Samsung Konfirmasi Galaxy S26 FE dan Tab S12 Series, Rilis Akhir 2026

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Samsung Galaxy Tab S11 Ultra yang menjadi pendahulu Galaxy Tab S12 series
  • Samsung resmi konfirmasi kehadiran Galaxy S26 FE dan Galaxy Tab S12 series dalam earnings call investor
  • Galaxy S26 FE dijadwalkan rilis 1 September 2026 dengan harga lebih mahal dari pendahulunya
  • Samsung juga konfirmasi kacamata pintar Android XR yang meluncur akhir tahun ini
  • Galaxy Tab S12 series kemungkinan diumumkan September 2026 mengikuti pola tahun lalu
  • Samsung fokus mempertahankan momentum penjualan di tengah krisis RAM global
  • Eksekutif Samsung Daniel Araujo menyebut strategi perluasan segmen menengah-atas dengan AI

JBNews.id — Samsung secara resmi mengonfirmasi kehadiran Galaxy S26 FE dan Galaxy Tab S12 series dalam earnings call dengan investor, Sabtu (1/8/2026). Konfirmasi ini muncul setelah vendor asal Korea Selatan itu meluncurkan trio flagship Galaxy S26 series serta Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8 sepanjang tahun 2026.

Kabar ini disampaikan langsung oleh eksekutif Samsung Daniel Araujo saat membahas laporan keuangan terbaru perusahaan. Dalam kesempatan tersebut, Samsung juga memaparkan strategi mereka menghadapi krisis RAM global yang tengah berlangsung. Araujo menyebut Galaxy S26 FE sebagai salah satu produk andalan untuk mendorong volume penjualan perusahaan.

“Kami akan mempertahankan momentum melalui marketing berkelanjutan dan peluncuran S26 FE baru, sambil memperluas penjualan tambahan di segmen menengah hingga atas dengan menghadirkan pengalaman AI inti ke A series,” kata Araujo dalam earnings call dengan investor, seperti dikutip dari 9to5Google.

Samsung memang tidak menyebutkan tanggal pasti peluncuran Galaxy S26 FE. Namun, berdasarkan bocoran yang beredar, ponsel ini dijadwalkan diumumkan pada 1 September 2026. Menariknya, harga Galaxy S26 FE diprediksi lebih mahal dibandingkan pendahulunya. Kabar ini sejalan dengan Bocoran Samsung yang sebelumnya sudah beredar di publik.

Selain Galaxy S26 FE, Samsung juga mengonfirmasi rencana peluncuran kacamata pintar berbasis Android XR. Perangkat ini sudah dipamerkan di event Galaxy Unpacked pekan lalu, namun tanggal peluncurannya belum diungkap secara resmi. Araujo menyebut perangkat ini sebagai bagian dari strategi Samsung menghadirkan pengalaman form factor baru untuk era AI.

“Untuk seluruh ekosistem Galaxy yang lebih luas, kami akan fokus pada peningkatan ragam produk premium sekaligus menghadirkan pengalaman form factor baru untuk era AI dengan peluncuran kacamata pintar menjelang akhir tahun ini,” ujar Araujo.

Kabar terakhir yang tak kalah penting adalah konfirmasi kehadiran Galaxy Tab S12 series pada paruh kedua tahun ini. Meski Araujo tidak mengungkap tanggal spesifik, lini tablet ini kemungkinan besar akan diumumkan pada bulan September, mengikuti pola peluncuran Galaxy Tab S11 series tahun lalu.

“Untuk mengendalikan hal ini, kami fokus mempertahankan momentum penjualan yang kuat dari S26 series sambil memastikan peluncuran produk premium baru yang akan keluar pada paruh kedua tahun ini, seperti seri ponsel layar lipat baru, Tab S12, dan Watch Ultra 2,” jelas Araujo.

Belum diketahui berapa model Galaxy Tab S12 series yang akan diluncurkan Samsung tahun ini. Sebagai perbandingan, tahun lalu Samsung meluncurkan dua model tablet flagship, yaitu Galaxy Tab S11 Ultra dan Galaxy Tab S11. Keputusan Samsung untuk mempertahankan strategi ganda ini kemungkinan akan berlanjut pada seri terbaru.

Dampak Konfirmasi Samsung bagi Pasar

Konfirmasi resmi dari Samsung ini menjadi sinyal penting bagi industri. Pertama, kehadiran Galaxy S26 FE menunjukkan Samsung serius memperkuat posisinya di segmen menengah-atas, terutama dengan harga yang diprediksi lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Ini sejalan dengan strategi Samsung untuk mempertahankan momentum penjualan di tengah ketatnya persaingan global.

Kedua, pengakuan Samsung tentang krisis RAM global menjadi perhatian tersendiri. Perusahaan sebelumnya telah memperingatkan kelangkaan chip yang diperkirakan memburuk hingga 2028. Hal ini bisa berdampak pada harga perangkat dan ketersediaan stok di pasar, termasuk Indonesia.

Ketiga, peluncuran kacamata pintar Android XR menjelang akhir tahun menandai langkah besar Samsung memasuki kategori perangkat wearable yang lebih canggih. Ini sejalan dengan tren industri yang mulai beralih dari sekadar smartphone menuju ekosistem perangkat yang lebih terintegrasi.

Proyeksi Peluncuran Akhir 2026

Dengan konfirmasi ini, Samsung diprediksi akan menutup tahun 2026 dengan deretan peluncuran yang padat. Galaxy S26 FE dijadwalkan hadir lebih dulu pada September, disusul kemungkinan Galaxy Tab S12 series pada bulan yang sama. Sementara itu, kacamata pintar Android XR dijadwalkan meluncur menjelang akhir tahun.

Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi penggemar Samsung di Indonesia. Kehadiran Galaxy S26 FE di segmen menengah-atas memberikan alternatif bagi konsumen yang menginginkan performa flagship dengan harga lebih terjangkau. Sementara Galaxy Tab S12 series akan memperkuat lini tablet premium Samsung yang selama ini menjadi pilihan utama para profesional.

Bagi para pengguna yang sudah menantikan kehadiran perangkat ini, konfirmasi resmi dari Samsung setidaknya memberikan kepastian bahwa produk-produk tersebut benar-benar akan hadir. Yang perlu dilakukan hanyalah menunggu tanggal resmi peluncuran yang akan diumumkan Samsung dalam beberapa minggu ke depan.

Dengan strategi peluncuran yang agresif di paruh kedua 2026, Samsung menunjukkan keseriusannya untuk tetap menjadi pemimpin pasar meski menghadapi tantangan krisis chip global. Kombinasi Galaxy S26 FE, Galaxy Tab S12 series, dan kacamata pintar Android XR menjadi bukti bahwa Samsung tidak hanya fokus pada inovasi, tetapi juga pada perluasan pasar di berbagai segmen.

Para analis industri akan mencermati bagaimana respons pasar terhadap deretan produk baru ini, terutama di tengah kondisi pasar HP dunia yang turun 6% namun Samsung dan Apple justru melesat. Keberhasilan Samsung mempertahankan momentum ini akan menjadi indikator penting bagi arah industri smartphone global pada 2027.