Schneider Electric Ungkap Risiko Arc Flash Data Center AI 800 VDC

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi data center dengan arsitektur daya 800 VDC untuk komputasi AI
  • Schneider Electric merilis studi pertama industri tentang risiko arc flash pada arsitektur daya 800 VDC untuk data center AI
  • Arc flash adalah ledakan energi listrik berpotensi menyebabkan cedera serius dan kerusakan peralatan
  • Studi membandingkan dua arsitektur 800 VDC yang digunakan perusahaan hyperscaler
  • Risiko dipengaruhi desain sistem, penempatan kapasitor, dan kecepatan perangkat proteksi
  • Arsitektur power rack tercatat jauh di bawah ambang batas PPE tanpa proteksi tambahan
  • Arsitektur terpusat butuh sistem proteksi standar untuk menekan energi insiden
  • Teknologi digital twin memungkinkan pemodelan risiko lebih akurat
  • Tiga faktor utama: karakteristik transien, simulasi, dan desain sistem
  • Schneider Electric telah uji live swap pada sistem 800 VDC untuk pemeliharaan aman

JBNews.id — Schneider Electric merilis studi pertama di industri yang mengkaji risiko arc flash pada arsitektur daya 800 VDC untuk data center AI. Studi ini memberikan panduan praktis bagi operator dan insinyur dalam mengidentifikasi, menilai, serta memitigasi risiko keselamatan pada infrastruktur data center generasi berikutnya.

Arc flash merupakan ledakan energi listrik yang menghasilkan panas sangat tinggi dan berpotensi menyebabkan cedera serius maupun kerusakan peralatan. Schneider Electric menilai kajian ini penting karena industri mulai beralih ke sistem distribusi daya 800 VDC untuk mendukung rak server AI dengan konsumsi daya hingga 400 kW atau lebih.

Dalam studi tersebut, Schneider Electric membandingkan dua arsitektur 800 VDC yang umum digunakan oleh perusahaan hyperscaler. Hasil analisis menunjukkan bahwa besarnya risiko arc flash sangat dipengaruhi oleh desain sistem, penempatan kapasitor, serta kecepatan perangkat proteksi dalam memutus gangguan listrik.

Pentingnya Kajian Keselamatan 800 VDC

Manish Kumar, EVP Secure Power & Data Centers Schneider Electric, mengatakan distribusi daya 800 VDC merupakan perubahan besar dalam desain data center, tetapi aspek keselamatannya harus dikaji secara menyeluruh. Menurutnya, kolaborasi dengan sejumlah perusahaan hyperscaler menghasilkan salah satu kerangka praktis pertama yang dapat membantu para insinyur mengevaluasi risiko arc flash, memahami karakteristik gangguan, hingga merancang sistem proteksi yang efektif untuk arsitektur bertegangan tinggi.

“Kerangka ini menawarkan pendekatan terstruktur untuk memahami karakteristik gangguan, menetapkan praktik kerja yang aman, serta merancang sistem proteksi yang efektif. Tujuan kami adalah membantu industri beralih ke arsitektur bertegangan lebih tinggi dengan aman dan penuh percaya diri,” ujar Manish Kumar.

Ilustrasi Data Center

Risiko Bisa Dikendalikan

Salah satu temuan utama penelitian ini adalah risiko arc flash pada sistem 800 VDC tetap dapat dikelola, bahkan pada skenario terberat yang melibatkan kapasitor. Dalam banyak kondisi, tingkat risikonya disebut sebanding dengan sistem distribusi listrik AC yang saat ini digunakan di berbagai data center.

Schneider Electric juga menemukan bahwa penggunaan perangkat lunak simulasi dan teknologi digital twin memungkinkan pemodelan risiko yang lebih akurat dibanding metode konvensional yang cenderung memperkirakan risiko secara berlebihan. Hal ini menjadi landasan penting bagi industri yang tengah bertransisi menuju arsitektur daya bertegangan lebih tinggi.

Penelitian turut mengevaluasi dua pendekatan distribusi daya 800 VDC yang mulai banyak diterapkan industri. Pada arsitektur tingkat rak (power rack), energi arc flash tercatat jauh di bawah ambang batas penggunaan alat pelindung diri (PPE), bahkan tanpa perangkat proteksi tambahan. Sementara pada arsitektur terpusat di tingkat fasilitas, potensi energi insiden memang sedikit lebih tinggi, tetapi masih dapat ditekan hingga level yang aman dengan penggunaan sistem proteksi standar.

Studi ini juga menyoroti tiga faktor utama yang menentukan keamanan implementasi 800 VDC, yakni karakteristik transien saat gangguan terjadi, penggunaan simulasi untuk meningkatkan akurasi analisis, serta pemilihan desain sistem seperti penempatan kapasitor dan perangkat pencegah arus balik.

Schneider Electric menyatakan hasil studi ini diharapkan dapat membantu industri beralih menuju arsitektur daya 800 VDC secara lebih aman seiring meningkatnya kebutuhan komputasi AI dan pembangunan data center berkapasitas tinggi. Perusahaan juga telah melakukan pengujian kemampuan live swap pada sistem 800 VDC guna mendukung proses pemeliharaan yang aman.

Sebagai informasi, Schneider Electric sebelumnya juga telah merilis produk terbaru di segmen daya portable. Sementara itu, industri teknologi secara luas terus bergerak, termasuk dalam hal riset kesadaran AI yang melibatkan perusahaan-perusahaan besar.

Implikasi dari studi ini cukup jelas bagi para pelaku industri data center. Dengan panduan yang lebih akurat, operator dapat merancang sistem proteksi yang tepat tanpa harus berlebihan dalam mengestimasi risiko. Hal ini pada akhirnya akan mendukung percepatan adopsi arsitektur 800 VDC yang menjadi kebutuhan mendesak seiring melonjaknya konsumsi daya untuk komputasi AI.