Mentan Perkenalkan Sistem Pertanian Modern di Penas XVII Gorontalo

Penulis:Hamzah Nurhamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkenalkan sistem pertanian modern Advanced Agricultural System di Penas XVII Gorontalo
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkenalkan sistem pertanian modern Advanced Agricultural System di Penas XVII Gorontalo
  • Sistem ini merupakan gabungan metode dari Indonesia, China, dan Amerika
  • Produktivitas padi mencapai lebih dari 10 ton per hektare, hampir dua kali lipat rata-rata nasional (5,5 ton/hektare)
  • Stok beras nasional mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, Bulog menyewa gudang baru
  • Harga gabah naik dari Rp5.000 menjadi Rp6.500 per kilogram
  • Nilai Tukar Petani (NTP) mencatat angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir
  • Harga pupuk subsidi turun sekitar 20 persen
  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mendorong replikasi teknologi di berbagai daerah

JBNews.id, Gorontalo β€” Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memperkenalkan sistem pertanian modern Advanced Agricultural System pada pembukaan Pekan Nasional (Penas) XVII Petani dan Nelayan di Gorontalo, Sabtu. Sistem ini menjadi model budidaya berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat swasembada pangan nasional.

Amran mengatakan sistem pertanian modern tersebut merupakan hasil penggabungan berbagai metode yang dikembangkan dari pengalaman Indonesia dan sejumlah negara lain. β€œIni adalah penemuan baru, ini adalah metode baru yang kami combine antara metode baru dari Indonesia dan kami temukan dari China kemudian di Amerika, ini kami coba memadukan,” kata Amran.

Menurut dia, penerapan teknologi pertanian menjadi kunci dalam meningkatkan hasil produksi melalui penggunaan benih unggul, pengelolaan irigasi yang lebih baik, mekanisasi pertanian, serta pola tanam yang lebih modern dan efisien. Pemerintah saat ini menjalankan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi secara bersamaan guna mempercepat peningkatan produksi pangan nasional secara berkelanjutan.

Melalui penerapan sistem tersebut, produktivitas padi dapat mencapai lebih dari 10 ton per hektare, atau hampir dua kali lipat dibanding rata-rata produktivitas nasional yang berada pada kisaran 5,5 ton per hektare. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi mampu mendongkrak hasil panen secara signifikan.

Pada kesempatan itu, Amran juga menyampaikan stok beras nasional saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi tersebut membuat Perum Bulog harus menambah kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang baru. Hal ini menunjukkan keberhasilan program swasembada pangan yang dijalankan pemerintah.

Menurut dia, peningkatan produksi pangan turut berdampak pada kesejahteraan petani. Harga gabah yang sebelumnya berada di kisaran Rp5.000 per kilogram kini mencapai minimal Rp6.500 per kilogram, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) mencatatkan angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Selain itu, pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk subsidi sekitar 20 persen di tengah tren kenaikan harga pupuk dunia.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan sistem pertanian modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) menjadi salah satu teknologi pertanian yang diperkenalkan kepada ribuan peserta Penas XVII dari berbagai daerah sebagai contoh praktik yang dapat direplikasi sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Menurut dia, pendekatan penyuluhan melalui demonstrasi lapangan lebih efektif dibanding hanya menyampaikan teori karena petani dapat melihat langsung hasil penerapan teknologi tersebut. β€œIni merupakan kesempatan emas bagi seluruh peserta dari semua daerah untuk lihat teknologi ini diterapkan di daerah masing-masing,” kata Gusnar.

Ia berharap inovasi yang ditampilkan pada Penas XVII dapat diadopsi secara luas untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Acara ini menjadi ajang strategis bagi para petani dan nelayan untuk saling bertukar pengalaman serta mengadopsi praktik terbaik di bidang pertanian modern.

Keberhasilan program pertanian modern ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah terus mendorong adopsi Teknologi Canggih di sektor pertanian untuk mencapai target swasembada pangan yang berkelanjutan.

Dalam perkembangannya, penerapan sistem pertanian modern juga membutuhkan literasi digital yang memadai bagi para petani. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.

Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya Metode SIFT dalam mengidentifikasi informasi yang akurat terkait teknologi pertanian. Langkah ini penting untuk memastikan petani tidak tertipu oleh informasi palsu yang dapat merugikan.

Dengan adanya sistem pertanian modern ini, Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan domestik sekaligus menjadi lumbung pangan dunia. Pemerintah optimistis target swasembada pangan dapat tercapai lebih cepat dari yang direncanakan.

Acara Penas XVII sendiri dihadiri oleh ribuan petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka antusias mengikuti berbagai sesi demonstrasi dan pameran teknologi pertanian yang diselenggarakan selama acara berlangsung.

Ke depannya, pemerintah akan terus mengembangkan dan menyempurnakan sistem pertanian modern ini agar dapat diadopsi secara lebih luas oleh petani di seluruh Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan akademisi, sangat diperlukan untuk mewujudkan visi pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.

Dengan capaian produktivitas yang hampir dua kali lipat dari rata-rata nasional, sistem pertanian modern ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan di Indonesia.