Samsung Bongkar Rahasia Flex Titanium Galaxy Z Fold8

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Galaxy Z Fold8 dan Fold8 Ultra dengan teknologi Flex Titanium
  • Samsung mengungkap teknologi Flex Titanium sebagai fondasi utama Galaxy Z Fold8 series
  • Material titanium dipilih karena kuat, stabil, dan tahan deformasi permanen
  • Dua lapisan titanium: plate untuk menyerap tekanan, alloy filler untuk fleksibilitas
  • Proses penipisan ekstrem hingga sepersepuluh mikrometer untuk daya tahan jangka panjang
  • Teknologi ini mengurangi ketebalan layar 10%, memberi ruang untuk baterai lebih besar
  • Lipatan layar lebih samar dengan lapisan anti-refraksi baru
  • Galaxy Z Fold8 Ultra hadir dengan harga Rp 30 juta di Indonesia

JBNews.id, LONDON — Samsung Electronics mengungkap teknologi baru bernama Flex Titanium yang menjadi fondasi utama di balik pengembangan Galaxy Z Fold8 series. Teknologi ini memungkinkan ponsel lipat terbaru Samsung tampil lebih tipis, lebih ringan, sekaligus tetap memiliki daya tahan tinggi.

Executive Vice President Samsung Electronics, Mobile R&D Hardware, HS Moon mengatakan pengembangan Flex Titanium berangkat dari tantangan untuk membuat layar lipat semakin tipis tanpa mengorbankan kekuatan maupun tampilan. Pernyataan tersebut disampaikan di sela acara Samsung Galaxy Unpacked 2026 di London, Kamis (23/7/2026).

“Pada seri Galaxy Z, kami membawa struktur layar lipat ke tingkat yang lebih tinggi. Struktur ini dikembangkan untuk menjawab tantangan berat, yaitu mencapai ketipisan dan melindungi panel OLED tanpa mengorbankan kekuatan, daya tahan, maupun pengalaman menonton,” papar Moon.

Evaluasi Material dan Struktur Layar

Menurut Moon, Samsung kembali mengevaluasi material dan struktur layar berdasarkan pengalaman mengembangkan ponsel lipat selama tujuh generasi. Dari proses tersebut, raksasa elektronik asal Korea Selatan itu memutuskan menggunakan titanium sebagai material utama.

“Berbekal pengalaman tujuh generasi dalam teknologi perangkat lipat, Samsung meninjau kembali material dan struktur yang diperlukan untuk perangkat lipat generasi berikutnya. Hasilnya adalah teknologi Flex Titanium,” lanjutnya.

Titanium dinilai punya kombinasi karakteristik yang sesuai untuk perangkat lipat yang harus bertahan menghadapi buka tutup berulang. Material ini kuat, stabil, dan tahan terhadap deformasi permanen. Samsung membandingkan penggunaannya dengan aplikasi di bidang kedirgantaraan yang menuntut standar tinggi.

“Titanium memberi fondasi yang tepat. Material ini kuat, stabil, dan tahan terhadap deformasi permanen. Penggunaannya di bidang yang menuntut standar tinggi, seperti aplikasi kedirgantaraan, mencerminkan kekuatan dan keandalan yang diinginkan Samsung untuk layar lipat,” tutur HS Moon.

Proses Manufaktur Ekstrem

Namun menurut Moon, memilih material hanyalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana memproses titanium agar tetap kuat sekaligus cukup fleksibel untuk digunakan pada layar lipat. Samsung harus memastikan material yang digunakan dapat bertahan saat dilipat dan dibentangkan ribuan kali.

“Namun, pemilihan titanium hanyalah permulaan. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana material yang digunakan kembali tersebut dapat diproses agar tetap kuat saat dilipat dan dibentangkan,” katanya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Samsung menerapkan dua lapisan berbasis titanium yang memiliki fungsi berbeda. Titanium plate berperan menyerap tekanan sekaligus menjaga permukaan layar tetap rata. Sementara itu, titanium alloy filler dirancang agar cukup tipis untuk mengikuti proses lipatan tanpa mengurangi daya tahan perangkat.

Moon mengatakan lapisan titanium alloy bahkan diproses hingga hanya sepersekian mikrometer agar tetap lentur namun ketahanannya jangka panjang. Proses ini melibatkan teknik penipisan ekstrem dan perlakuan panas yang presisi.

“Melalui proses penipisan ekstrem dan perlakuan panas yang presisi, Samsung menyempurnakan komponen tersebut hingga ketebalannya hanya sepersepuluh mikrometer, kira-kira sepertiga dari ketebalan rambut manusia, sehingga memberikan daya tahan jangka panjang yang diperlukan untuk layar lipat,” klaimnya.

Dampak pada Desain dan Performa

Selain meningkatkan daya tahan, Flex Titanium juga memungkinkan Samsung mengurangi ketebalan struktur layar sekitar 10 persen. Ruang tambahan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk memasang baterai yang lebih besar sekaligus meningkatkan sistem pendingin perangkat.

Samsung juga mengklaim teknologi tersebut membantu menghadirkan pengalaman visual yang lebih baik. Lipatan layar disebut semakin samar, sementara desain perangkat menjadi lebih tipis dan ringan secara keseluruhan.

“Di sinilah FlexTitanium memberikan nilai lebih bagi pengguna. Teknologi ini menghadirkan pengalaman menonton lebih imersif. Berkat layar lebih datar, tampilan lipatan yang lebih samar, serta lapisan akhir anti-refraksi yang baru dikembangkan, FlexTitanium memungkinkan desain perangkat lipat yang lebih tipis dan ringan,” sebut Moon.

Peluncuran Galaxy Z Fold8 series menandai langkah besar Samsung dalam industri ponsel lipat. Sebelumnya, Samsung telah mengumumkan Harga Terbaru untuk Galaxy Z Fold8, Fold8 Ultra, dan Flip8 di Indonesia dengan preorder bonus mencapai Rp 9 juta.

Implikasi bagi Pengguna

Pengembangan Flex Titanium menunjukkan komitmen Samsung untuk terus berinovasi di segmen ponsel lipat. Dengan material titanium yang lebih kuat namun tetap fleksibel, pengguna dapat mengharapkan perangkat yang lebih tahan lama tanpa harus mengorbankan desain ramping.

Teknologi ini juga membuka jalan bagi integrasi Galaxy AI yang lebih optimal. Dengan ruang internal yang lebih besar berkat pengurangan ketebalan layar, Samsung dapat memasang komponen tambahan seperti sistem pendingin yang lebih baik dan baterai berkapasitas lebih besar — faktor krusial untuk perangkat yang mengandalkan kecerdasan buatan.

Bagi konsumen Indonesia, kehadiran Galaxy Z Fold8 series dengan Flex Titanium menjadi pilihan menarik di segmen flagship. Samsung juga telah merilis Spesifikasi Lengkap perangkat ini, termasuk varian Fold8 Ultra yang hadir dengan desain paspor dan harga mulai Rp 30 juta.

Dengan pendekatan material dan manufaktur yang lebih matang, Samsung berharap dapat memperkuat posisinya di pasar ponsel lipat global. Flex Titanium menjadi bukti bahwa inovasi di sektor ini tidak hanya soal fitur perangkat lunak, tetapi juga fundamental hardware yang mendasarinya.