JBNews.id ā Samsung mencetak sejarah baru di pasar smartphone global. Trio ponsel layar lipat terbarunya, Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, dan Galaxy Z Flip8, berhasil membukukan 1,44 juta unit pre-order di Korea Selatan, memecahkan rekor yang telah bertahan sejak era Galaxy Note10.
Menurut laporan Yonhap News, jumlah tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Galaxy Note10 dan Galaxy Note10+ dengan 1,38 juta unit. Yang membuat pencapaian ini semakin impresif, Samsung hanya membutuhkan periode pre-order selama enam hari, dari Rabu hingga Senin. Sebagai perbandingan, Galaxy Note10 membutuhkan waktu 11 hari untuk mencapai rekor lamanya.
Keberhasilan ini sekaligus menjadikan seri Galaxy Z8 sebagai lini smartphone flagship Samsung dengan performa pre-order terbaik di pasar domestiknya. Angka ini juga menjadi sinyal kuat bahwa permintaan terhadap perangkat foldable kembali melonjak tajam.
Baca Juga:
Galaxy Z Fold8 Jadi Primadona
Di balik kesuksesan tersebut, Galaxy Z Fold8 menjadi kontributor terbesar. Model foldable dengan desain layar lebar baru itu menyumbang sekitar 70% dari total pre-order seri Galaxy Z8. Samsung juga mencatat antusiasme tinggi dari konsumen muda.
Pembeli berusia 30 tahun ke bawah serta kalangan perempuan menyumbang hampir separuh dari total pemesan Galaxy Z Fold8. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa ponsel layar lipat kini tidak lagi dipandang sebagai perangkat niche. Foldable mulai diterima sebagai smartphone utama oleh lebih banyak konsumen.

Kalahkan Rekor Galaxy S dan Galaxy Note
Rekor baru ini terasa semakin spesial karena Galaxy Z8 bukan hanya mengalahkan pendahulunya di keluarga foldable, tetapi juga mengungguli lini flagship Samsung lainnya. Awal tahun ini, Galaxy S26 sempat mencetak rekor seri Galaxy S dengan 1,35 juta unit pre-order dalam tujuh hari. Namun angka tersebut kini berhasil dilampaui oleh Galaxy Z8 yang menembus 1,44 juta unit.
Ini juga menjadi pertama kalinya lini Galaxy Z berhasil mengalahkan seri Galaxy S dalam jumlah pre-order di Korea Selatan. Perjalanan pre-order ponsel lipat Samsung sendiri mengalami pasang surut dalam beberapa tahun terakhir:
- Galaxy Z Fold5 dan Galaxy Z Flip5: 1,02 juta unit
- Galaxy Z Fold6 dan Galaxy Z Flip6: 910 ribu unit
- Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7: 1,04 juta unit
- Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, dan Galaxy Z Flip8: 1,44 juta unit
Lonjakan tersebut menunjukkan permintaan terhadap perangkat foldable Samsung kembali meningkat tajam setelah sempat melemah pada generasi sebelumnya. Strategi desain baru pada Galaxy Z Fold8, disertai peningkatan fitur dan pengalaman penggunaan, berhasil menarik minat konsumen.

Tak hanya di Korea Selatan, performa seri Galaxy Z8 juga kuat di pasar internasional. Di India, Samsung mengumumkan pre-order mencapai 271 ribu unit hanya dalam tiga hari, sementara generasi foldable sebelumnya membutuhkan sekitar 15 hari untuk mencapai angka yang sama. Capaian ini menjadi sinyal bahwa momentum pertumbuhan foldable sedang berlangsung di berbagai pasar.
Fenomena pre-order yang memecahkan rekor ini sejalan dengan tren industri smartphone secara lebih luas. Beberapa vendor lain juga membuka periode pre-order dengan strategi agresif. Misalnya, Preorder Oppo Reno16 F 5G yang menawarkan bonus eksklusif, serta berbagai program preorder lainnya yang digelar kompetitor.
Tantangan berikutnya bagi Samsung adalah mempertahankan momentum tersebut setelah perangkat resmi mulai dijual secara global. Data pre-order yang kuat biasanya menjadi indikator awal performa penjualan jangka panjang sebuah perangkat.
Bagi konsumen yang tertarik dengan tren pre-order smartphone, penting untuk memperhatikan periode pemesanan dan bonus yang ditawarkan. Seperti yang dilakukan Tecno Pova 8 5G yang memberikan bonus hingga Rp21 juta, setiap vendor memiliki strategi berbeda untuk menarik pembeli.
Dengan rekor baru ini, Samsung membuktikan bahwa kategori ponsel layar lipat telah matang dan diterima pasar mainstream. Pertanyaannya kini, apakah momentum ini bisa dipertahankan dalam penjualan ritel reguler? Jawabannya akan menentukan arah kompetisi smartphone flagship global ke depan.




