Sony Setop Produksi Game PlayStation Fisik Mulai 2028

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Konsol PlayStation 5 dengan latar belakang gelap dan logo PlayStation
  • Sony resmi mengumumkan penghentian produksi disk fisik game PlayStation mulai Januari 2028
  • Penjualan game digital mencapai 85%, sementara fisik hanya 15% berdasarkan data kuartal IV 2025
  • Kebijakan tidak berdampak pada game fisik yang sudah dirilis sebelum 2028
  • Kolektor media fisik dan pasar game bekas akan terdampak signifikan
  • Rockstar Games juga mengumumkan GTA 6 hanya versi digital
  • Sony akan menutup PlayStation Store di PS3 dan PS Vita secara global tahun depan
  • Game dan konten yang sudah dibeli masih bisa diunduh dalam beberapa waktu ke depan

JBNews.id β€” Sony secara resmi mengumumkan akan menghentikan produksi disk fisik untuk semua game PlayStation baru pada Januari 2028. Keputusan ini menandai akhir era media fisik di ekosistem PlayStation dan mempercepat transisi menuju distribusi digital penuh.

Dalam pengumuman resminya, Sony menyatakan langkah ini merupakan adaptasi terhadap tren konsumsi game terkini. β€œIni adalah arah alami bagi Sony Interactive Entertainment untuk beradaptasi dengan tren konsumen karena preferensi umum terhadap media digital jauh melampaui disk fisik,” tulis Sony, seperti dikutip dari TechCrunch, Kamis (2/7/2026).

Data keuangan Sony untuk kuartal keempat tahun fiskal 2025 memperkuat alasan tersebut. Penjualan game digital kini menyumbang 85% dari seluruh penjualan software game di PS4 dan PS5, sementara penjualan game fisik hanya 15%. Angka ini menunjukkan pergeseran fundamental dalam perilaku konsumen.

Kebijakan ini tidak akan berdampak pada game fisik yang sudah dirilis atau yang direncanakan rilis sebelum Januari 2028. Namun, pengumuman ini menjadi pukulan besar bagi kolektor media fisik dan pasar game bekas. Setelah 2028, semua game baru PlayStation hanya akan tersedia secara digital melalui PlayStation Store dan peritel lainnya.

Dampak pada Industri Game

Keputusan Sony diumumkan hanya beberapa hari setelah Rockstar Games mengonfirmasi bahwa Grand Theft Auto 6 hanya akan tersedia dalam versi digital. Gamer yang membeli GTA 6 edisi fisik hanya akan menemukan kode download di dalam kemasannya, bukan disk game fisik. Langkah ini memperkuat sinyal bahwa era game fisik akan segera berakhir.

Selain itu, Sony juga mengumumkan penutupan PlayStation Store di PlayStation 3 di negara-negara tertentu mulai tahun ini, dan akan diikuti penutupan global untuk PS3 dan PS Vita mulai tahun depan. Setelah toko online ditutup, gamer tidak bisa membeli game atau konten baru di platform tersebut. Sony menjamin game dan konten yang sudah dibeli sebelumnya masih bisa diunduh dalam beberapa waktu ke depan.

Bagi para kolektor dan penggemar game fisik, keputusan ini tentu mengecewakan. Game fisik, mulai dari cartridge hingga disk, telah menjadi bagian penting dari budaya game selama puluhan tahun. Namun, Sony menegaskan transisi ini diperlukan untuk menyelaraskan diri dengan preferensi mayoritas komunitas gamer.

Implikasi bagi Konsumen dan Pasar

Keputusan Sony ini membawa implikasi luas bagi para gamer. Pertama, konsumen yang masih menginginkan game fisik harus segera membeli judul favorit mereka sebelum 2028. Kedua, pasar game bekas yang selama ini menjadi alternatif murah bagi sebagian gamer akan kehilangan pasokan baru.

Di sisi lain, transisi ke digital memberikan keuntungan seperti kemudahan akses, tidak perlu menyimpan disk fisik, serta update dan patch yang lebih cepat. Namun, gamer juga harus siap dengan ketergantungan penuh pada infrastruktur internet dan layanan PlayStation Store.

Keputusan Sony ini juga menjadi sinyal bagi industri game global. Dengan pangsa pasar yang besar, langkah Sony bisa mendorong produsen konsol lain untuk mengikuti jejak serupa. Era game fisik perlahan tapi pasti akan berakhir, digantikan oleh ekosistem digital yang lebih efisien namun juga lebih rentan terhadap masalah akses dan kepemilikan.

Bagi para kolektor, game fisik PlayStation yang sudah dirilis sebelum 2028 akan menjadi barang langka dan bernilai tinggi di masa depan. Sementara itu, gamer yang lebih memilih kepraktisan digital bisa menikmati kemudahan tanpa harus khawatir kehilangan atau merusak disk.

Dengan keputusan ini, Sony menegaskan komitmennya terhadap masa depan digital gaming. Langkah ini juga sejalan dengan strategi perusahaan untuk mengintegrasikan layanan digital seperti PlayStation Plus dan PlayStation Store sebagai tulang punggung bisnis game mereka.

Apakah keputusan ini akan diikuti oleh produsen konsol lain? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti: industri game sedang mengalami transformasi besar-besaran, dan Sony menjadi salah satu pionir dalam perubahan ini.

Bagi gamer di Indonesia, keputusan ini juga berarti pentingnya koneksi internet yang stabil untuk menikmati game di masa depan. Dengan semakin dominannya distribusi digital, infrastruktur internet menjadi faktor krusial dalam pengalaman bermain game.

Sony juga mengingatkan bahwa game dan konten yang sudah dibeli sebelumnya di PS3 dan PS Vita masih bisa diunduh dalam beberapa waktu ke depan. Namun, setelah penutupan global toko online tersebut, akses ke konten baru akan terbatas.

Keputusan Sony untuk menghentikan produksi disk fisik pada 2028 menandai akhir sebuah era. Namun, bagi industri game, ini adalah awal dari babak baru yang lebih digital, lebih terintegrasi, dan lebih terhubung.

Para gamer yang ingin tetap memiliki koleksi fisik disarankan untuk segera membeli game favorit mereka sebelum tenggat waktu tersebut. Sementara itu, masa depan gaming jelas mengarah ke digital, dan Sony siap memimpin transisi ini.

Dengan semua perubahan ini, satu hal yang pasti: cara kita membeli, memiliki, dan memainkan game tidak akan pernah sama lagi. Era digital telah tiba, dan Sony menjadi salah satu aktor utama yang mendorong perubahan ini.