JBNews.id — Ambisi Microsoft untuk memiliki 77 juta pelanggan Xbox Game Pass pada akhir 2026 gagal total. Data terbaru menunjukkan jumlah pelanggan saat ini hanya sekitar 30 juta orang, jauh di bawah target fantastis tersebut.
Setelah raksasa video game ini mengonfirmasi penjualan studio yang dimilikinya dan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, Wall Street Journal membagikan detail tentang jumlah member Game Pass saat ini. Tercatat kalau sekarang ada sekitar 30 juta orang yang berlangganan Game Pass, dilansir The Gamer, Kamis (9/7/2026).
Sementara menurut sebuah dokumen hukum yang dibagikan selama akuisisi Xbox terhadap Activision Blizzard, diperkirakan bahwa 77 juta orang akan mendaftar ke Game Pass hingga saat ini. Angka tersebut sangat mencengangkan dan praktiknya tidak berjalan mulus sesuai keinginan.
Jangankan untuk mendekati, berdasarkan data tersebut, ini jauh di bawah ekspektasi Xbox. Setidaknya di bawah 40% dari target tinggi yang mereka tetapkan. Bahkan, jika 30 juta pelanggan yang dilaporkan Wall Street Journal akurat, total sebenarnya telah menurun sejak terakhir kali Xbox melaporkan angka resminya.
The Gamer sebelumnya melaporkan kalau mereka mendengar jumlah terakhir sekitar 34 juta orang yang berlangganan Game Pass. Itu berarti, telah terjadi penurunan hingga empat juta pelanggan mengacu data Wall Street Journal.
Meskipun bukan angka resmi, baru-baru ini diungkapkan oleh bos Xbox, Matthew Ball, bahwa jutaan orang berhenti berlangganan Game Pass ketika harga paket teratas layanan tersebut naik tinggi.
PHK Besar-besaran di Xbox
Masa depan Game Pass saat ini masih belum jelas. Belum lagi game yang diterbitkan Xbox tidak akan lagi langsung diluncurkan pada hari pertama ke dalam Game Pass, karena judul Call of Duty akan ditambahkan ke Ultimate setahun setelah dirilis.
Sedangkan kabar terbaru yang sekarang ini santer di industri game ialah rencana Microsoft yang akan memangkas sekitar 4.800 karyawannya. Sebagian besar karyawan yang terkena dampak ini berasal dari divisi penjualan komersial Microsoft dan Xbox. Sebagai bagian dari PHK ini, 1.600 karyawan dieliminasi pada Senin kemarin.
CEO Xbox, Asha Sharma, mengumumkan Xbox akan memulangkan 3.200 karyawan hingga tahun fiskal 2027. Sekitar 20% karyawan Xbox akan terkena dampak ronde PHK kali ini.
Dalam email yang dikirimkan kepada karyawan, Sharma mengatakan ini adalah restrukturisasi paling signifikan dalam sejarah Xbox.
“Bisnis kita saat ini tidak sehat. Kita beroperasi dengan margin yang 3-10 kali lebih rendah dibandingkan bisnis platform dan penerbitan game yang setara,” tulis Sharma dalam emailnya (7/7).
Kondisi ini menunjukkan tekanan besar yang dihadapi divisi gaming Microsoft. Sementara industri game global terus bertransformasi, Xbox justru menghadapi tantangan internal yang serius. Menarik untuk melihat bagaimana tren ini berbanding terbalik dengan kesuksesan Film Adaptasi Game yang justru menjadi primadona baru Hollywood saat ini.
Baca Juga:
Dampak bagi Industri Game
Penurunan jumlah pelanggan Game Pass dan PHK massal di Xbox memberikan sinyal kuat tentang perubahan lanskap industri game. Model langganan yang sebelumnya dianggap sebagai masa depan gaming ternyata menghadapi tantangan berat dalam hal retensi pelanggan dan profitabilitas.
Kenaikan harga paket Game Pass menjadi faktor utama yang mendorong jutaan pelanggan hengkang. Keputusan untuk tidak lagi meluncurkan game first-party pada hari pertama ke layanan langganan juga mengurangi daya tarik utama Game Pass.
Sementara itu, kebangkitan film adaptasi game di Hollywood menunjukkan bahwa intellectual property (IP) game memiliki nilai komersial yang besar di luar platform gaming. Netflix Garap Film live-action Persona menjadi salah satu contoh bagaimana IP game dieksploitasi di medium lain.
Bagi para penggemar Xbox dan pelanggan Game Pass, kondisi ini menimbulkan ketidakpastian. Dengan restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan Sharma, masa depan layanan Game Pass dan ekosistem Xbox secara keseluruhan masih menjadi tanda tanya besar.
Implikasinya jelas: Microsoft harus segera menemukan strategi baru untuk mengembalikan pertumbuhan Game Pass atau menghadapi kenyataan bahwa target 77 juta pelanggan hanyalah mimpi yang tak akan pernah terwujud.




