Developer Game Netflix FIFA World Cup PHK 85% Karyawan

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
Refactor Games, studio pengembang game Netflix FIFA World Cup: Launch Edition, melakukan PHK terhadap 85% karyawannya setelah pendanaan ditarik Delphi Interactive
  • Refactor Games, developer game Netflix FIFA World Cup: Launch Edition, melakukan PHK terhadap 85% karyawannya
  • Sekitar 80 orang dipecat setelah Delphi Interactive menarik pendanaan dari studio
  • Mantan karyawan mengonfirmasi penutupan total studio oleh pemasok dana
  • Refactor Games sebelumnya merilis Football Simulator pada 2022 dengan mantan karyawan EA Sports, 2K Sports, dan OneTeam Partners
  • FIFA World Cup: Launch Edition dirilis eksklusif untuk Netflix pada Juni 2026, bertepatan dengan Piala Dunia 2026
  • Game menghadapi kritik terkait kontrol, grafis, dan AI pemain meski disebut "kelas atas" oleh Netflix
  • Masa depan game kini tidak pasti pasca penutupan studio pengembang utama

JBNews.id — Refactor Games, studio pengembang yang membantu produksi game Netflix berjudul FIFA World Cup: Launch Edition, telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 85% karyawannya. Inside Gaming melaporkan secara terpisah bahwa setidaknya ada sekitar 80 orang yang dipecat dari studio tersebut.

Keputusan ini diambil setelah sang penerbit, Delphi Interactive, menarik pendanaan dari studio yang berbasis di Amerika Serikat tersebut. Beberapa sumber mengungkapkan bahwa alasan PHK massal ini berkaitan langsung dengan penarikan dana oleh pengembang dan penerbit game tersebut.

“Setelah merilis FIFA World Cup Launch Edition untuk Netflix Games, perusahaan induk studio tersebut sayangnya menarik pendanaan, dan seluruh tim, termasuk saya, diberhentikan,” kata seorang pekerja yang terdampak, dilansir Game Industry, Rabu (5/8/2026).

Seorang mantan karyawan Refactor lainnya menyampaikan bahwa studio ini tidak hanya mengurangi jumlah karyawan, melainkan ditutup sepenuhnya oleh pemasok dananya. “Delphi baru saja menutup studio Refactor tepat setelah kami merilis game Piala Dunia FIFA untuk Netflix. Seluruh studio diberhentikan hari ini, jadi jika ada yang mencari talenta, saya bisa menghubungkan Anda dengan beberapa orang yang sangat hebat,” tulisnya di LinkedIn.

Refactor Games, studio yang membantu pengembangan game Netflix berjudul FIFA World Cup: Launch Edition, telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 85% karyawannya.

Perjalanan Refactor Games dan Kolaborasi dengan Netflix

Saat masih beroperasi, Refactor Games merilis game pertama mereka, yakni Football Simulator dengan akses awal pada 2022. Dalam pengembangannya, studio ini mempekerjakan beberapa mantan pengembang dari EA Sports, 2K Sports, dan OneTeam Partners—perusahaan-perusahaan besar yang dikenal dalam industri game sepak bola.

Kemudian, Refactor bekerja sama dengan Delphi Interactive dalam penggarapan FIFA World Cup: Launch Edition. Game ini dibuat eksklusif untuk platform Netflix dan meluncur pada Juni 2026, bertepatan dengan turnamen Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Utara.

FIFA World Cup: Launch Edition sendiri merupakan hasil kerja sama resmi antara Netflix dengan FIFA. Game ini dirancang dengan konsep unik di mana TV atau komputer menjadi stadion, sementara ponsel berfungsi sebagai pengontrol permainan. Anggota Netflix dapat meluncurkan game ini langsung melalui Netflix Games dan menggunakan perangkat seluler mereka untuk terhubung dan bermain. Hingga empat pemain dapat berkompetisi bersama dalam satu sesi permainan.

“Dalam FIFA World Cup: Launch Edition, TV atau komputer Anda menjadi stadion dan ponsel Anda menjadi pengontrol permainan. Anggota Netflix dapat meluncurkan game ini langsung melalui Netflix Games dan menggunakan perangkat seluler mereka untuk terhubung dan bermain. Hingga empat pemain dapat berkompetisi bersama, sehingga mudah untuk menikmati turnamen bersama teman dan keluarga dari kenyamanan rumah,” jelas FIFA dalam pernyataan resminya.

Kritik dan Dampak Industri

Meskipun Netflix menyebut game ini sebagai game dengan performa “kelas atas”, para reviewer justru mengkritik sejumlah aspek penting dalam game tersebut. Kontrol, grafis, dan AI pemain yang buruk menjadi sorotan utama dalam berbagai ulasan yang muncul setelah perilisan game.

Kritik tersebut menjadi ironi mengingat game ini justru menghadapi masa depan yang tidak pasti setelah PHK massal yang dilakukan Refactor Games. Penutupan studio yang terjadi segera setelah perilisan game menunjukkan adanya masalah serius dalam model bisnis kolaborasi antara pengembang, penerbit, dan platform streaming.

Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi industri game global tentang risiko ketergantungan pada satu proyek besar. Refactor Games yang sebelumnya dikenal melalui Football Simulator harus kehilangan mayoritas timnya setelah proyek kolaborasi dengan Delphi Interactive dan Netflix berakhir dengan cara yang tidak diharapkan.

Bagi para pengembang game, momentum PHK massal ini menjadi pengingat bahwa industri ini penuh dengan ketidakpastian. Bahkan proyek kolaborasi dengan nama besar sekalipun tidak menjamin keberlanjutan karier. Para talenta yang baru saja kehilangan pekerjaan kini harus bersaing dalam pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.

Namun, mantan karyawan Refactor yang dipecat tampaknya tetap optimis. Mereka secara terbuka menawarkan diri untuk terhubung dengan perusahaan lain yang membutuhkan talenta di industri game. Hal ini menunjukkan adanya solidaritas dan profesionalisme di tengah situasi sulit.

Di sisi lain, nasib FIFA World Cup: Launch Edition kini menjadi tanda tanya besar. Dengan ditutupnya studio pengembang utama, kelangsungan pembaruan dan dukungan teknis untuk game tersebut menghadapi ketidakpastian. Para pemain yang telah menikmati game ini mungkin harus bersiap menghadapi kemungkinan berhentinya pengembangan fitur baru.

Netflix sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai masa depan game FIFA World Cup: Launch Edition pasca penutupan Refactor Games. Sementara itu, Delphi Interactive sebagai penerbit juga belum memberikan klarifikasi publik mengenai alasan penarikan pendanaan secara mendadak tersebut.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa meskipun industri game terus berkembang, stabilitas lapangan kerja di sektor ini masih menjadi tantangan besar. Fluktuasi pendanaan, perubahan strategi perusahaan, dan tekanan pasar dapat mengubah nasib sebuah studio dalam hitungan hari. Bagi para profesional yang ingin membangun karier jangka panjang di industri ini, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama.

Web3 Gaming yang sedang berkembang menjadi salah satu alternatif bagi para developer yang mencari peluang baru setelah gelombang PHK di industri game tradisional. Sementara itu, Keterampilan Developer yang beragam juga semakin dibutuhkan untuk menghadapi perubahan cepat di industri ini.

Dengan semakin banyaknya Ancaman Keamanan Siber yang menyasar para developer, stabilitas karier di industri game menjadi semakin kompleks. Para profesional dituntut tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu menghadapi berbagai risiko industri yang tidak terduga.

PHK massal di Refactor Games menjadi pelajaran berharga bagi seluruh ekosistem game global. Kolaborasi besar dengan platform streaming sekaliber Netflix dan federasi sepak bola dunia sekelas FIFA tidak menjamin keberlanjutan sebuah studio. Keputusan finansial dari penerbit tetap menjadi faktor penentu yang tidak bisa dikendalikan oleh para pengembang di lapangan.

Bagi industri game Indonesia yang tengah berkembang, peristiwa ini menjadi catatan penting tentang pentingnya diversifikasi pendapatan dan kemitraan yang sehat. Ketergantungan pada satu proyek atau satu mitra dapat menjadi risiko fatal bagi kelangsungan sebuah studio pengembang game.