JBNews.id — Tiga perusahaan rintisan dalam program percontohan nuklir Amerika Serikat berhasil mencapai criticality, sebuah tonggak teknis di mana reaktor nuklir mempertahankan reaksi berantai. Namun, para ahli memperingatkan bahwa jalan menuju komersialisasi reaktor berukuran kecil masih panjang dan penuh tantangan.
Program yang digagas melalui perintah eksekutif Presiden Donald Trump pada Mei 2025 ini menetapkan tenggat waktu ambisius: setidaknya tiga reaktor harus mencapai criticality bertepatan dengan perayaan 250 tahun kemerdekaan AS pada 4 Juli. Valar Atomics, Antares Nuclear, dan Deployable Energy menjadi tiga perusahaan yang telah memenuhi tenggat tersebut, dengan Valar mencapai criticality di Los Alamos National Laboratory pada akhir tahun lalu dan kembali mencapai tonggak serupa di Utah awal bulan ini.
Meski demikian, para pengamat industri menilai pencapaian ini lebih bersifat simbolis ketimbang terobosan komersial. “Prototipe ini berarti segalanya dan tidak berarti apa-apa,” ujar Adam Stein, direktur program Nuclear Energy Innovation di Breakthrough Institute. “Ini sangat berarti bagi perusahaan yang mencapai criticality, tetapi bahkan bagi mereka, ini bukan produk komersial. Ini adalah reaktor uji.” Pernyataan ini mencerminkan realitas bahwa reaktor yang berhasil mencapai criticality di laboratorium belum tentu siap terhubung ke jaringan listrik atau memasok daya ke pusat data.
Reaktor Uji vs Produk Komersial
Perbedaan mendasar antara reaktor uji dan produk komersial menjadi isu kunci dalam program ini. Aalo Atomics, misalnya, masih menunggu untuk mencapai criticality. Namun, perusahaan tersebut mengakui bahwa reaktor mereka saat ini masih kekurangan komponen natrium yang akan ada pada produk komersial akhir. Sementara itu, Valar Atomics baru pekan lalu berhasil menyalakan chip Nvidia dalam demonstrasi singkat, menjadikannya reaktor canggih pertama di AS yang menghasilkan listrik.
Matt Loszak, salah satu pendiri dan CEO Aalo Atomics, mengakui bahwa prioritas pemerintah terhadap pengembangan reaktor baru telah mempercepat proses perizinan secara signifikan. “Sebelumnya, Anda mencoba mendapatkan tanda tangan, dan mungkin akan tertinggal di meja seseorang selama lima minggu,” katanya. “Sekarang, selesai keesokan harinya, karena ini menjadi prioritas nasional.” Perubahan ini terjadi setelah Departemen Energi AS memangkas sejumlah regulasi lingkungan dan keselamatan untuk reaktor dalam program percontohan pada Februari lalu, sebuah langkah yang disebut Stein menciptakan “penghematan waktu signifikan” bagi perusahaan peserta.
Baca Juga:
Dukungan Nasional dan Tantangan Regulasi
Perusahaan-perusahaan dalam program ini tidak hanya diuntungkan oleh pemangkasan birokrasi. Beberapa di antaranya juga mendapat bantuan dari laboratorium nasional yang didanai pemerintah federal. Valar Atomics, misalnya, menggunakan bahan bakar dan komponen struktural dari Los Alamos National Laboratory. Dua perusahaan lainnya, Antares Nuclear dan Deployable Energy, juga mencapai criticality di laboratorium nasional.
Namun, produk komersial tetap harus melalui proses perizinan dengan Nuclear Regulatory Commission (NRC), sebuah proses yang secara tradisional memakan waktu bertahun-tahun. Pemangkasan regulasi dari pemerintahan Trump disebut dapat memperpendek proses ini secara signifikan. Wright, pejabat yang tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada CNBC bahwa NRC bekerja sama dengan agensinya untuk menciptakan “jalur cepat” komersialisasi bagi reaktor dalam program tersebut.
Brett Rampal, direktur senior strategi nuklir dan tenaga di Veriten, sebuah firma investasi dan strategi, menyebut pencapaian ini “luar biasa” dalam konteks menghadirkan teknologi reaktor baru pada 2026. Namun, ia memperingatkan bahwa beberapa pihak di industri mungkin terlalu meromantisasi gagasan era keemasan baru energi nuklir tanpa sepenuhnya mengakui realitas finansial. “Jika Anda melihat kembali semua pembangkit listrik tenaga nuklir yang kami bangun di seluruh negeri, rata-rata, biayanya melebihi anggaran dan waktunya melebihi jadwal,” ujarnya.
Rantai pasokan, terutama untuk bahan bakar, juga menjadi hambatan besar. Stein mencatat bahwa beberapa perusahaan yang mendapat bantuan dari Departemen Energi dalam pengadaan bahan bakar mungkin menghadapi kesulitan serupa saat ingin memasarkan produk mereka secara komersial. Tantangan ini menambah daftar panjang rintangan yang harus dihadapi sebelum reaktor kecil dapat menjadi kenyataan komersial.
Meski demikian, program ini telah mengubah narasi tentang industri nuklir AS yang selama puluhan tahun didominasi oleh reaktor air ringan besar. “Industri ini lama dipandang macet—reaktor nuklir selalu berjarak 10 tahun lagi,” kata Stein. “Program ini menunjukkan bahwa itu tidak benar, jika Anda sengaja bergerak lebih cepat. Ini mengubah narasi dan persepsi. Itu sangat berarti bagi komunitas investasi.”
Jumlah investor dan tokoh teknologi di Silicon Valley yang melihat reaktor nuklir kecil sebagai bagian dari era keemasan baru teknologi terus bertambah. Mereka menilai reaktor yang dapat menyediakan energi bebas karbon 24/7 ini sebagai solusi potensial untuk memasok daya ke pusat data dan operasi lainnya. Dunia teknologi telah mendorong pemerintahan Trump untuk memangkas regulasi dan mempercepat pengembangan desain nuklir berukuran kecil, sebuah dorongan yang kini mulai membuahkan hasil.
Implikasi dari program ini bagi pembaca sangat jelas: meskipun ada kemajuan signifikan dalam pengembangan reaktor nuklir kecil, perjalanan menuju komersialisasi masih panjang. Biaya yang tinggi, waktu pembangunan yang lama, dan tantangan rantai pasokan tetap menjadi hambatan utama. Namun, perubahan regulasi dan prioritas nasional yang baru memberikan secercah harapan bagi industri yang selama ini terlihat stagnan.
Bagi investor dan pelaku industri, program ini menawarkan peluang sekaligus risiko. Sementara itu, bagi masyarakat umum, perkembangan ini menandai langkah awal menuju masa depan energi nuklir yang lebih fleksibel dan berpotensi lebih terjangkau. Namun, seperti yang diingatkan para ahli, masih diperlukan waktu dan kerja keras sebelum reaktor kecil ini dapat benar-benar menjadi produk komersial yang andal dan ekonomis.




