IBM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia, Peruri, BSSN, dan Universitas Brawijaya.

Para pakar tersebut memaparkan perkembangan teknologi, hasil riset, hingga implementasi awal PQC pada berbagai sektor. Workshop ini juga menjadi wadah untuk membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya mempersiapkan transisi menuju teknologi kriptografi yang dirancang untuk menghadapi ancaman yang berpotensi muncul akibat perkembangan komputasi kuantum. Melalui forum ini, para pemangku kepentingan berdiskusi mengenai tantangan, peluang, dan langkah strategis menuju ekosistem digital Indonesia yang lebih aman, tangguh, dan berdaya saing.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi akan semakin penting dalam menghadapi era komputasi kuantum. Inisiatif seperti workshop PQC ini menjadi langkah awal yang krusial untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam transformasi digital global. Dengan persiapan yang matang, Indonesia dapat memanfaatkan potensi komputasi kuantum sambil tetap menjaga keamanan data dan infrastruktur digital nasional.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan keamanan digital dan inovasi teknologi di Indonesia, pantau terus JBNews.id untuk informasi terkini dan analisis mendalam.