Penipuan Streaming Piala Dunia 2026, 336 Domain Palsu Terdeteksi

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Pertandingan Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Kroasia di Dallas Stadium
  • Kaspersky menemukan 336 domain palsu terkait Piala Dunia 2026
  • Modus penipuan meliputi streaming gratis palsu dan situs taruhan ilegal
  • Korban diminta membayar dengan kripto atau menyerahkan data pribadi
  • Email spam menawarkan prediksi pertandingan dengan bayaran hingga USD 200
  • Risiko meliputi pencurian identitas, pembobolan akun, dan kerugian finansial
  • Kaspersky imbau waspada, gunakan platform resmi, dan aktifkan MFA

JBNews.id — Euforia Piala Dunia 2026 yang dimulai pada 11 Juni 2026 tidak hanya dimanfaatkan oleh penggemar sepak bola, tetapi juga oleh pelaku kejahatan siber. Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan sedikitnya 336 domain palsu yang meniru platform resmi terkait ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut. Situs-situs ini digunakan untuk menjalankan berbagai modus penipuan, mulai dari layanan streaming pertandingan palsu hingga platform taruhan ilegal yang bertujuan mencuri data pribadi dan uang korban.

Kaspersky mengungkapkan sejak turnamen dimulai, para pelaku kejahatan siber semakin agresif memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk menonton pertandingan secara online maupun mengikuti aktivitas taruhan olahraga. Ancaman ini menyasar penggemar di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang kerap mencari akses gratis untuk menyaksikan laga-laga seru Piala Dunia. Modus operandi para penipu pun semakin canggih dan terstruktur.

Salah satu modus yang paling banyak ditemukan adalah penawaran layanan streaming gratis Piala Dunia. Penipu membuat situs web yang tampak meyakinkan dan mengklaim menyediakan akses gratis untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Namun setelah mengklik tombol “Tonton Sekarang”, pengguna diarahkan untuk melakukan registrasi dan kemudian diminta membayar biaya tertentu menggunakan mata uang kripto dengan iming-iming akses seumur hidup ke seluruh pertandingan. Alih-alih mendapatkan layanan streaming, korban justru berisiko kehilangan uang dan data pribadi yang telah diberikan saat proses pendaftaran.

Selain streaming palsu, Kaspersky juga menemukan banyak situs taruhan dan prediksi pertandingan palsu yang menargetkan penggemar sepak bola di berbagai negara. Dalam salah satu kasus, situs berbahasa Spanyol meminta pengguna menyerahkan berbagai informasi pribadi seperti nama lengkap, alamat email, nomor telepon, hingga data lainnya dengan alasan pembuatan akun taruhan. Skema serupa juga ditemukan pada situs berbahasa Portugis yang menampilkan jadwal pertandingan Piala Dunia dan menawarkan layanan taruhan online. Untuk bisa mengikuti taruhan, pengguna diwajibkan menyerahkan data pribadi yang berpotensi disalahgunakan oleh pelaku kejahatan.

Menurut Kaspersky, praktik semacam ini dapat berujung pada pencurian identitas, pembobolan akun, hingga kerugian finansial, terutama jika korban menggunakan kata sandi yang sama pada berbagai layanan digital.

“Sejak awal turnamen dimulai, para pelaku kejahatan siber semakin fokus pada cara penggemar berinteraksi dengan acara tersebut secara online. Aktivitas kriminal terus meningkat, termasuk situs web palsu yang menawarkan layanan streaming dan taruhan dalam berbagai bahasa,” kata Senior Web Content Analyst Kaspersky, Olga Altukhova, Sabtu (20/6/2026).

Tidak hanya melalui situs web, pelaku juga memanfaatkan email spam untuk menjebak korban. Dalam temuan Kaspersky, sejumlah pengguna menerima email yang menawarkan layanan analisis pertandingan dan prediksi pemenang dengan klaim tingkat akurasi tinggi. Email tersebut sengaja dibuat dengan kalimat yang memancing rasa penasaran dan urgensi agar korban segera mengambil tindakan. Pengguna kemudian diminta membayar hingga USD 200 untuk mendapatkan akses ke layanan prediksi tersebut. Padahal, layanan semacam itu berpotensi hanya menjadi modus penipuan yang menyebabkan korban kehilangan uang tanpa memperoleh manfaat apa pun.

Melihat meningkatnya ancaman tersebut, Kaspersky mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat mengakses layanan terkait Piala Dunia 2026. Pengguna disarankan selalu memeriksa keaslian alamat situs web sebelum memasukkan data pribadi, memastikan URL yang digunakan benar dan berasal dari sumber resmi. Selain itu, masyarakat diminta memilih platform streaming resmi dan terpercaya untuk menghindari pencurian data maupun penipuan finansial.

Kaspersky juga merekomendasikan penggunaan solusi keamanan digital yang mampu mendeteksi tautan phishing dan file berbahaya, serta mengaktifkan autentikasi multi-faktor (MFA) pada akun penting seperti email, media sosial, dan layanan keuangan.

Modus penipuan ini mengingatkan kita pada pentingnya literasi digital di tengah euforia turnamen global. Bagi Anda yang ingin menikmati pertandingan, pastikan hanya menggunakan layanan resmi dari penyedia siaran atau platform streaming terverifikasi. Jangan tergiur dengan iming-iming akses gratis yang justru bisa membuat uang Anda ludes.

Untuk melindungi diri dari ancaman siber, penting bagi pengguna untuk selalu waspada terhadap tautan mencurigakan. Jangan pernah memberikan data pribadi atau melakukan pembayaran di situs yang tidak jelas reputasinya. Jika Anda menemukan situs mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang atau penyedia layanan keamanan siber.

Dalam konteks yang lebih luas, fenomena ini menunjukkan bahwa setiap ajang besar global selalu menjadi ladang empuk bagi penjahat siber. Oleh karena itu, kesadaran dan kewaspadaan pengguna menjadi garis pertahanan pertama yang paling efektif. Jangan biarkan euforia sepak bola mengorbankan keamanan digital Anda.