JBNews.id — Sutradara Destin Daniel Cretton mengonfirmasi bahwa adegan laga dalam Spider-Man: Brand New Day terinspirasi langsung dari game Marvel’s Spider-Man garapan Insomniac Games untuk PlayStation 4. Tim produksi mempelajari gerakan ikonik dari game tersebut untuk menciptakan aksi yang lebih dinamis dan menegangkan dalam format live-action.
Dalam wawancara dengan Polygon, Cretton mengungkapkan bahwa tim stunt film banyak menggunakan tangkapan layar dari gameplay sebagai referensi utama. “Saya bukan gamer, tetapi saya sudah memainkan gamenya. Saya mengelilingi diri dengan orang-orang yang sangat terobsesi dengan game,” kata Cretton.
“Banyak orang di departemen stunt kami yang sangat menyukai game-game tersebut. Mereka sering mengambil screen grab dari gameplay dan membawanya kepada kami sambil bertanya, ‘Bisakah kita melakukan gerakan ini?’ Itu menjadi inspirasi yang luar biasa,” lanjutnya.
Marvel’s Spider-Man dikenal dengan sistem pergerakan yang lincah dan memuaskan. Pemain dapat mengayun di antara gedung, berlari di dinding, meluncur dari ketinggian, hingga menggabungkan berbagai serangan saat menghadapi musuh. Fluiditas gerakan tersebut kini berusaha diterjemahkan ke dalam format live-action.
Tim produksi tidak sekadar melihat film-film Spider-Man terdahulu, tetapi juga mempelajari cara Insomniac membuat gerakan sang manusia laba-laba terasa cepat, alami, dan bertenaga. Pendekatan ini diharapkan memberikan pengalaman sinematik yang belum pernah ada sebelumnya.
Referensi dari Atlet Ekstrem
Tak hanya mengambil inspirasi dari game, Cretton dan timnya turut mempelajari rekaman GoPro milik atlet wingsuit serta parkour. Referensi itu digunakan untuk menciptakan sensasi menukik dari ketinggian yang lebih nyata dan membuat jantung penonton berdebar.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat penonton seolah ikut meluncur dan berayun di antara gedung-gedung New York bersama Spider-Man. Kombinasi antara referensi game dan aksi nyata ini menjadi formula baru dalam penggarapan film superhero.

Dalam perkembangan teknologi terkini, inovasi serupa juga terjadi di industri lain. Siri AI Resmi menghadirkan perubahan cara pengguna berinteraksi dengan perangkat mereka. Sementara itu, Quantum-AI Hibrid menciptakan peptida untuk vaksin masa depan, menunjukkan bagaimana teknologi terus mendorong batas kemungkinan.
Baca Juga:
Kisah Peter Parker Lebih Personal
Spider-Man: Brand New Day menjadi film solo keempat Tom Holland sebagai Peter Parker. Film ini juga menjadi film Spider-Man pertama yang disutradarai Cretton, sosok di balik Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings.
Ceritanya berlatar beberapa tahun setelah Spider-Man: No Way Home. Peter kini menjalani kehidupan yang lebih sepi setelah keberadaannya dilupakan oleh orang-orang terdekatnya. Menjadi Spider-Man pun berubah menjadi fokus utama dalam hidupnya.
Cretton ingin menghadirkan kisah yang lebih personal dan membumi, tetapi tetap menghormati akar komik serta berbagai elemen yang disukai penggemar. Keseimbangan antara drama personal dan aksi spektakuler menjadi kunci film ini.

Spider-Man: Brand New Day dibintangi Tom Holland, Zendaya, Jacob Batalon, Sadie Sink, Jon Bernthal, dan Mark Ruffalo. Film yang ditulis Chris McKenna dan Erik Sommers ini dijadwalkan tayang pada 29 Juli 2026. Tiketnya sudah bisa dipesan sekarang.
Bagi penggemar teknologi dan game, pendekatan adaptasi dari game ke film ini menunjukkan bagaimana batas antara dua medium semakin kabur. Busy Bar juga menjadi alat fokus anti-distraksi yang menarik perhatian, mirip dengan bagaimana film ini berusaha mempertahankan fokus pada elemen inti cerita.
Dengan menggabungkan referensi dari game, atlet ekstrem, dan pendekatan naratif yang lebih personal, Spider-Man: Brand New Day menjanjikan pengalaman sinematik yang belum pernah ada sebelumnya. Film ini tidak hanya menjadi tontonan superhero biasa, tetapi juga eksplorasi karakter yang lebih dalam.
Implikasinya bagi penonton, film ini menawarkan lebih dari sekadar aksi spektakuler. Ada dimensi emosional yang kuat tentang kesepian dan pengorbanan yang mungkin resonan dengan banyak orang. Bagi penggemar game, melihat gerakan favorit mereka diadaptasi ke layar lebar menjadi daya tarik tersendiri.
Dengan tanggal rilis yang semakin dekat, antisipasi terhadap film ini terus meningkat. Kombinasi sutradara berbakat, pemain bintang, dan inspirasi dari game berkualitas menjadi resep yang sulit ditolak.




