Percakapan Claude Bocor di Mesin Pencari, Ini Penyebabnya

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
Ilustrasi percakapan chatbot Claude yang terekspos di hasil pencarian Google
  • Percakapan pengguna Claude yang dibagikan melalui fitur "shared chats" dapat ditemukan di Google dan Bing
  • Masalah pertama kali diungkap oleh pengguna Reddit, mengekspos percakapan sensitif termasuk politik dan role play erotis
  • Anthropic menggunakan robots.txt untuk memblokir crawler, namun tidak menyertakan tag "noindex" pada halaman individual
  • Google dan Bing merekomendasikan tag "noindex" sebagai lapisan perlindungan tambahan
  • Google menyatakan pengindeksan adalah tanggung jawab Anthropic, bukan mesin pencari
  • Ini bukan pertama kalinya; masalah serupa terjadi pada September 2025
  • Pengguna dapat mengelola akses melalui Settings > Privacy > Shared chats

JBNews.id — Sejumlah pengguna Anthropic Claude dikejutkan oleh temuan bahwa percakapan pribadi mereka yang dibagikan melalui fitur “shared chats” dapat dengan mudah ditemukan melalui mesin pencari seperti Google dan Bing. Temuan ini pertama kali diungkap oleh seorang pengguna Reddit dan menunjukkan celah keamanan yang berpotensi mengekspos data sensitif pengguna.

Percakapan yang terekspos mencakup berbagai topik sensitif, termasuk permintaan saran tentang partai politik yang harus diikuti, pertanyaan etika profesional dari pengacara di Kansas, hingga konten role play erotis. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang privasi pengguna di tengah meningkatnya adopsi kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari.

Fitur “shared chats” pada Claude memungkinkan pengguna untuk membuat URL publik dari thread percakapan tertentu yang dapat dibagikan kepada orang lain. Namun, masalah muncul ketika URL-URL tersebut tanpa sengaja terindeks oleh mesin pencari utama, membuatnya dapat diakses oleh siapa saja yang melakukan pencarian web.

Penyebab Teknis di Balik Kebocoran

Pada dasarnya, Anthropic telah menginstruksikan web crawler—alat yang digunakan mesin pencari seperti Google dan Bing—untuk tidak mengindeks percakapan yang dibagikan pengguna. Perusahaan melakukannya melalui file robots.txt, yang telah lama dianggap sebagai standar untuk memberi tahu web scraper bagian mana dari situs yang boleh diakses.

Menurut Arsip Wayback Machine, file robots.txt Anthropic telah menandai halaman “shared chats” sebagai area terlarang bagi web scraper setidaknya sejak September 2025. Namun, kenyataannya, mencegah halaman agar tidak muncul di hasil pencarian lebih sulit dari yang diperkirakan.

Bing, yang masih menampilkan “sekitar 612 hasil” untuk pencarian “site:claude.ai/share” pada saat penulisan, menyatakan dalam dokumentasi teknisnya bahwa pengembang dapat memblokir web crawler menggunakan robots.txt. Namun, pengembang web juga harus menyertakan tag “noindex” pada halaman individual sebagai lapisan perlindungan tambahan.

Google, dalam panduan pengembangnya, secara eksplisit menyatakan bahwa mereka mengabaikan instruksi robots.txt jika halaman tersebut ditautkan dari tempat lain di internet dan pemilik halaman tidak menyertakan tag HTML “noindex” khusus atau “x-robots-tag” di header respons halaman. WIRED, yang meninjau sampel halaman chat Claude yang terekspos, menemukan bahwa halaman-halaman tersebut tidak menyertakan tag “noindex” yang direkomendasikan oleh Bing dan Google.

Tanggung Jawab dan Respons Perusahaan

Microsoft, yang memiliki Bing, tidak memberikan komentar menjelang publikasi. Sementara itu, Anthropic tidak menanggapi beberapa permintaan komentar yang diajukan oleh WIRED. Juru bicara Google, Ned Adriance, menegaskan bahwa pengindeksan chat Claude yang dibagikan sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anthropic.

“Baik Google maupun mesin pencari lainnya tidak mengontrol halaman mana yang dibuat publik di web, dan halaman-halaman ini diindeks di berbagai mesin pencari,” ujar Adriance. “Kami memberikan kontrol yang jelas kepada pemilik situs untuk memutuskan apakah halaman mereka dapat di-crawl atau diindeks, dan kami selalu menghormati arahan tersebut.”

Anthropic tidak menjawab pertanyaan tentang mengapa mereka tidak menyertakan tag “noindex” pada halaman chat yang dibagikan. Ini bukan pertama kalinya masalah ini muncul. Pada September 2025, Anthropic mendapat sorotan tajam atas isu yang sama dan menyatakan kepada Forbes bahwa mereka menggunakan robots.txt untuk memberi tahu crawler agar tidak mengakses chat yang dibagikan. Namun, seperti yang dilaporkan Forbes, tidak ada jaminan bahwa robots.txt akan menghentikan mesin pencari dari mengindeks halaman web tertentu.

Implikasi Lebih Luas untuk Privasi AI

Meskipun robots.txt tidak selalu efektif mencegah pengindeksan halaman, laboratorium AI masih menggunakannya untuk tujuan lain. Banyak laboratorium AI berjanji kepada kreator bahwa situs web mereka tidak akan digunakan sebagai bahan pelatihan AI selama pengembang memastikan untuk “melarang” crawler tertentu dalam file robots.txt mereka, dan laboratorium itu sendiri juga mengikuti saran tersebut.

Anthropic, Meta, dan OpenAI semuanya menyertakan instruksi dalam file robots.txt chatbot mereka yang “melarang” web crawler pesaing mereka mengakses bagian mana pun dari situs web tempat chatbot dihosting. OpenAI dan Meta tidak menanggapi permintaan komentar tentang praktik ini. Google juga tidak menanggapi pertanyaan WIRED tentang fakta bahwa para pesaingnya memblokir crawler pelatihan AI mereka, Google-Extended, dari situs chatbot mereka.

Fenomena ini semakin relevan di tengah meningkatnya ancaman AI hacking yang mengancam keamanan data pribadi pengguna.

Langkah Perlindungan bagi Pengguna

Meskipun chat yang dibagikan saat ini tidak lagi muncul di hasil Google, halaman-halaman yang ditinjau WIRED masih belum memiliki tag “noindex”. Ini berarti halaman-halaman tersebut berpotensi muncul kembali di mesin pencari di masa depan. Untuk melindungi privasi, pengguna Claude dapat mengakses pengaturan melalui Settings > Privacy > Shared chats untuk mengelola akses dan menjaga kerahasiaan percakapan mereka.

Kejadian ini menunjukkan pentingnya pemahaman tentang keamanan data di era AI. Pengguna layanan AI perlu lebih waspada terhadap data yang mereka bagikan, sementara perusahaan pengembang harus memastikan perlindungan privasi yang lebih ketat. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa teknologi AI, meskipun canggih, masih memiliki celah keamanan yang perlu terus diperbaiki.

Bagi pengguna yang khawatir dengan privasi data mereka, penting untuk selalu memeriksa pengaturan privasi pada setiap layanan AI yang digunakan. Langkah sederhana seperti menonaktifkan fitur berbagi otomatis dan secara berkala meninjau percakapan yang telah dibagikan dapat membantu mengurangi risiko eksposur data.