Poligon Misterius di Mars Bikin Ilmuwan NASA Terpukau

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Pemandangan 360 derajat hamparan permukaan Mars yang ditutupi fitur permukaan bernama poligon, diambil oleh rover Curiosity milik NASA
  • Rover Curiosity NASA menemukan hamparan luas poligon berbentuk sarang lebah di Lembah Valle Grande, Mars
  • Formasi poligonal berdiameter 2-4 inci ini belum pernah terlihat dalam skala sebesar itu
  • Panorama 360 derajat terdiri dari 340 gambar diambil pada 19 Juni 2026 menggunakan Mastcam
  • Poligon bisa terbentuk dari air yang mengering atau fluktuasi suhu ekstrem
  • Penemuan ini memberikan petunjuk penting tentang sejarah air di Mars
  • Ilmuwan NASA akan menganalisis data kimia dan morfologi untuk memahami asal-usul formasi

JBNews.id, TEKNO — Rover Curiosity milik NASA menemukan hamparan luas formasi poligon berbentuk sarang lebah di Lembah Valle Grande, Mars. Temuan langka ini membuat para ilmuwan terkagum-kagum karena skalanya belum pernah terlihat sebelumnya di Planet Merah tersebut.

Formasi poligonal dengan diameter dua hingga empat inci tersebut mendominasi lanskap yang dijuluki “Valle Grande”. Pola retakan geometris ini sebenarnya pernah terdeteksi di lokasi lain di Mars, namun belum pernah menghiasi seluruh permukaan dalam skala sebesar ini.

“Kami telah melihat banyak lanskap menakjubkan melalui mata Curiosity, tetapi lautan poligon ini membuat kami terkesima,” ujar ilmuwan proyek Ashwin Vasavada dari Jet Propulsion Laboratory NASA dalam sebuah pernyataan resmi. “Kami mengukur bentuk dan kimianya dengan hati-hati dan berharap ada petunjuk dalam data tentang bagaimana fitur-fitur ini terbentuk.”

Penemuan di Kaki Gunung Sharp

Curiosity menemukan ladang poligon tersebut saat mendaki kaki bukit Gunung Sharp, gunung setinggi tiga mil tempat rover itu beroperasi sejak 2014. Panorama 360 derajat yang terdiri dari 340 gambar diambil menggunakan instrumen Mastcam pada 19 Juni lalu, menunjukkan poligon heksagonal mendominasi area yang sangat luas.

Di Mars, tekstur poligonal umumnya merupakan retakan lumpur. Cara terbentuknya memberikan petunjuk tentang sejarah geologi planet yang menarik. Pola sarang lebah ini bisa terbentuk akibat mengeringnya air yang menyebabkan sedimen menyusut, atau bisa juga terukir oleh fluktuasi suhu ekstrem.

Baca Juga:

Mengungkap Sejarah Air di Mars

Dengan mempelajari fitur-fitur ini, para ilmuwan berharap dapat menyusun bagaimana air yang pernah mengalir membantu membentuk permukaan Planet Merah. Temuan ini memperkuat bukti bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang lebih basah dan hangat di masa lalu.

Pemandangan 360 derajat hamparan permukaan Mars yang ditutupi fitur permukaan bernama poligon, diambil oleh rover Curiosity milik NASA.

Penemuan ini juga menjadi pengingat akan ketangguhan misi Curiosity yang telah beroperasi lebih dari satu dekade di permukaan Mars. Sejak mendarat pada 2012, rover seukuran mobil ini telah menjelajahi Kawah Gale dan kaki Gunung Sharp, mengirimkan data berharga tentang geologi dan iklim Mars.

Keberhasilan Curiosity dalam menemukan formasi poligon ini menunjukkan pentingnya misi eksplorasi jangka panjang. Data yang dikumpulkan dapat membantu memahami proses geologi yang membentuk Mars dan memberikan wawasan tentang potensi kehidupan di masa lalu.

Para ilmuwan kini akan menganalisis data kimia dan morfologi dari poligon tersebut. Setiap petunjuk tentang asal-usul formasi ini dapat membuka babak baru dalam pemahaman tentang sejarah air di Mars, yang merupakan kunci untuk misi berawak di masa depan.

Penemuan ini juga menjadi momentum bagi NASA untuk terus mengembangkan teknologi eksplorasi Mars. Sementara itu, misi darurat NASA lainnya terus berjalan untuk memastikan keberlanjutan penelitian antariksa.

Bagi masyarakat awam, temuan poligon ini memberikan gambaran betapa kompleks dan dinamisnya geologi Mars. Bentuk geometris yang tampak sederhana ini menyimpan petunjuk penting tentang evolusi planet yang selama ini dianggap sebagai tetangga Bumi yang paling mirip.

Ke depannya, misi seperti misi helikopter Skyfall diharapkan dapat melengkapi data yang dikumpulkan Curiosity. Helikopter ini dirancang untuk menjelajahi area yang tidak dapat dijangkau rover darat, membuka peluang penemuan baru di permukaan Mars.

Penelitian tentang formasi poligon ini juga relevan dengan studi tentang model geoid Bumi. Seperti halnya model geoid terbaru NASA yang menunjukkan bentuk Bumi tidak sepenuhnya bulat, pemahaman tentang bentuk permukaan planet lain membantu ilmuwan membandingkan proses geologi antarplanet.

Implikasi dari penemuan ini sangat signifikan. Jika poligon tersebut terbentuk dari air yang mengering, maka lokasi ini bisa menjadi target utama misi pengambilan sampel di masa depan. Batuan sedimen yang pernah bersentuhan dengan air mungkin menyimpan jejak molekul organik, seperti yang pernah ditemukan Curiosity sebelumnya.

NASA melaporkan bahwa rover Curiosity akan terus mendaki Gunung Sharp untuk mempelajari lapisan batuan yang lebih tua. Setiap lapisan menyimpan catatan tentang perubahan iklim Mars selama miliaran tahun, dari planet yang hangat dan basah menjadi gurun dingin seperti sekarang.

Penemuan poligon di Valle Grande membuktikan bahwa Mars masih menyimpan banyak kejutan. Bahkan setelah 12 tahun beroperasi, Curiosity terus memberikan data yang mengubah pemahaman kita tentang Planet Merah.